
Malam hari nya.
Alyssa masuk ke kamar lebih dulu sementara Jasson duduk di teras rumah sendirian.
"Kak Jasson."
"Hm."
Emely datang menghampiri Jasson yang duduk sendiri.
"Kakak belum tidur?." Tanya Emely. Emely duduk tepat di samping Jasson.
"Belum, kenapa kamu belum tidur?." Tanya Jasson.
"Sebentar lagi kak." Balas nya lagi.
Kedua nya terdiam sejenak, Emely lalu menghela nafas sebelum ia menoleh ke arah Jasson.
"Kak Alyssa itu wanita yang baik." Ucap Emely tiba-tiba dengan lembut, sontak membuat Jasson menoleh dan bertanya.
"Kenapa kamu bicara seperti itu tiba-tiba, Em maksud ku, Aku tahu Kakak mu itu baik, tapi kenapa tiba-tiba membahas itu?." Ucap Jasson.
"Aku ingin Kak Jasson menjaga nya dengan baik, Dia sangat mencintai kami, apa pun akan ia lakukan untuk kami, aku ingin kak Alyssa bisa bahagia." Ujar Emely.
__ADS_1
Jasson tersenyum kecil dan mengangguk. "Aku mengerti." Saut nya.
Namun Jasson tak memberikan kepastian atau memberikan kenyakinan kalau ia bisa membahagiakan Alyssa, karena, Menerima Alyssa seutuhnya menjadi istri di dalam hati nya saja Jasson belum terpikirkan sama sekali.
"Orang yang baik pasti akan menerima semua yang baik juga." Ucap jasson. Emely tersenyum.
Jasson lalu berdiri dari duduk nya. "Ayo istirahat, ini sudah malam."Ajak Jasson.
"Iya kak." Balas Emely, meski ia agak kecewa karena tidak mendapatkan Jawaban Jasson yang sesuai yang ia inginkan. Namun Emely tetap tersenyum dan percaya ucapan Jasson itu ada benarnya. Orang yang baik akan menerima yang baik juga.
Jasson lalu masuk ke dalam kamar, Melihat Alyssa yang sudah tertidur lelap, sejenak ia memandangi wajah wanita itu.
"Kenapa kau harus bertemu dengan ku, seharusnya Kau tidak masuk ke dalam keluarga Graham, Sekarang aku entah harus menyalahkan mu, atau malah kasihan pada mu." Gumam Jasson.
Saat Alyssa mengerakkan tubuh nya, Jasson segera mengalihkan pandangan nya. lalu berbaring di tempat tidur, sebelum Alyssa menyadari ia sedang di perhatikan.
Keesokan harinya.
Jasson terbangun dan melihat Alyssa udah tidak ada di samping nya, Ia pun keluar untuk melihat dimana wanita itu berada.
Saat Jasson mencari, ia sampai di teras rumah dan melihat Alyssa sedang menyiram tanaman terlihat sangat tenang dan anggun. Ia tersenyum tipis melihat wanita itu.
"Kak Alyssa cantik ya kak?." Ucap Emely membuat Jasson terkejut Emely yang datang dari belakang.
__ADS_1
Jasson mendehem menyembunyikan ke terkejut nya.
"Kau tidak sekolah?." Tanya Jasson mengalihkan pembicaraan.
"Kakak tidak lihat pakaian ku?." Balas Emely tersenyum.
"Oh iya."
"Kakak terlalu fokus melihat Kak Alyssa, makanya jadi begitu." Emely tak lagi mampu. menahan tawa melihat ekpresi Jasson.
"Ada apa ini?." Tanya Alyssa yang melihat Emely asik tertawa. seperti ada yang seru untuk di bicarakan.
"itu Kak."
"Tidak apa-apa, hanya obrolan kecil, Ayo masuk ke kamar, aku tidak menemukan kemeja ku." Ucap Jasson memotong Emely yang akan mengadu, ia lalu menarik tangan Alyssa menuju ke kamar.
Emely tersenyum mengelengkan kepala melihat Jasson membawa Alyssa pergi.
"Kalau aku punya cara nya, Aku ingin mereka lebih romantis."Gumam Emely.
Saat sampai di kamar.
Alyssa pun mencari kemeja yang di maksud Jasson, namun ini sangat mudah di temukan, Terletak di atas sofa.
__ADS_1
"Ini." Alyssa memberikan dengan tatapan penuh tanya. semudah ini tapi tidak melihat.
"Oh iya, Aku tidak melihat nya." Alasan Jasson, Karena sebenarnya Jasson hanya ingin mengalihkan pembicaraan Emely yang ingin mengadu ia sedari tadi memperhatikan Alyssa, bukan benar-benar sedang mencari kemeja.