Ranni

Ranni
Bayi Dewi


__ADS_3

Mentari sudah merebut tahtanya kembali, cahaya kuning keemasaannya mulai masuk lewat celah-celah fentilasi kamar inap rumah sakit. Terlihat Afgar sedang terbaring di kasur kamar itu, Ayahnya duduk mematung disana tepat disampingnya. Tatapannya begitu kosong dia sedang memikirkan sesuatu. Dari luar terdengar suara seseorang sedang berlari.


"Af.. U dimana?" dia terdengar tergesah-gesah dan mendobrak pintu kamar itu.


Ayah Afgar tetap mematung, dia tidak memedulikan istrinya tersebut.


"Apa yang terjadi sama Afgar mas?" tanyanya kemudian.


Ayah Afgar tetap tidak menggubrisnya dia masih terus mematung. Pikirnya sedang kacau dan melayang-layang entah kemana.


"Mas, kenapa kau diam saja?" tanyanya lagi.


"MAS!!" dia mulai marah dan berteriak.


Tetapi suaminya tetap tidak menggubris, entah apa yang sedang dipikirkannya.


Melihat hal itu ia pasrah untuk membujuk suaminya bicara. Dia melangkah mendekati anaknya kemudian mulai menangis.


Hiks.... Hiks.... Hiks....


Setelah beberapa saat mematung dia kemudian berdiri dan melangkah pergi ke dekat jendela. Cahaya matahari yang masih agak samar-samar menyerbu tubuh sosok itu. Dia seperti tertelan oleh cahaya...


"Kita harus menggugurkan bayi itu" dia berbicara pelan sambil sedikit berbalik melirik ke istrinya yang masih menangis.


"Apa?" jawabnya dengan nada memastikan.


"Kita harus menggugurkannya sebelum keadaan semakin parah" dia mengulangi untuk meyakinkan istrinya.


"Tidak mas!!!" jawabnya lantang.


Mendengar itu Ayah Afgar terlihat geram, dia melangkah mendekati istrinya...


"Aku yang akan membunuhnya, jika kau tidak mau!!!" nada suaranya begitu kasar, untuk pertama kalinya sosok Ayah yang penuh kasih sayang itu berubah menjadi Iblis bertanduk. Kasih sayang dan cinta yang selalu terpancar dimatanya meredup hilang entah kemana.


"Aku akan mempertahankan bayi ini, jika kau akan membunuhnya izinkan aku mati bersamanya" suaranya terdengar putus asa.


Suaminya terlihat semakin marah, dia mencekik leher Ibu Afgar. Iblis bertanduk itu sudah menguasai jiwanya dan berhasil membuang kasih sayang dan cinta yang selalu tertanam dalam dirinya. Dia terus mencekik hingga istrinya hampir tidak bisa bernafas...

__ADS_1


"Ini anakmu mas, dia darah dagingmu. Kau sudah lama menantikannya, kenapa sekarang kau berlagak seperti tidak pernah menginginkannya?" Ibu Afgar berusaha melakukan perlawanan dengan sisa tenaganya yang ada. Dia seperti hampir kehabisan nafas.


Ayah Afgar tidak memedulikan apa yang dikatakan oleh istrinya, di terus mencekik. Iblis bertanduk itu begitu senang menguasai jiwanya hingga ingin meminta korban dan menuntut untuk membinasakan kebahagiaan yang sudah mereka bangun dengan susah payah. Di luar sinar mentari mulai mempertajam saturasinya, Mungkin kasih sayang di jiwanya masih tertelan oleh cahaya itu. Ibu Afgar mulai merintih, dia benar-benar akan mati bersama bayi yang di kandungnya. Bayi yang tidak bersalah.....


Afgar yang sedari tadi terbaring, diam-diam menyaksikan adegan yang dilakukan kedua orang tuanya. Dia berharap itu hanyalah lelucon atau adegan drama yang tidak berbobot tapi kini Ibu dan calon adiknya akan mati oleh lelucon itu....


"Ayah!!! HENTIKAN!!!" dia berteriak sambil terisak.


Mendengar teriakan Afgar, dia tersadar dan melepaskan cekikkannya. Apa yang baru saja dia lakukan? Dia melihat tangannya yang gemetar dan istri yang sangat dicintainya terbaring didepannya tidak sadarkan diri.


Afgar bangkit dan ingin memukul Ayahnya tapi Ibunya yang tak berdaya lebih diutamakannya. Dia berlari keluar dari kamar dan meminta bantuan, sedangkan Ayahnya hanya terdiam dan terus mengamati wajah istrinya. Tangannya yang gemetaran tadi perlahan kembali menjadi lebih kokoh. Kasih sayang dimatanya sudah menghilang lagi. Iblis bertanduk kembali mengambil alih tubuhnya. Cahaya mentari semakin terasa panas....


