Ranjang Panas Tuan Duda

Ranjang Panas Tuan Duda
40 - Sangat Berbeda


__ADS_3

Setelah selesai makan, Nando dan Jasson duduk di halaman rumah yang terdapat kursi panjang di sana.


Entah sejak kapan mereka mulai Akrab, Alyssa yang baru saja selesai berberes keluar untuk menemukan Jasson.


Pemandangan di depan nya membuat ia membeku sejenak di teras rumah. Jasson dan Nando tampak Duduk asik mengobrol berdua.


"Apa aku salah lihat??" Batin nya.


Jasson yang sangat jarang mau bicara dengan siapa pun dan bahkan pada Alyssa yang setiap malam tidur 1 kamar dengan nya, Kini tampak Asik berbicara dengan Nando, Senyum Jasson yang jarang bisa Alyssa liat pun kini terlihat jelas di depan nya. Meski tidak tahu apa yang sedang mereka bicara kan, Tapi Alyssa bisa melihat dari gerak bibir keduanya.


Saat masih melihat kedua nya, Mata Jasson menoleh ke arah Alyssa berdiri, Alyssa lekas mengalihkan pandangan nya dan mencoba untuk tidak salah tingkah kalau tidak Jasson akan tahu ia melihat nya sejak tadi.


Alyssa lalu berjalan menghampiri Jasson dan Nando.


"Jasson, Apa sudah selesai, mau pulang sekarang?." Tanya Alyssa.


Entah ia merusak obrolan kedua nya atau tidak, Alyssa lebih peduli takut Membuat Nyonya Anas marah pada nya, karena ia pun tidak tahu, Jasson datang mungkin saja karena Karena pinta Nyonya Anas.


Jasson mengangguk kecil, ia segera bangkit berdiri dan menepuk pundak Nando.

__ADS_1


"Bekerjalah dengan giat." Ucap Jasson pada Nando.


Alyssa menebak, mereka tadi membicarakan tentang Nando yang akan mulai bekerja di kantor Milik keluarga Graham.


"Tentu kak." Balas Nando.


Alyssa pun pamit pada Emely dan Nando sebelum ia masuk ke dalam mobil.


"Kak, Boleh kan kak Alyssa sering-sering main kesini?." Tanya Emely pada Jasson.


"Kapan pun dia Mau."Balas Jasson. Emely tersenyum dan melihat Alyssa.


Emely dan Nando melihat mobil yang membawa sang kakak pergi dari halaman rumah mereka, Raut wajah Emely menjadi sedih.


"Masih rindu kakak."Balas Emely.


"Kamu tadi terlalu semangat meminta Kak Jasson makan." ucap Nando.


"Hei Kak, aku lakukan itu karena aku ingin kak Jasson tahu kalau Kak Alyssa bisa menjadi istri yang baik untuk nya dan juga dalam hal memasak."Ucap Emely.

__ADS_1


"Lagi pula, Makanan Di tempat Kak Alyssa memang sangat enak, tapi rasa nya tidak seenak punya kak Alyssa." Tutur Emely dengan mulut bawel nya.


"Aku ragu kak Jasson akan sering sering datang kesini. kau sangat bawel." Ucap Nando.


"Kakak......"


Nando tersenyum dan berjalan masuk. Emely pun tertawa kecil ketika tadi ia mengajak Jasson untuk makan. sebenarnya Emely tak lagi suka dengan Jasson saat malam itu ia datang Dan berdebat dengan kakak nya.


Namun ternyata Jasson tidak seburuk itu pikirnya, membuat ia melonggarkan kewaspadaan nya kalau Jasson akan menyakiti sang kakak.


•••


Di dalam mobil Alyssa duduk di samping Jasson yang mengemudi. "Kenapa kamu datang menjemput ku?." Tanya Alyssa sekedar memecah kesunyian di dalam mobil.


"Mama yang minta."


"Jadi, apa boleh aku sering-sering datang ke rumah Orang tua ku??" Tanya Alyssa mengingat perkataan Jasson saat menjawab Emely.


"Selagi Mama mengizinkan mu." Ucap Jasson singkat.Alyssa tersenyum mendengar nya, ia rasa tentu saja Nyonya Anas akan setuju saja jika minta izin untuk pulang. karena yang terpenting, Jasson tidak keberatan.

__ADS_1


Sikap Jasson yang tadi nya begitu terlihat hangat dan biasa saja saat di rumah Orang tua Alyssa, kini berubah, tatapan nya kembali dingin dan tak banyak bicara.


"Dia memang pandai menetapkan diri pada situasi tentu, bagus lah, aku sedikit tenang saat Jasson harus bertemu dengan Emely dan Nando, paling tidak, sikap Jasson menunjukan kalau ia seorang kakak ipar dan tidak bersikap dingin pada adik adik ku." Batin Alyssa.


__ADS_2