
Alyssa dan kedua adik nya pun memutuskan untuk Azka pindah keluar kota, memulai hidup baru mereka. Alyssa memandangi rumah mereka sembari berdiri di samping mobil.
"Karena memperjuangkan rumah ini aku bertemu dengan Jasson, kini aku pergi dari rumah ini karena keluarga Jasson."Gumam Alyssa.
"Ayo kita jalan, semua sudah siap."Ajak Azka pada Alyssa.
Alyssa mengelus perutnya yang masih rata, mengingat di sini ada calon buah hati dia dan Jasson.
saat mobil Azka berlalu pergi, Mobil Alvin baru saja sampai di depan rumah, sebuah kebetulan yang tidak tepat waktu nya, Alvin mengedor pintu Alyssa, memanggil manggil, tapi tak ada sautan dari dalam, Alvin mengintip dari balik kaca Jendela, tak ada siapa pun yang terlihat di dalam.
"Alyssa, kau dimana, Jasson membutuhkan mu."Batin Alvin.
saat masih melamun memikirkan kemana Alyssa hingga sulit di hubungi, Ponsel Alvin berbunyi, Nyonya anas menghubungi nya dan memberitahu Alvin kalau Jasson kini sudah sadar. mendengar hal itu, Alvin pun lekas kembali mobil dan segera kembali ke rumah sakit.
•••
"Alyssa, dimana dia?." Tanya Jasson saat baru saja sadar.
Nyonya Anas yang mendengar nama menantu nya di sebut pun jadi salah tingkah, ia memandang suami nya yang menatap nya penuh rasa kecewa. berharap istri nya sadar kalau yang di butuhkan Jasson adalah Alyssa, Bukan Alexa.
__ADS_1
"Apa yang kamu rasakan sayang?, tunggu sebentar mama akan panggilan dokter."Ucap Nyonya Anas akan berbalik pergi. Namun Jasson segera menahan tangan ibu nya.
"Dimana Alyssa Ma?." Tanya Jasson lagi saat melihat ibu nya menghindari pertanyaan nya.
Nyonya Anas menelan Saliva nya.
"Untuk apa kamu cari dia, dia sudah pergi meninggalkan kamu, dia itu wanita yang hanya ingin uang, setelah dengan Alexa hamil dan Mama berikan kebebasan untuk memilih, dia memilih untuk pergi dari keluarga kita."Ucap Nyonya Anas membuat Jasson menutup mata nya, membuang nafas berat memikirkan ucapan ibu nya.
"Sudah lah, untuk apa kamu memikirkan wanita itu, dia sudah pergi, fokus lah pada kesembuhan mu."Ucap Nyonya Anas lekas berjalan pergi memanggil dokter.
Tuan Albert menatap putra nya penuh kesedihan.
"Nanti Papa akan jelaskan semua nya, sekarang, jangan banyak pikiran dulu nak."ucap Tuan Albert.
Jasson menutup mata nya yang masih terasa pusing, pikirkan kini tentang Alyssa, kenapa Alyssa meninggalkan nya.
••••
Setelah lalu perjalanan 2 jam menuju ke kota sebelah, Azka pun membawa Alyssa dan adik-adik nya ke sebuah rumah yang lumayan besar.
__ADS_1
Pemandangan di halaman rumah ini sangat asri, membuat Emely tersenyum.
"Ini rumah kak Azka, wah hijau sekali kak."Ucap Emely.
"Iya, letaknya masih di pinggiran kota, kalian bisa tinggal disini."Ucap Azka.
"Bagaimana Alyssa, kau suka tempat nya?." Tanya Azka menoleh menatap Alyssa yang tampak sendu.
"Ini sangat bagus, tapi rumah sebesar ini, apa ada yang tinggal Azka?, sepertinya terawat sekali?." Tanya Alyssa.
"Tidak ada yang tinggal, tapi seminggu 2 kali ada yang datang untuk membersihkan, dan ini sudah di bersihkan, kalian bisa lansung menepati nya."Ucap Azka.
Nando pun tampak menurunkan koper-koper dari dalam bagasi mobil.
"Makasih Azka. maaf sekali lagi aku merepotkan mu."Ucap Alyssa.
"Tidak merepotkan, aku malah senang membantu mu, bukan kah kita teman dekat dulu sampai sekarang?".Ucap Azka.
Alyssa tersenyum dan mengangguk. Alyssa pun menyeret koper nya masuk ke dalam rumah, Azka masih berdiri di depan mobil nya menatap Alyssa yang berjalan masuk dengan senang. cinta pertama nya, meski sudah tahu Alyssa memiliki suami, tidak melunturkan rasa sayang Azka pada Alyssa yang selama ini ia cari.
__ADS_1