Ibu Afgar yang masih setengah sadar perlahan-lahan membuka sedikit matanya. Tapi.....


Dia begitu tidak yakin, mungkin itu kali terakhir dia membuka mata. Bayangan di matanya memantulkan sosok suami yang sangat dicintainya sedang memegang vas bunga dan hendak menghantamkannya ke perut yang melindungi anaknya. Dengan sekuat tenaga dia berusaha menghindar namun semua itu sia-sia....


Darah sudah membanjiri kamar itu, sinar mentari yang sudah stabil memperjelas situasi ruangan yang menyeramkan. Ruangan berdarah dari seorang Ibu yang melindung dewi kecilnya.


Rasa sakit itu tak tertahankan....


Lalu dunia memutih.....


Dia melihat kisah-kisah di masa lalunya seperti terulang kembali dalam bentuk vidio-vidio manis yang ternyata masih diabadikan oleh waktu....


****


*Terlihat wanita cantik sedang duduk di tepi sungai dan sedang memainkan air sungai itu...


Tangannya yang kecil berusaha membentuk gelombang-gelombang dan riak agar sungai yang tenang itu menjadi ramai...


Seseorang kemudian datang dan membantunya mengacaukan suasana sungai yang damai. Itu adalah keasihnya....


Kisah itu berlalu dalam sekejap.....


Wanita cantik yang membenci tenangnya air sungai tadi terlihat menggenggam tangan kekasihnya di depan kedua orang tuanya sambil menangis, di sekitarnya terlihat barang-barang berserahkan dan dua orang tua yang dihadapannya sedang naik pitam...


Kisah itu berlalu dengan iringan cacian dan makian dan hilang dalam sekejab....

__ADS_1


Gadis cantik tadi sedang menunggu seseorang di sungai yang tenang, tempat favorit dia dan kekasihnya. Tapi orang yang ditunggunya tidak pernah muncul. Sungai yang tenang kini menjadi gelap....


Kisah ini berlalu dan menghilang dalam sekejap.....


Gadis cantik penunggu sungai tadi, terlihat sedang berjalan mengiringi mempelai wanita yang merupakan sahabatnya untuk melewati altar. Dia terlihat menahan tangis sambil menggigit kedua bibirnya. Kekasihnya sedang bersumpah dan duduk di kursi pelaminan bersama sahabatnya.....


Kisah ini berlalu bersama iringan tangisan dan hilang dalam sekecap.....


Gadis cantik tadi terlihat mengenakan gaun pengantin yang lusuh. Dia tidak terlihat cantik tapi seperti hantu yang membunuh suaminya pada malam pernikahannya....


Kisah ini berlalu bersama iringan tangisan seorang bayi lalu hilang dalam sekejab.....


Gadis cantik itu kini terlihat memakai gaun pengantin kembali. Kekasihnya sedang bersumpah pada penghulu dan kemudian menggenggam tangannya sembari berbisik, kita sudah melalui segalanya dengan baik.....


Kisah ini berlalu bersama aroma penghianatan dan hilang dalam sekejab.....


kisah-kisah itu berakhir dengan bayangan dua pasang kekasih yang sedang memeluk bayi laki-laki yang lucu, lalu hilang dalam sekejab*...


******


perawat dan dokter memenuhi ruangan itu, mereka semua terburu-buru melakukan penanganan darurat. Afgar berdiri di mulut pintu, dia tidak habis pikir Ayah yang dicintainya benar-benar melakukan itu. Dia mengepalkan tangannya erat-erat dan berusaha menahan sesak yang mengganggunya untuk berdiri kokoh. Terlintas dalam ingatannya beberapa tragedi yang selalu bermunculan akhir-akhir ini.....


Dia perlahan-lahan pergi meninggalkan ruangan yang penuh dengan kekejaman itu. Para dokter harus menyelamatkan Ibu dan calon adiknya bagaimana pun caranya.


Dia terus menyeret kakinya pada lorong-lorong rumah sakit itu, sejenak dia berhenti. Pupil matanya membesar. Dinding-dinding lorong itu sedang meraung-raung, Afgar tidak berhenti menghantamkan tinjunya pada tembok yang tidak bersalah itu.


"SIAPA YANG MEMULAI TRAGEDI INI?" Dia berteriak sekeras mungkin mengalahkan suara tembok yang meraung-raung.


Ranni muncul dalam ingatannya lalu tenggelam dalam dekapan kegelapan yang hampa....


Hai semua.....


Terus membaca keseruan cerita mereka ya....


Salam manis dari outhor


ZLM~~~😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2