
Alexa sampai di ruangan tempat Jasson di rawat, Alexa dengan senang menghampiri Jasson tanpa rasa malu, atau pun canggung, berfikir Jasson pasti akan menerima nya dengan baik. memeluk laki-laki itu."Jasson aku senang kau sudah sadar." Ucap Alexa. Namun balasan Jasson sungguh mengejutkan Alexa.
"Lepaskan tangan mu!." Bentak Jasson penuh tekanan, membuat jantung Alexa berdetak kencang.
"Jasson, kamu kenapa?." Alexa masih mencoba menyentuh Jasson, berharap itu bisa membuat Jasson menggengam tangan Alexa dengan kuat.
"Jangan sentuh aku Alexa!, Ku peringatkan kau, kalau hubungan kita telah berakhir."Tatapan yang menyeramkan membuat Alexa pun akhirnya ketakutan.
Alvin yang baru saja dari luar masuk dan menghampiri Alexa. dengan tatapan kesal, menarik turun Alexa menjauh dari Jasson.
"Alexa, kau sedang apa disini?."
"Aku datang melihat Jasson, memang nya salah?." Tanya Alexa.
"Aku tidak ingin kau datang kemari, pulang lah!." Ucap Jasson datar, mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
__ADS_1
Alexa mengertakan gigi nya, menahan kesal dan kecewa dengan sikap Jasson pada nya saat ini.
"Kau sudah dengar kan apa kata Jasson?, silakan keluar." Ucap Alvin. mengarahkan tangan nya untuk menunjukkan pintu keluar pada Alexa.
"Jasson, kenapa kamu bersikap seperti ini dengan aku, Aku ini sedang mengandung anak kita, meski kamu tidak bisa menerima aku, paling tidak terima anak kita."Ucap Alexa. Namun Jasson tetap tak menoleh ke arah nya.
Melihat ia dihiraukan oleh Jasson, Alexa pun keluar dengan perasaan kesal.
Jasson menghela nafas yang terasa sesak setelah Alexa pergi.
Nyonya Anas masuk ke dalam kamar putra nya, membuka lemari dan melihat pakaian-pakaian yang ia beli untuk Alyssa, seperti nya tak ada yang di bawa oleh wanita itu.
Nyonya Anas menghela nafas dengan sendu ia duduk di tepi ranjang. dengan tangan nya mengelus tempat tidur itu.
"Mama kenapa disini?." Tanya Tuan Albert.
__ADS_1
"Papa, Mama merindukan Jasson." Ucap Nyonya Anas mengalihkan pandangan nya.
"Bilang saja mama merindukan Alyssa, tidak usah malu, orang nya juga tidak disini."Ucap Tuan Albert tersenyum sembari berjalan masuk.
"Papa itu sok tahu, lagian dia memilih untuk pergi dari pada berjuang bertahan di keluarga kita, untuk apa merindukan nya."Ucap Nyonya Anas mengelak.
Tuan Albert menarik nafas panjang dan mengelengkan kepala nya, ia tahu kalau istri nya sedang merindukan sosok Alyssa.
"Yah, Mama harus akui kalau dia lebih baik dari Alexa, Dia sangat sopan dan sangat mau mendengar ucapan kita. tapi mama tidak suka dia tidak pernah mau berusaha mendapatkan hati Jasson, lihat Alexa, baru kembali sudah berusaha mendapatkan Jasson kembali."Ucap Nyonya Anas.
"Tapi mama harus melihat juga, Jasson kini sudah mulai luluh pada Alyssa, apa mama tidak lihat, orang yang ia cari adalah Alyssa saat sadar dari koma nya." Ujar Tuan Albert.
"hm sudah lah, Mama mau ke rumah sakit saja liat Jasson."Nyonya Anas mengakhiri pembicaraan dengan suami nya. lalu berjalan keluar dari kamar itu.
"Mama, Mama."
__ADS_1
Alyssa yang selalu bersama nyonya Anas melewati hari sejak awal menikah, tak di pungkiri bagi nyonya Anas kalau Alyssa adalah wanita yang baik dan sopan, tak pernah sekali pun nyonya Anas melihat kalau Alyssa adalah wanita cinta uang. namun kekesalan nya pada Alyssa karena tak kunjung hamil dan mendapatkan hati putra nya membuat ia merasa agak kesal, merasa Alyssa tak sedikit pun berusaha untuk bisa mendapatkan hati Jasson.