
"Itu semua tidak perlu, aku sudah mengecek nya, pernikahan kalian tidak pernah terdaftar kan."Ucap Nando.
"Apa?." Emely terkejut. Alyssa dan Azka pun menatap Nando dengan tatapan yang tidak menyangka. Nando menundukkan pandangan nya, tak sanggup melihat reaksi sang kakak.
Selama ini Alyssa mengira semua sudah di urus oleh Nyonya Anas, namun ternyata, bukan hanya acara pernikahan yang tidak ada, tapi surat pernikahan pun tidak pernah ada. Nyonya Anas hanya menginginkan bayi untuk pewaris, tidak dengan Alyssa.
Alyssa menggenggam sendok di tangan nya, sebelum akhirnya ia melepaskan dengan kasar dan meninggalkan meja makan.
"Alyssa."
"Kakak."
Panggilan Azka dan Emely tidak di dengar Alyssa, ia kembali sedih memikirkan betapa jahat nya nyonya Anas pada nya.
"Kakak, Apa benar yang kakak katakan?, Bagaimana kakak bisa tahu?." Tanya Emely menatap Nando.
"Iya Nando, bagaimana bisa kau tahu itu semua secepat ini?." Tanya Azka pun ikut penasaran.
"Aku datang ke kantor untuk mengecek apa pernikahan kak Alyssa benar terjadi atau tidak, itu beberapa hari yang lalu, Karena aku melihat sikap kak Jasson sangat dingin, bahkan orang kantor tidak ada 1 pun yang tahu tentang Kak Jasson yang sudah memiliki istri, aku mengetahui saat sejak hari pertama aku masuk bekerja di kantor kak Jasson, kak Alyssa seolah tidak pernah ada."Tutur Nando. Emely menutup mulut nya dengan tangan, tak menyangka akan hal itu.
"Namun saat kami makan bersama dengan Kak Jasson hari itu, aku merasa kalau kak Jasson juga menyayangi kak Alyssa, itu sebab nya aku tidak bertanya pada kak Alyssa tentang ini. tapi bagus lah kalau begini, Tidak perlu repot-repot."Ucap Nando.
Pria itu terlihat tenang, Namun tangan nya di bawah meja mengepalkan tangan dengan kuat, seolah kepalan tangan nya siap menghancurkan semua yang ada di depan nya.
__ADS_1
"Kalian harus sabar dan tenang menemani kakak kalian menghadapi semua ini."Ucap Azka.
Alyssa masuk ke dalam kamar nya, menangis memikirkan Semua itu.
"Alyssa." Suara Azka mengalihkan pandangan Alyssa.
Alyssa lekas menyapu air mata nya saat Azka menghampiri nya.
"Aku tahu kamu pasti sulit menghadapi semua ini, semua ini pasti menyakitkan bukan?." Ucap Azka.
"Tapi kamu harus ingat, masih ada kedua adik mu disisi mu, yang juga sedih ketika ia melihat kamu bersedih Alyssa."Ucap Azka.
Azka menatap sedih dan kasihan pada Alyssa saat ini. wanita yang menjadi cinta pertama nya, yang selama ini ia cari-cari malah menghadapi masalah yang begitu besar.
"Makasih Azka sudah mengingatkan ku, Aku sampai tidak sadar sudah membuat kedua adik ku sedih."
"Sedih itu boleh saja Alyssa, tapi jangan terlalu larut ya, kamu masih harus bersemangat untuk hari esok." Ujar Azka. Alyssa tersenyum dan mengangguk dengan mata yang sembab
•••
Dirumah sakit.
Matahari pun kini sudah berada di tengah. Alvin tampak berdiri di koridor rumah sakit, sembari memegangi ponsel nya.
__ADS_1
"Alyssa, kau dimana?, kenapa telefon mu tidak bisa di hubungi." Kata Alvin yang sejak tadi berusaha menghubungi Alyssa. karena Alyssa tidak datang sejak kemarin.
Tuan Albert datang kembali bersama Nyonya Anas yang cemas memikirkan putra mereka.
"Paman, Bibi, Kalian datang berdua?."Tanya Alvin sembari melihat kebelakang kedua orang tua itu.
"Dimana Alyssa?." Tanya Alvin lagi.
Tuan Albert menatap istri nya dengan tatapan kecewa. Nyonya Anas menyadari itu.
"Kenapa Papa melihat mama seperti itu?, Mama sudah bilang tidak melakukan apa pun, dia sendiri yang pergi setelah di berikan kebebasan."Ujar Nyonya Anas tak ingin disalah kan.
"Alyssa pergi?." Alvin terkejut mendengar apa yang di katakan Nyonya Anas.
"Iya Alvin, cerita panjang, nanti Paman ceritakan, Bagaimana keadaan Jasson?." Tanya Tuan Albert.
Alvin mengelengkan kepala sedih. Karena Jasson masih belum sadarkan diri.
"Tapi kata dokter kondisi Jasson sudah lebih baik sekarang."Balas Alvin.
"Syukurlah."
..."Alyssa, Kau kemana?, Jasson pasti membutuhkan mu, bukan membutuhkan Alexa."Gumam Alvin mencemaskan keberadaan Alyssa saat ini....
__ADS_1