
Mama kenapa membiarkan Alyssa pergi, Dia kan menantu kita, istri nya Jasson." Ucap Tuan Albert setelah tahu apa ya g terjadi.
"Mama hanya mengatakan kalau ia mau pergi, mana tahu mama ternyata dia memang mau pergi, dia memang menginginkan ini."Ucap Nyonya Anas.
"Lagian Mama masih pusing memikirkan Jasson yang entah kemana dengan keadaan marah." Tutur nya lagi.
"Mama ini, selama ini, Mama yang membawa nya kesini, sekarang malah mama bilang biarkan saja. hanya karena Alexa hamil anak yang belum tentu itu adalah anak Jasson."ucap Tuan Albert.
Tua Albert marah dengan sikap Istri yang plin-plan, terlebih ia mengasihani Alyssa, karena bagaimana pun ia tahu Alyssa adalah wanita yang baik dan dia adalah menantu keluarga Graham.
Tiba-tiba telefon rumah berbunyi di tengah perdebatan kedua nya. Namun kedua nya masih terus berdebat, Hingga pembantu rumah tangga datang memberikan telefon rumah untuk mereka.
"Dari siapa?." Tanya Nyonya Anas ketus.
"Dari rumah sakit Nyonya." Balas nya.
Sontak kedua mata mereka membulat, pikiran mereka penuh tanya, bagaimana rumah sakit menghubungi mereka.
"Iya."
"Apa..." Nyonya Anas berteriak histeris, ia lansung terduduk di sofa setelah mendengar apa yang di katakan pertugas rumah sakit.
__ADS_1
"Ada apa Ma?." Tanya Tuan Albert penasaran.
"Jasson kecelakaan pa." Jawab Nyonya Anas. Ia seketika membeku, tidak dapat berkata-kata lagi, Tuan Albert pun mengambil alih sambungan telefon dan menanyakan keadaan Jasson berada saat ini.
•••
Alyssa duduk di halte dengan koper nya, Menunggu Nando datang menjemput nya, Ia duduk sendirian, Halte begitu sepi, Angin malam menusuk tubuh nya, Air mata Alyssa pun terus menetes, meratapi nasib nya.
..."Untuk siapa aku menangis?, Untuk Jasson?, atau untuk diriku sendiri?, Kenapa aku binggung?, Ada apa dengan ku?. seharusnya aku bahagia, ini yang aku ingin kan sejak awal, Bebas..."...
Tiba-tiba Alyssa melihat Mobil tuan Albert dan Nyonya Anas akan lewat, ia pun segera menyembunyikan wajah nya, Agar tidak di lihat oleh kedua orang itu ia masih di halte. setelah mobil nyonya Anas Lewat, Tampak di susul mobil Alexa yang juga mengikuti.
Alyssa melihat mobil itu lewat. "Mereka mau kemana?." Batin nya.
"Azka."
"Nando."
Bagaimana Nando bisa bersama Azka datang kemari, Tak mungkin Nando menghubungi Azka, karena Mereka tidak saling mengenal batin Alyssa.
Alyssa melihat kedatangan Nando pun lekas memeluk tubuh sang adik, Nando tak banyak berkata, ia tahu sang kakak pasti terluka, terlebih ia melihat koper yang di bawa sang kakak.
__ADS_1
"Alyssa, kau baik-baik saja?." Tanya Azka dengan khawatir menghampiri kedua nya.
"Kalian kenapa bisa sama-sama?." Tanya Alyssa sembari mengusap air mata nya.
Azka merasakan udara yang dingin dan Alyssa yang hanya mengunakan pakaian tipis lengan pendek pun lekas membuka jaket yang ia kenakan.
"Nanti saja bahas nya, Ayo kita pulang dulu." Ajak Azka.
"Pakai ini." Azka memasangkan jaket nya pada Alyssa, Alyssa pun menerima nya dengan senang hati, karena memang ia merasa dingin nya udara malam yang menusuk-nusuk sampai ke tulang nya.
Di dalam mobil.
Alyssa hanya diam duduk di kursi belakang, Nando dan Azka yang duduk di kursi depan pun hanya sesekali saling melihat, namun tak mengatakan apapun.
"Dimana Emely?." Tanya Alyssa.
"Di rumah, dia sudah sangat khawatir menunggu mu."Jawab Nando.
"Seharusnya dia tidak usah tahu, Dia pasti sangat sedih kalau tahu aku dan Jasson berpisah."Ucap Alyysa.
"Kalian berpisah?." Tanya Azka reflek.
__ADS_1
"Maaf Alyssa, aku tidak menyangka saja."Ucap Azka.
"Tidak apa-apa."Balas Alyssa dengan suara pelan. mata nya kembali menatap ke luar jendela, menyusuri setiap jalan yang sudah sepi seperti hati nya, ia Melihat ponsel nya, bahkan tak satu kali pun keluarga Graham menghubungi nya, ia keluar dari rumah larut malam seperti ini.