
Mata Alyssa sesekali melihat ke arah Jasson, sesekali juga ia menghela nafas berat saat wanita itu sesekali curi kesempatan menyentuh laki-laki yang berstatus suami nya itu.
Azka yang seorang yang menyenangkan untuk di ajak bicara pun membuat Alyssa terus saja tertawa. ketika menceritakan memori masa sekolah tadi. tiba-tiba Jasson datang dan berdiri di samping Alyssa.
Jasson memegangi tangan Alyssa lalu mengajak nya keluar. tentu saja itu membuat Azka bertanya siapa dan ada apa?.
"Jasson, ada apa?."tanya Alyssa.
"Ayo pulang." Singkat saja suara berat itu terdengar.
"Alyssa." Azka menghadang langkah Jasson. Alyssa khawatir saat melihat Azka menghadang langkah Jasson.
"Alyssa, kau mau kemana?, siapa dia?." Tanya Azka.
"Suaminya." Ucap Jasson. mata Alyssa terbelalak saat Jasson mengatakan hal itu.
"Suami?."
"Azka, aku minta maaf, aku harus pulang. lain kali aku akan menjelaskan semua nya, tolong menyingkir lah."Ucap Alyssa.
Azka masih mematung menatap Tajam Jasson. Jasson pun menatap Azka dengan tatapan yang sama. Jasson lalu mengunakan tangan nya menyingkirkan Azka dari jalan nya.
Azka hanya bisa berdiri melihat punggung Alyssa yang berjalan pergi dari hadapan nya, Alyssa merasa sangat tidak enak dengan Azka saat ini, namun ia tak mengerti kenapa Jasson melakukan ini pada nya, Apa dia cemburu?, dia tidak suka?.
__ADS_1
•••
"Buka mobilnya." Jasson meminta Alyssa untuk membuka kunci mobil.
Alyssa pun mencari tapi tak menemukan nya. "Tertinggal di dalam." ujar Alyssa.
Jasson menarik nafas panjang lalu membuang nya. "Jasson." Alvin datang menghampiri Jasson.
"Alyssa, kau juga disini?." Tanya Alvin.
"Kunci mobil!."
"Untuk apa?, kalian mau kemana?, bagaimana dengan Nona Dara?." Alvin bertanya sembari memberikan kunci mobil yang ada di tangan nya pada Jasson. Tapi tak mendapatkan jawaban dari Jasson.
"Iya, tapi kalian mau kemana?." lagi-lagi pertanyaan Alvin tak mendapatkan jawaban.
"Ada apa dengan Jasson dan istri nya?, padahal aku baru saja memarkirkan mobil."Gumam Alvin. ia lalu berjalan masuk ke dalam cafe resto itu.
•••
"Jasson ada apa?, Kenapa kamu bersikap begitu, Aku jadi tidak enak dengan teman ku." Ucap Alyssa.
"Apa kau melupakan status mu?, bagaimana kalau Mama melihat ini?, Kau jalan dengan laki-laki dan tertawa bersama disini." Ucap Jasson.
__ADS_1
"Tapi kami tidak melakukan apa-apa, lagi pula aku sudah meminta izin pada mu Jasson."Balas Alyssa.
"Kau tidak mengatakan kalau dia laki-laki." Balas Jasson dengan suara tenang namun terdengar tegas.
"Apa aku tak boleh berteman dengan laki-laki?, lalu bagaimana dengan mu?, ini sangat tidak adil." Ucap Alyssa.
"Berapa kali wanita itu menyentuh mu, dan aku tidak bersikap seperti yang kau lakukan saat ini." lanjutnya lagi.
"Kau memperhatikan ku?." Tanya Jasson
"Tentu saja, Kau kan suami ku." Alyssa terpaku setelah ia mengatakan kalimat terakhir.
Jasson menatap tajam Alyssa.
"Sejak kapan kau di beri izin mengakui aku suamimu?." Tanya Jasson.
Alyssa pun cemberut mendengar nya. "Meski kau tidak menganggap ku, Tetap saja status di antara kita tidak akan berubah." Balas Alyssa.
"Padahal tadi dia juga mengatakan sendiri pada Azka kalau dia suami ku. aneh sekali, malah balik bertanya."Gumam Alyssa.
Mobil lalu sampai di halaman rumah, Alyssa turun dari mobil lebih dulu dari mobil karena kesal pada Jasson. Jasson pun mengikuti dari belakang.
Langkah Alyssa terhenti di ambang pintu saat Nyonya Anas berjalan keluar ke arah nya dan Jasson. wajah Nyonya Anas tampak serius. Alyssa menelan Saliva nya. sejak kedatangan Alexa bulan lalu, Sikap nyonya Anas sudah berubah pada nya, Sikap awal yang begitu hangat kini menjadi ketegangan saat Alyssa berhadapan dengan wanita di hadapan nya itu.
__ADS_1