
Matahari mulai menampakkan diri nya, Menyinari kedalam kamar Alyssa, membuat Wanita itu pun terbangun dari tidurnya. Entah sejak kapan ia tertidur, ia menangis hingga lelah dan akhirnya tertidur.
Alyssa yang meluapkan kesedihan dengan menangis semalaman di kamar pun kini merasa air mata nya sudah kering, kedua matanya membengkak, ia masuk ke kamar mandi dan melihat diri nya yang tampak menyedihkan.
Tok
Tok
Tok
Emely datang mengetuk pintu sang kakak. Mendengar itu, Alyssa lekas mencuci wajah nya, lalu mengambil handuk mengeringkan nya sebelum ia berjalan membuka pintu.
"Emely."
"Sarapan yuk kak!." Ajak Emely.
"Kamu gak sekolah?, ini udah siang loh."Ucap Alyssa.
"Kak, Aku izin hari ini, Badan aku gak enak, mungkin masuk angin."Emely memijit mijit leher nya yang terasa pegal.
"Kamu bohong ya?, pasti karena kakak kan?." Tanya Alyssa.
"Maaf ya kak, Tapi Emely ga tega ninggalin kakak. tapi Emely janji kalau kakak udah baikan, Aku pasti sekolah."Ujar nya.
Alyssa membuang nafas sembari tersenyum menatap sang adik. lalu berjalan keluar kamar bersama Sang adik.
__ADS_1
"Masak apa hari ini?, kayak nya enak, harum nya sampai sini." Tanya Alyssa mengalihkan pembicaraan.
Emely pun tersenyum dan semangat mengajak sang kakak ke dapur.
Saat sampai di dapur, Alyssa di kagetkan Azka yang tengah memasak, dan tampak Nando duduk di meja makan memainkan ponsel, tersenyum saat melihat sang kakak datang. semua bersikap seolah tidak ada kesedihan semalam, agar tidak berlarut terus. meski itu tidak mengubah perasaan Alyssa saat ini.
"Azka. kamu ngapain?." Tanya Alyssa terkejut.
"Hei, selamat pagi Alyssa, duduk lah, Aku menyiapkan makanan spesial untuk kalian semua."Ucap Azka.
Alyssa menatap Nando seolah meminta penjelasan, Nando mengangkat bahu nya tidak tahu apa-apa. Alyssa mengelengkan kepala nya lalu menghampiri Azka yang sibuk memasak.
"Azka, kau tidak perlu melakukan ini, sini berikan pada ku. ini bukan tugas mu."Ujar Alyssa.
"Hei, hei, hei, nona Alyssa, Duduk lah di sana, hari ini dapur ini milik ku."Ucap Azka tak ingin di bantah.
"Ini bukan keras kepala, hanya menuntaskan saja."Ucap Azka. Alyssa pun tersenyum.
Alyssa lalu duduk bersama Emely dan Nando, tak berselang lama, Azka datang dengan nasi goreng spesial buatan nya. masakan di berikan wortel dan Sayuran membuat nya terlihat sangat lezat.
"Wah, tampak lezat." ucap Emely.
Alyssa pun tersenyum, tidak menyangka Azka sangat pandai memasak.
"Silakan di nikmati, kalau mau tambah masih banyak."Ucap Azka.
__ADS_1
Semua pun mulai menikmati makanan yang tampilan nya sama lezatnya dengan rasa nya.
Alyssa tersenyum senang merasakan enak nya makanan ini, namun saat wajah Jasson tiba-tiba melintas di pikiran nya, karena biasa Jasson turut duduk makan bersama mereka pun kembali menjadi sedih.
Azka pun melihat perubahan wajah Alyssa dan mengerti ia kembali teringat kesedihan nya.
"Nando, Aku kehilangan nomor pengacara papa dulu, Apa kau masih punya??" Tanya Alyssa.
Nando yang menyuapi makanan terhenti mengangkat wajah nya menatap Alyssa.
"Untuk apa?." Tanya Nando.
"Untuk mengurus perceraian ku dengan Jasson." Ucap nya.
Nando meletakkan sendok nya dan menatap sang kakak.
"Itu semua tidak perlu, aku sudah mengecek nya, pernikahan kalian tidak pernah terdaftar kan."Ucap Nando.
"Apa?." Emely terkejut. Alyssa dan Azka pun menatap Nando dengan tatapan yang tidak menyangka. Nando menundukkan pandangan nya, tak sanggup melihat reaksi sang kakak.
Selama ini Alyssa mengira semua sudah di urus oleh Nyonya Anas, namun ternyata, bukan hanya acara pernikahan yang tidak ada, tapi surat pernikahan pun tidak pernah ada. Nyonya Anas hanya menginginkan bayi untuk pewaris, tidak dengan Alyssa.
Alyssa menggenggam sendok di tangan nya, sebelum akhirnya ia melepaskan dengan kasar dan meninggalkan meja makan.
"Alyssa."
__ADS_1
"Kakak."
Panggilan Azka dan Emely tidak di dengar Alyssa, ia kembali sedih memikirkan betapa jahat nya nyonya Anas pada nya.