Ranjang Panas Tuan Duda

Ranjang Panas Tuan Duda
47 - Menangis Seharian


__ADS_3

Beberapa Saat keluar dari rumah, Jasson menepis tangan Alexa yang mengandeng diri nya.


"Alexa, Aku harap kau ingat kalau kau sudah meninggalkan ku, Jangan seenaknya datang tanpa salah seperti ini." Ucap Jasson.


Alexa terdiam saat telah sampai di depan mobil Jasson.


"Jasson, aku tahu kau kini sudah menikah, Mama sudah memberitahu ku siapa wanita tadi, Alyssa itu. Aku juga sudah tahu alasan kau dan dia menikah."Ucap Alexa.


"Aku sudah katakan Pada Mama, Aku siap jika harus melahirkan anak untuk mu Jasson." ucap Alexa.


Jasson mematung mendengar hal itu, Bagaimana mungkin Ibu nya memberi tahu semua itu pada nya.


"Jangan Gila Alexa."


Alexa memeluk Jasson dari belakang. "Aku memang sudah Gila Jasson, Aku Gila selama ini berpisah dengan mu, Aku masih mencintai mu Jasson, Lagi Pula Mama telah setuju Jasson." Balas Alexa.


Jasson terkejut yang Alexa lakukan, ia lekas melepaskan tangan Alexa yang melingkar di tubuh nya.


"Itu kata Mama, Bukan Aku."Ucap Jasson lalu masuk ke dalam mobil nya.


"Kita jumpa di kantor."Kata Jasson sebelum masuk ke dalam mobil.


Alexa menatap Mobil Jasson berjalan pergi meninggalkan nya.


•••


Di kantor.


Jasson menceritakan semua pada Alvin, Alvin yang mendengar juga tidak percaya.


"Kau jangan sampai melakukan itu Jasson, kasihan Alyssa."Ucap Alvin.


Jasson menatap Alvin.

__ADS_1


"Aku tidak perduli dengan Alyssa, Lagian aku juga tidak berfikir untuk memiliki 2 istri."Ucap Jasson.


"Iya terserah kau saja, inti nya kau jangan melakukan itu."Ucap Alvin.


Tok


Tok


Tok


Pembicaraan mereka teralihkan saat Alexa masuk ke dalam ruangan Jasson.


"Alexa, Kau bisa ikut Alvin untuk tanda tangan." Ucap Jasson tanpa menatap wanita itu.


"Baiklah Jasson." Balas Alexa tanpa mengatakan apa pun lagi, lalu berjalan mengikuti Alvin. wajah Nya sedih ketika Jasson bersikap dingin pada nya.


Jasson membuang nafas berat memikirkan semua ini.


•••


Alyssa duduk diam di kamar nya, ia tidak tahu harus melakukan apa saat ini.


"Aku harus bagaimana ya Tuhan, Kenapa sampai saat ini, sulit sekali bagi ku menjalankan hidup ku, kapan kau akan memberi kan hak kebahagiaan ku." Alyssa duduk menatap Langit, berharap Tuhan mendengar jeritan hati nya saat ini.


Nyonya Anas sejak pagi tadi, saat Alyssa bermaksud untuk menghampiri nya dan meminta maaf kalau ia membuat Nyonya Anas marah. Namun Nyonya Anas seperti menghindari nya, dan tak ingin berbicara dengan Alyssa.


Nyonya Anas yang biasanya bersikap baik pada nya sejak ia masuk ke dalam rumah ini, seketika berubah setelah kehadiran Alexa kemarin.


Saat Jasson pulang dari kantor, ia masuk dan melihat Alyssa sudah berbaring menutup diri dengan selimut, Jasson melihat jam di pergelangan jam tangan nya, baru menunjukan pukul 8 malam, tapi Alyssa sudah tertidur.


Jasson lalu masuk ke kamar mandi, Menganti pakaian dan Keluar untuk makan malam.


"Tuan, tidak mengajak Nona untuk makan serta?." Tanya Pelayan.

__ADS_1


"Dia belum makan?."


"Belum tuan, Sejak pagi hanya di kamar saja, Nyonya Anas juga tadi mengatakan jangan mengajak Nona makan, kalau dia ingin makan, bisa keluar sendiri."Ucap Pelayan lagi.


"Kalau begitu, siapkan makan malam kami, bawa ke kamar." ucap Jasson.


"Baik Tuan."


Jasson duduk di kursi meja makan, menunggu makanan di siapkan, ia memikirkan Alyssa. Ia merasa sangat jahat membiarkan Ibu nya melakukan semua ini pada Alyssa karena Obsesi ibu nya memiliki seorang Anak.


Saat makanan sudah siap, Jasson pun masuk di ikuti pelayan.


Jasson lalu membangunkan Alyssa setelah nya.


"Bangun."


"Kenapa?." Tanya Alyssa dengan mata yang membengkak karena menangis seharian.


"Ada apa dengan mata mu?."


"Tidak apa-apa." Alyssa menundukkan pandangan nya.


"Ayo makan!."


Alyssa menoleh dan melihat makanan sudah siap di atas meja.


"Aku tidak lapar, kau makan sendiri saja."Balas Alyssa.


Jasson mengambil lengan tangan Alyssa, lalu menariknya untuk duduk di sofa.


"Aku sudah bilang tidak mau makan Jasson." Ucap Alyssa.


"Duduk dan Makan." Tegas Jasson, tak menerima kata penolakan. Alyssa pun dengan enggan memegangi sendok untuk makan, meski ia sedang tidak nafsu untuk makan.

__ADS_1


Jasson menatap wanita yang sangat kasihan menurutnya. Alyssa makan sembari sesekali melihat Jasson, kadang laki-laki itu begitu jahat dengan sikap dan kata katanya, tapi kadang kala ia bersikap sangat baik dan perhatian dengan nya seperti saat ini.


__ADS_2