
Malam itu.
Jasson pun tidur di kamar Alyssa, Jasson berbaring di atas perut Alyssa mencoba mendengar suara si kecil yang mungkin saja bisa ia dengar. Alyssa pun tersenyum saat merasakan sentuhan dari Jasson.
Sentuhan yang seharusnya dari lama ia harus rasakan, namun baru bisa ia rasakan setelah beberapa bulan kehamilan nya.
Bukan mendapatkan bunyi, Jasson malah merasakan gerakan nya lalu perlahan terlihat oleh mereka berdua, tentu saja itu adalah kebahagiaan bagi Alyssa dan Jasson.
"Lihat, dia gerak."Ucap Jasson.
"Iya."Balas Alyssa.
"Sayang, kau harus selalu sehat ya, ada Papa dan Mama yang sayang sama kamu."Ucap Jasson ke perut Alyssa.
Jasson lalu dengan semangat mendekati Alyssa, dan mencium kening wanita itu.
"Makasih sayang, Makasih sudah menjaga dia dengan baik."Ucap Jasson.
"Sayang?."
"Kenapa, memang nya tidak boleh?." Tanya Jasson. Alyssa tersipu malu dengan panggilan itu.
Alvin datang ke kamar Jasson dan Alyssa, mengetuk pintu.
"Jasson."
"Ada apa?."
__ADS_1
"Aku ingin bicara dengan mu sebentar."
Jasson menatap Alyssa dengan senyuman dan tatapan sayang Jasson pada Alyssa. "Aku keluar dulu ya."Ucap Jasson. Alyssa menganggukan kepala.
"Jasson, Kau sudah nyakin tidak ingin memberi tahu ibu mu lebih dulu akan membawa Alyssa pulang?." tanya Alvin.
"Tidak, aku ingin melihat bagaimana reaksi nya, aku tak akan mengatakan kalau Alyssa tengah hamil, kalau reaksi Mama baik, aku mungkin akan tetap tinggal disana, tapi kalau tidak sesuai dengan yang ku pikirkan, Aku akan tinggal di rumah ku sendiri, Aku tak ingin Alyssa tertekan karena Mama."Ucap Jasson.
"Baiklah kalau menurut mu begitu."Balas Alvin.
Besok pagi, Jasson berencana akan membawa Alyssa pulang, sebelum nya ia sudah menghubungi sang ayah untuk kepulangan mereka, Namun tidak dengan Nyonya Anas.
Di tengah obrolan mereka, Tiba-tiba sebuah mobil masuk ke dalam halaman rumah Itu, Jasson dan Alvin menoleh bersamaan.
"Azka." Alvin memberitahu Jasson.
"Aku masuk dulu Jasson."Ucap Alvin lagi. Jasson pun mengangguk.
"Jasson."
"Hi."
"Kau datang semalam ini?." Tanya Jasson.
"Iya, kalian kan berencana akan pulang besok, jadi aku bawa kan oleh-oleh untuk kalian, besok mungkin aku tak akan bisa mengantar kalian karena aku ada kesibukan."Balas Azka.
"Maaf merepotkan mu."
__ADS_1
"Tidak sama sekali."Balas Azka lalu duduk di samping Jasson.
"Azka, sebelum nya aku belum sempat berterima kasih pada mu, terima kasih sudah menjaga Alyssa dan adik adiknya."Ucap Jasson.
Alvin tersenyum.
"Jujur saja aku katakan Jasson, kau itu laki-laki yang beruntung, kau mendapatkan Alyssa tanpa kau harus mencintai nya lebih dulu, sementara aku mencintai nya sejak lama, tapi saat ada kesempatan itu datang, ternyata dia sudah menjadi milik mu.",Ucap Azka.
"Iya, kau benar, Aku memang beruntung memiliki nya. aku doakan kau mendapatkan yang baik seperti Alyssa."Ucap Jasson.
"Iya, jaga dia baik-baik, kalau dia menangis lagi, aku tidak akan melewatkan kesempatan itu."Tutur Azka.
Jasson tertawa kecil lalu menganggukan kepala nya mengiyakan. Alyssa yang berdiri dari balik pintu mendengar semua nya.
Azka yang mencintai Alyssa, meski sampai ia tahu ia telah memiliki suami, mencoba merelakan Alyssa, karena ia tahu kebahagiaan Alyssa ada pada Jasson.
•••
Di rumah nyonya Anas.
Nyonya Anas menangis memikirkan kesalahan yang sangat fatal ia telah lakukan. padahal ia telah mencintai sosok Alyssa sebagai menantu nya, tapi karena obsesi nya memiliki cucu untuk keluarga ini, ia sampai di bohongi oleh nenek sihir Alexa.
"Ma, kenapa masih menangis, Jasson besok pulang, kalau dia masih melihat mama menangis padahal sudah beberapa hari, nanti Jasson bisa marah."
"Papa tak mengerti, Mama sakit hati pada Alexa Pa."Ucap Nyonya Anas.
"Iya, tapi kalau sakit hati terus, kapan mau sembuh nya. ini cukup jadi pembelajaran untuk mama, jangan mudah percaya sama orang."Ucap Tuan Albert.
__ADS_1
"Iya..."Ketus nyonya Anas.
Tuan Albert tersenyum melihat Istri nya kini mendapatkan sesuatu yang bisa membuat nya menyesal.