
Perjalanan Jasson dan Alvin menuju luar kota hanya ia habiskan dengan melamun dan tidur. Jasson sungguh kehilangan gairah untuk menjalani aktivitas setelah Alyssa pergi.
Ia kini baru menyadari kalau wanita yang tidak ada apa-apa nya itu ketimbang Alexa sudah mencuri sebagian hati nya selama ini.
"Jasson, Apa kita akan menginap disana?." Tanya Alvin.
"Iya, Biar kita beberapa hari dulu disana, aku sungguh malas kalau mama meminta ku menemani Alexa." Balas Jasson.
"Baik lah kalau begitu, aku akan memboking kamar untuk beberapa hari kedepan."Ucap Alvin. Jasson mengiyakan.
•••
Di tempat lain.
Alyssa yang tengah menyiapkan makan siang untuk dirinya dan Alea di kejutkan dengan kedatangan Azka yanh mengagetkan mereka.
Azka berdiri tersenyum mematung membuat kedua wanita itu terkejut bersamaan.
"Azka, kau mengagetkan ku."Ucap Alyssa.
"Apa kabar Alyssa."
"Tentu saja aku baik, Lama tidak bertemu." Alyssa dan Azka saling berpelukan melepaskan rindu.
"Iya, Makanya aku datang, aku tahu kau sudah rindu berat pada ku."Ucapa Azka membuat Alyssa dan Alea tertawa.
"Kau ini, masih saja suka becanda." Alyssa mencubit pinggang Azka, membuat laki-laki tertawa.
__ADS_1
"Oh iya Azka, kau sudah kenal kan, sahabat ku Alea."
"Hi."
"Iya, kita sudah kenal sebelum nya, Apa kabar Juga Alea."
"Baik, Kau betul Azka, Alyssa benar merindukan mu." Goda Alea.
Azka pun tertawa menanggapi candaan Alea, sebenarnya ia senang kalau memang itu benar-benar nyata.
"Alyssa, ada yang ingin aku bicarakan pada mu." Raut wajah Sumringah Azka tiba-tiba berubah serius. Alyssa pun jadi bertanya-tanya apa yang ingin Azka bicarakan sampai begitu serius riba-tiba.
"Ada apa?, Seperti nya serius sekali?."Tanya Alyssa.
"Seperti nya ada orang yang sudah mengetahui keberadaan mu."
"Paket yang kau cerita kan itu, itu bukan dari Aku Alyssa, Paket yang aku ingin berikan pada mu baru aku kirim 1 hari sebelum aku menelepon mu, aku agak terkejut saat kau bilang paket nya sudah kau terima, karena tidak mungkin secepat itu. Itu sebab nya, Aku pulang untuk memastikan kau baik-baik saja."Ucap Azka.
Jantung Alyssa tiba-tiba saja berdegup kencang, siapa yang mengirimi nya paket selama ini, berarti seseorang telah tahu kehamilan nya.
"Menurutmu siapa yang mengirim nya?." Tanya Alea.
"Mungkin dari keluarga Graham, karena hanya mereka yang paling mencari Alyssa, tapi yang pasti bukan Nyonya Anastasya, karena kalau dia tahu Alyssa hamil, dia pasti sudah datang."Ucap Azka.
"Kalau begitu, kita harus tahu siapa pengirim nya."Ucap Alea.
"Alyssa, kamu tidak apa-apa kan?." Tanya Alea.
__ADS_1
"Gak apa-apa, aku hanya agak takut saja."Balas Alyssa.
"Jangan takut, ada aku melindungi mu Alyssa."Ucap Azka. Alyssa tersenyum kecil dan mengangguk, namun perasaan nya tetap khawatir.
•••
Keesokan hari nya.
Nando yang libur bekerja akan keluar untuk berbelanja keperluan rumah yang sudah mulai habis.
Nando menghampiri Alyssa dan Alea yang sedang memasak.
"Alea, Kau ingin ikut aku belanja?." Tanya Nando.
Alyssa mendengar ajakan sang adik pada sahabat nya pun tersenyum heran, sementara Alea tampak tidak enak saat Nando mengajak nya.
"Aku tidak kamu ajak?." Tanya Alyssa.
"Iya, aku juga kak Nando tidak ajak."Nimbrung Emely.
Nando menghela nafas berat. "Yah, aku pikir Alea akan bosan setiap hari di rumah, makanya aku mengajak nya, kalau kak Alyssa mau ikut, ayo kita pergi!. Dan Emely jaga rumah."Ucap Nando.
"Aku di tinggal?." Emely cemberut.
"Iya, nanti mobil ga muat kalau kamu ikut." Balas Nando.
"Iya deh iya, Kalau kak Alyssa ga ikut, kak Alea yang bahaya, pasti kak Nando mau modus." Canda Emely.
__ADS_1
Nando pun memalingkan muka salah tingkah, Alyssa tersenyum mengelengkan kepala sembari melihat Alea yang tampak juga tidak nyaman dengan perkataan Emely.