Ranjang Panas Tuan Duda

Ranjang Panas Tuan Duda
75 - Temukan dia Untukku


__ADS_3

"Ada paket kak." jawab Emely.


"Paket apa?."


"Gak tahu, gak ada orang nya, tapi tadi liat kurir nya pergi, pas mau panggil udah keburu jauh."Balas Emely.


"Alyssa menatap kardus yang ada di hadapan nya, ia lalu membuka nya dengan ragu dan binggung. Namun setelah di buka, Alyssa tersenyum saat yang ada di dalam adalah perlengkapan bayi.


"Ini pasti dari kak Azka." Ucap Emely.


"Dasar Azka ini." Alyssa tersenyum mengelengkan kepala nya.


Alyssa lalu teringat pada sosok Jasson, seharusnya laki-laki itu yang menemani nya saat ini, namun meski merindukan sosok itu, disisi lain, Alyssa juga sangat takut kalau kehamilan nya di ketahui oleh keluarga Graham, takut mereka akan mengambil bayi nya suatu hari nanti.


Alyssa dan Emely duduk membuka kotak yang berisikan pakaian bayi dan perlengkapan bayi, semua sangat lucu, Tampak beberapa kotak susu ibu hamil, membuat Alyssa mengelengkan kepala nya, karena Azka bisa tahu semua ini.


Tiba-tiba perasaan Alyssa menjadi sendu, ia mengelus perut nya, ia sangat tidak sabar lagi segera bisa melahirkan buah hati nya.


"Kak Azka kenapa beli ini mendadak ya kak, padahal kandungan kakak kan baru mau jalan 2 bulan."Ucap Emely.

__ADS_1


"Tidak tahu, Coba kakak hubungi dia dulu."Balas Alyssa.


Alyssa lalu menelepon ke no Azka, namun no pria itu tidak dapat di hubungi, membuat Alyssa heran, karena tidak biasa nya.


"Gimana kak?." Tanya Emely.


"No nya tidak aktif, dia pasti sangat sibuk."Balas Alyssa.


"Iya kak, Sudah 2 hari ini kak Azka juga tidak datang, tumben sekali ya kak."Balas Emely.


"Karena dia orang yang sibuk, kita tidak boleh menganggu nya."Balas Alyssa


Azka adalah orang sibuk, namun ia sesekali menyempatkan diri nya untuk melihat kondisi Alyssa, Alyssa tahu tanpa harus di beritahu oleh Azka. sosok pria yang baik seperti Azka membuat Alyssa sering tidak enak hati ketika Azka membantu nya.


•••


Jasson baru saja pulang bekerja, Nyonya Anas dan Tuan Albert pun tampak sedang menikmati makan malam.


"Jasson, ayo makan bersama."Ajak Nyonya Anas.

__ADS_1


"Aku tidak lapar."Balas Jasson sembari melenggang pergi dari sana.


Nyonya Anas menghela nafas mengelengkan kepala nya melihat sikap Jasson, sejak pulang dari rumah sakit, nyonya Anas melihat sosok yang berbeda dari putra nya.


Meski kadang bersikap cuek dengan nya, tapi Jasson tidak pernah bersikap tidak sopan dengan Nyonya Anas, bahkan tidak pernah sekali pun melewatkan ajakan Nyonya Anas. tapi kini Jasson bahkan menghiraukan nya.


"Sudah lah, lanjutkan makanan nya.",Tuan Albert mencoba menenangkan istri nya yang tampak terlihat sedih.


•••


sampai di kamar, Jasson menghempaskan diri nya di tempat tidur. lalu mengeluarkan ponsel dari saku celana nya.


"Vin, aku ingin kau carikan aku detektif yang handal untuk menemukan Alyssa, aku ingin tahu keadaan nya saat ini."


"Baik Jasson."


"Jangan jawab baik saja Vin, sudah berapa Minggu aku menunggu kabar dari mu, tapi kau tak kunjung mendapatkan nya."Ucap Jasson dengan kesal.


"Aku akan segera menemukan orang yang kau suruh Jasson."Balas Alvin.

__ADS_1


"Temukan dia untukku Vin." Ucap Jasson sebelum mengakhiri sambungan telefon.


Setelah Jasson mematikan sambungan telefon Alvin yang sedang berada di ruangan kerja nya menyandarkan tubuh nya, sembari membuang nafas sesak. Jasson yang terus mendesaknya untuk menemukan Alyssa membuat Alvin merasa binggung harus melakukan apa.


__ADS_2