Ranjang Panas Tuan Duda

Ranjang Panas Tuan Duda
69 - Keluar Rumah Sakit


__ADS_3

"Kau tak mengerti Azka, Aku di nikahi karena mereka menginginkan bayi ku."


lagi-lagi perkataan Alyssa membuat semua nya terkejut. rahasia yang di simpan Alyssa selama ini, ia pun mulai menceritakan semuanya pada keluarga nya dan Juga Azka, agar semua nya terbuka dan tak ada lagi yang di tutup tutupi.


"Aku juga tidak menginginkan semua itu terjadi, tapi keadaan memaksa ku melakukan nya."Ucap Naira. Naira menangis terisak-isak.


Azka pun merasa tidak enak pada Alyssa, ia mendekati wanita itu lalu memeluk nya, Alyssa pun menangis di dalam pelukan laki-laki itu.


"Aku mengerti keadaan mu sekarang, Izinkan aku menolong mu Alyssa, Aku akan membawa mu dan Adik mu keluar kota bersama, kita hidup di luar kota sampai kelahiran anak mu, Paling tidak jangan sampai mereka tahu tentang kehamilan mu."Ucap Azka.


Alyssa melepaskan diri dari pelukan Azka, melihat wajah laki-laki itu, Melihat keseriusan Azka tentang apa yang ia ucapkan Barusan.


"Aku tidak mau merepotkan mu Azka."Ucap Alyssa.


"Tidak sama sekali, aku senang bisa membantu mu, nanti Nando bisa bekerja di perusahaan ku, kebetulan perusahaan ku sedang membutuhkan orang."Ucap Azka.


"Perusahaan?." Alyssa mengerutkan kening mendengar Azka memiliki perusahaan.

__ADS_1


Ha ha ha ha


Azka tertawa saat semua tampak menatap nya penuh tanya. karena yang Alyssa tahu, Azka memiliki sebuah Cafe Resto di kota ini.


"Kenapa memandang ku begitu?."Tanya Azka bingung.


"Aku pikir kamu membuka Resto."Ucap Alyssa.


"Itu hanya sampingan saja."Balas Azka.


"Perusahaan Joylanda adalah milik keluarga ku."Ucap Azka.


"Yah, itu benar, aku juga agak terkejut saat mendengar Jasson suami Alyssa adalah pemilik Graham Group."Ucap Azka.


"Maaf Azka, aku benar-benar tidak ingin merepotkan mu."Ucap Alyssa.


"Kak, benar kata Kak Azka, sebaiknya kita pergi, kita bisa kembali suatu hari nanti kerumah Papa dan Mama."Ucap Emely yang tak ingin sang kakak terus bersedih. ia juga sama hal tidak rela jika Keluarga Graham mengambil bayi sang kakak.

__ADS_1


"Begini saja Alyssa, selama kamu tinggal bersama ku, kau bekerja saja membantu ku, anggap saja itu balasan seimbang." Azka menawarkan tawaran yang membuat Alyssa pun akhirnya menyetujui nya.


setelah 2 hari di rawat di rumah sakit, Alyssa pun sudah siap untuk kembali ke rumah, dengan berjalan sembari mengandeng tangan Emely, Naira keluar dari kamar tempat ia di rawat.


Alvin yang baru saja membeli makanan untuk Nyonya Anas dan Tuan Albert melihat Alyssa yang berjalan bersama dengan Emely, posisi yang sangat jauh, namun Alvin memastikan kalau itu benar Alyssa.


Berpapasan dengan Nanda dan Azka yang baru saja menyelesaikan tagihan rumah sakit.


"Alyssa." Panggil Alvin, Nando yang melihat pun Lekas Nando menahan Alvin yang baru saja akan menghampiri Alyssa.


"tuan Alvin, Tolong jangan ganggu kakak saya lagi."Ucap Nando.


"Saya ingin bicara dengan nya sebentar." Ucap Alvin.


"Apa kau tidak mendengar apa yang adik nya katakan, Alyssa dan bos mu sudah tidak lagi memiliki hubungan apa pun saat ini, berhenti menganggu nya, dia sedang tertekan karena masalah ini, tolong pengertian anda."Ucap Azka.


Melihat situasi yang tidak memungkin ia bicara dengan Alyssa, terlebih wanita itu sudah tidak terjangkau lagi di matanya, Alvin pun memilih untuk pergi dengan perasaan agak kesal karena di tahan oleh kedua laki-laki itu.

__ADS_1


..."*Alyssa harus tahu ini, aku akan menemuinya setelah ini." ucap Alvin. ...


..."Jasson, kau harus segera sadar, aku bertemu dengan Alyssa tadi, dia seperti nya memikirkan mu."Bisik Alvin, berharap ucapan nya ini di dengar Jasson dan menyemangati Jasson untuk segera sadar*....


__ADS_2