
Dalam tangisan Alyssa, Ia merasa teramat sedih yang tak lagi mampu ia tahan, dengan masih sesenggukan Alyssa pun segera mengambil ponsel nya, lalu menelepon Nando.
Alyssa membuang nafas untuk menetralkan suara yang masih terisak Isak.
"Hallo."
"Nando." Menyebut nama adik nya sekali, tanpa sanggup melanjutkan nya dengan nada bicara yang bicara seolah ia baik-baik saja.
Nando mendengar Suara Alyssa yang terdengar berat, ia tahu ada sesuatu yang sedang terjadi.
"Nando." Ucap nya lagi, tapi kini di lanjutkan dengan tangisan Alyssa yang pecah.
"Nando, Aku..."
"Kakak dimana sekarang, Aku akan menjemputmu sekarang. tunggu lah aku datang." Ucap Nando dengan datar namun terdengar tegas.
•••
Alyssa menyusun barang-barang nya, ia masukan semua ke dalam koper nya satu persatu, Menggenggam setiap helai pakaian yang ia sentuh dengan rasa sakit di hati yang teramat sangat dalam.
__ADS_1
Begitu mudah nya keluarga ini mempermainkan diri nya, membuang nya disaat tak lagi di butuhkan. Entah harus sedih atau senang, tapi Alyssa merasa bersyukur belum sempat melahirkan anak untuk Jasson.
Ia menerima pernikahan ini karena di paksa oleh keadaan dan kondisi yang kurang baik. Setelah menikah, Ia berusaha menjadi istri yang baik, Penuh ke hati-hatian untuk tidak membuatnya marah.
Alyssa berjalan dengan koper nya menuju ke kamar nyonya Anas.
"Kamu sudah nyakin akan pergi?." Tanya Nyonya Anas.
"Iya Ma, Aku datang untuk pamit dan meminta Mama menanda Tangani ini, kalau aku sudah menyelesaikan tugas ku selama kontrak pernikahan ku."Ucap Alyssa memberikan sebuah kertas yang sudah ia siap kan. berjaga-jaga bila suatu hari ada sesuatu akan terjadi.
Nyonya menghela nafas sebelum ia membaca dan menandatangani surat yang di ajukan oleh Alyssa. melihat Nyonya Anas menanda tangani surat itu, Alyssa pun tersenyum lirih.
"Maafkan Aku ma, Selama ini belum Memberikan apa yang mama inginkan dari aku." Ucap Alyssa.
Namun Nyonya Anas tak menjawab nya dan hanya diam saja, wajah nya tampak kecewa dan kesal pada Alyssa. Melihat ia tidak dihiraukan, Alyssa pun berjalan pergi setelah itu.
ia bertemu dengan Alexa yang baru saja turun dari mobil nya, Melihat Alyssa keluar dengan koper nya, Alexa tersenyum sinis penuh kemenangan.
Alyssa menatap nya dengan tatapan tajam, Alexa berjalan menghampiri nya.
__ADS_1
"Alyssa, Aku tak menyangka kau akan pergi secepat ini."Ucap Alexa dengan seperti olokan. Alyssa diam tak mau meladeni nya.
"Tapi aku berharap kau tidak akan pernah berani melangkahkan kaki ke rumah ini lagi Alyssa, karena ini bukan rumah kamu lagi."Ujar Alexa lagi. Memancing Alyssa untuk membalas ucapan sinis nya.
Namun Alyssa memilih untuk tidak mengatakan apa pun, dan berjalan pergi melewati Alexa begitu saja, tidak membawa mobil yang di belikan Jasson untuk nya, Alyssa hanya berjalan kaki keluar dari halaman rumah ini.
Alexa tersenyum penuh kemenangan melihat Alyssa berjalan pergi, dari sisi lain, di teras rumah atas, Nyonya Anas pun memperhatikan Alyssa pergi meninggalkan rumah ini.
•••
Mama kenapa membiarkan Alyssa pergi, Dia kan menantu kita, istri nya Jasson." Ucap Tuan Albert setelah tahu apa ya g terjadi.
"Mama hanya mengatakan kalau ia mau pergi, mana tahu mama ternyata dia memang mau pergi, dia memang menginginkan ini."Ucap Nyonya Anas.
"Lagian Mama masih pusing memikirkan Jasson yang entah kemana dengan keadaan marah." Tutur nya lagi.
"Mama ini, selama ini, Mama yang membawa nya kesini, sekarang malah mama bilang biarkan saja. hanya karena Alexa hamil anak yang belum tentu itu adalah anak Jasson."ucap Tuan Albert.
Tua Albert marah dengan sikap Istri yang plin-plan, terlebih ia mengasihani Alyssa, karena bagaimana pun ia tahu Alyssa adalah wanita yang baik dan dia adalah menantu keluarga Graham.
__ADS_1