
Pagi hari nya.
Alyssa terbangun dan mendapati diri nya tertidur di lengan Jasson, ia sangat terkejut, dan lekas menghindari nya, goncangan kuat itu seketika membangunkan Jasson.
"Apa kau bisa jangan ribut sepagi ini?." Ucap Jasson kesal karena tidur nya terganggu.
"Maaf." Balas Alyssa.
Jasson menghela nafas kesal, ia turun dari tempat tidur sembari memijit tangan nya yang terasa pegal di jadikan bantal oleh Alyssa seharian ini,menuju ke kamar mandi.
Alyssa terdiam, ia jadi tidak enak dengan Jasson, menganggu tidur laki-laki itu.
Saat Alyssa dan Jasson keluar dari kamar untuk sarapan, Kedua nya di kagetkan dengan Alexa yang tengah bersama Dengan Nyonya Anas.
"Kalian sudah bangun, ayo duduk." Ajak Nyonya Anas.
Tatapan Alexa yang kemarin biasa saja pada Alyssa, kini menatap Alyssa dengan sinis setelah ia mengetahui dari Nyonya Anas kalau Alyssa kini adalah istri Jasson.
__ADS_1
"Selamat pagi Jasson, Mama tadi mengundangku untuk sarapan bersama." Ucap Alexa.
Alyssa menatap Nyonya Anas, tak menyangka Kalau Itu akan di lakukan Nyonya Anas.
Jasson ingin melihat wajah Alyssa yang berdiri di samping nya agak kebelakang, namun ia mengurungkan niat nya, Lalu duduk tanpa mengatakan apa pun.
"Jasson, seperti janji ku hari ini, Aku akan menanda Tangani kontrak kerja sama kita, Nanti kita pergi bersama ya." Ucap Alexa lagi.
"Iya." Balas Jasson datar.
"Ayo berangkat Alexa." Kata Jasson.
Alexa mengangguk. "Kami pergi dulu Ma, Pa." Pamit Alexa lalu menatap Alyssa dengan senyum sinis nya.
Alyssa hanya diam dengan tegang menatap Alexa yang juga melihat nya, Hingga Jasson dan Alexa pergi, ia masih duduk mematung dan hanya melihat Alexa dengan seenak nya mengandeng suami nya di depan nya.
"Apa yang Mama lakukan?, mengundang Alexa untuk datang?." Tuan Albert Tak Percaya dengan apa yang ia dengar tadi.
__ADS_1
"Papa tidak perlu ikut campur, Alexa mengatakan ia siap melahirkan pewaris untuk keluarga ini, Kalau Alyssa tidak mampu, Alexa akan mengantikan nya, Mama sudah katakan sejak awal dengan Alyssa, kalau tidak sanggup mendapatkan hati Jasson maka posisi nya akan tergantikan." Ucap Nyonya Anas dengan tegas.
"Mama terlalu terobsesi untuk memiliki cucu, pewaris pewaris dan Pewaris terus yang Mama ucapkan, Jasson dan Alyssa tentu saja tidak mudah untuk lansung bisa saling menerima, butuh proses." Ucap Tuan Albert.
"Mama tidak perduli lagi Pa, Lagi Pula, Mama tidak melihat ada sedikit pun usaha Alyssa untuk mendapatkan hati Jasson." Ucap Nyonya Anas.
Nyonya lalu berdiri dengan kesal meninggalkan meja makan. Alyssa yang duduk mematung duduk diam tak bergeming, perlahan cairan bening mengalir di pipi nya.
"Alyssa, Maafkan istri ku, Aku akan bicara dengan nya nanti." Ucap Tuan Albert.
"Tidak apa-apa Pa, sudah beberapa bulan aku menikah, tapi aku belum mampu melakukan tugas ku dengan baik, Aku yang salah Pa." Ucap Alyssa.
"Jangan putus asa begitu, Papa nyakin kamu pasti bisa, lagi pula Jasson sudah tidak mengharapkan Alexa lagi, Mereka berdua karena urusan kerja saja." kata Tuan Albert mencoba memberikan kata Positif untuk sang menantu.
"Iya Pa." Balas Alyssa tersenyum walau berat.
Hanya Tuan Albert saja yang ia rasa sangat baik pada nya, meski Tuan Albert jarang bicara dengan Alyssa, Namun Alyssa Adalah Menantu nya, dan Tuan Albert tak ingin Alyssa tersakiti. Ia sangat kecewa ketika melihat Sang Istri yang begitu terobsesi seperti ini, menginginkan pewaris dan melakukan ini pada Alyssa.
__ADS_1