
Setelah tahu kalau Anak yang di kandung Alexa adalah Anak Jasson, Alyssa merasa begitu gelisah. sejak Alexa pergi dari kamar nya, Alyssa terus duduk memandangi keluar jendela. Sesekali air mata nya jatuh menetes.
..."Untuk apa aku sedih, bukan kah ini bagus, ini yang aku inginkan, sejak aku datang, aku memang tidak berniat melahirkan anak untuk mereka. Kenapa sekarang aku malah bersedih, apa aku takut, atau aku tidak rela, Ya tuhan, kenapa itu begitu sulit bagiku." ...
Jasson masuk ke dalam kamar dan melihat Alyssa tampak duduk diam di depan jendela.
..."Apa Alyssa sudah tahu?." ...
Jasson menarik nafas panjang lalu dengan berat mengeluarkan nya, sebelum ia berkata pada Alyssa.
"Ayo keluar makan!." Ajak Jasson.
"Aku sedang tidak lapar."Balas Alyssa datar.
"Aku bilang ayo kita makan." Ucap Jasson lagi dengan nada suara tak ingin di bantah.
__ADS_1
Namun Alyssa masih duduk diam tak bergeming. Jasson mengepalkan tangan nya, dengan geram ia berjalan mendekati Alyssa, Meraih pergelangan tangan wanita itu dengan cengkraman kuat menarik nya untuk keluar.
Di perlakukan begitu kasar oleh Jasson, tentu saja Alyssa tidak terima, wanita itu memberontak pada Jasson.
"Lepaskan aku Jasson!, Lepaskan!." Teriak Alyssa, Untuk pertama kali nya ia berteriak pada Jasson.
Sontak teriakan Alyssa membuat Jasson terkejut, ia membalikan tubuh nya menatap Alyssa yang menatap nya dengan tajam.
"Alyssa!." Teriak Nyonya Anas lekas mengalihkan pandangan mereka. Menoleh bersama ke arah Nyonya Anas yang masuk ke dalam.
Pandangan Alyssa perlahan menurun saat Nyonya Anas datang.
"Berani sekali kamu membentak Putra ku, Apa hak mu membentak dia, Kau ku nikahi dengan dia dengan syarat kau harus menjadi istri yang baik dan penurut, bukan yang seperti ini."Ucap Nyonya dengan tegas. Nada nya tinggi memperlihatkan kemarahan nya atas sikap Alyssa.
"Maaf Ma."
__ADS_1
"Kamu bersikap seperti itu karena kamu sudah tahu tentang kehamilan Alexa kan?, Dengar Alyssa, saya tidak memaksa kamu untuk bertahan disini, kalau kamu merasa keberatan untuk bertahan disini, kamu boleh lakukan saja apa yang kamu mau."Ucap Nyonya Anas.
"Kau boleh pergi jika kau mau." Nyonya Anas dalam kemarahan nya.
Alyssa meremas jemari jemari nya, ia tahu ia hanya seseorang yang lemah tidak berdaya. Nyonya Anas dengan marah berjalan pergi meninggalkan Alyssa yang masih berdiri diam mematung. air mata nya seketika saja menetes, kedua kaki nya seolah tak mampu lagi menopang tubuh nya, Wanita itu terduduk di lantai lalu menangis sejadi-jadinya.
Sementara Jasson, Mengendarai mobil nya dengan laju di jalan yang sepi, tanpa tahu kemana tujuan ia pergi saat ini. Perasaan nya terasa terbalaskan saat pacuan mobil semakin laju dan laju.
Nyonya Anas mencoba menghubungi Jasson, Jasson yang melihat telefon dari nyonya Anas pun lekas mematikan sambungan telefon nya, Ia sedang tak ingin bicara dengan siapa pun.
Dalam tangisan Alyssa, Ia merasa teramat sedih yang tak lagi mampu ia tahan, dengan masih sesenggukan Alyssa pun segera mengambil ponsel nya, lalu menelepon Nando.
Alyssa membuang nafas untuk menetralkan suara yang masih terisak Isak.
"Hallo."
__ADS_1
"Nando." Menyebut nama adik nya sekali, tanpa sanggup melanjutkan nya dengan nada bicara yang bicara seolah ia baik-baik saja.
Nando mendengar Suara Alyssa yang terdengar berat, ia tahu ada sesuatu yang sedang terjadi.