Ranni

Ranni
Jalan yang Jauh dan Berputar


__ADS_3

Afgar terus menerawang keluar jendela mobil, perasaan sakit yang menindih dadanya menjadi beban di hatinya kini terus membangunkan amarah dan rasa putus asanya. Jalin-jalinan takdir kejam melekat persis pada DNA dan RNA miliknya. Orang tuanya benar-benar telah melampaui batas, apa yang sudah mereka rencanakan? Kenapa tragedi ini terus memakan korban dan meninggalkan luka yang terus membusuk. Orang-orang yang dicintainya perlahan-lahan menghilang dan pergi entah kemana.....


"Setelah persidangan kasus kematian suami Ibumu itu, dia kembali berulah" dr. John melanjutkan ceritanya.


Afgar hanya terdiam, tidak merespon apapun dia hanya bisa menyimak cerita itu.


"Ibumu menunutut Ayah setelah itu, saat itu Ayah berusaha memberitahu semua orang bahwa Ibumu adalah wanita terkutuk dan akan menyebarkan kutukannya kepada semua orang memercayainya" dr. John menceritakan semua kejadian itu dengan nada lembut.


Afgar sudah kehabisan pertanyaan untuk bertanya, Ibunya adalah wanita kejam dan dia adalah anak wanita itu...


"Setelah orang tua Ibumu mengetahui apa yang ku lakukan mereka kemudian menyerangku, orang tuaku meninggal dalam kejadian itu. Semua orang-orang yang kucintai menghilang dan tidak meninggalkan jejak, mereka seperti dilupakan semua orang bahkan nama mereka seolah-olah tidak pernah ada dan hanya akulah yang mengetahui itu. Aku sangat depresi kala itu bagaimana mungkin aku tidak mengetahui asal-usul keluarga istriku selama 10 tahun pernikahan kami" dia terus melanjutkan ceritanya.


"Kenapa kau bisa lolos dari jeratan itu?" tanya Afgar kemudian.


" Ibumu menuntukku atas pencemaran nama baik dan menelantarkannya bersama bayi yang ada dikandungnya, dia berdalih bahwa itu adalah anakku. Tapi saat itu aku menolak bagaimana mungkin wanita tanpa rahim bisa mengandung seorang anak, aku terus megumumkannya dan mencari orang untuk memercayaiku tapi tak satupun ada yang berdiri di pihakku. Saat itu aku benar-benar hancur keluarga tempatku menguatkan diri sudah di ambil alih olehnya, hal itu mebuatku pasrah dan mengikuti apa maunya" dia terus bercerita akan kejadian itu..


Suara sunyi dan perjalanan yang jauh, Afgar masih terus menyimak.


"Ibumu memenangkan persidangan, aku dituntut untuk membiayai dan menanggung kehidupan Ibumu sampai kau berumur 10 tahun dan membayar denda 56 juta. Aku hanya pasrah dan mengikuti alur yang Ibumu rencanakan. Setelah kau lahir aku sangat bahagia, pikirku adalah aku masih punya kau sebegai keluargaku. Aku sangat menyayangimu saat itu sehingga tidak ikhlas membiarkanmu ikut terjerat dalam masalah ini, aku menyusun rencana untuk membawamu pergi dari rumah itu tapi Ibumu mengetahui rencanaku kemudian dia bersama orang tuanya mengusirku sejak saat itu. Aku hampir saja kehilangan nyawaku mereka mengurungku pada bangunan tua dan mengikatku disalah satu ruangan yang penuh dengan berbagai kembang di dalamnya" dr John menerawang pada kejadian saat itu, sudut matanya memancar kesedihan yang amat dalam. Lukanya kembali mengeluarkan nanah.


Luka yang tidak memilik obat adalah luka yang dikubur oleh waktu. Luka itu adalah kejadian menyakitkan yang pernah terjadi di masa lalu. Percayalah semakin kau coba untuk menguburnya, bayang-bayangnya akan terus muncul entah dari mana. Kebahagiaan yang sudah kau rasakan akan terasa hampa karena luka itu, dia akan terus mengganggumu dan terus mengikutimu. Ketika dia muncul, tragedi-tragedi yang sudah terjadi itu seolah akan kembali terulang dan kau harus menutup luka dari awal lagi. Betapa menyulitkannya itu, Luka-luka itu akan menjadi trauma. Kau terus-terusan akan merasakan sakit, kau akan terus merasa takut. Ketika kau sedang tersenyum dan tertawa yang ada dipikiranmu adalah "ketika aku sangat bahagia maka aku akan menerima tragedi yang membuatku sangat sedih" lalu kau memilih berhenti untuk bahagia. Kau akan menjauhi keramai dan menutup diri yang kau rasakan adalah tidak perlu merasa bahagia karena semua itu percuma, waktu yang sedang kau jalani sekarang adalah waktunya untuk berjuang. Waktu menciptakan semua ini dan waktu yang akan mengobatinya...


Dia sedang menguatkanmu, kau sedang dilatih menjadi orang hebat yang bisa melawan waktu dan menghentikan kutukan itu...


"Bagaimana kau bisa selamat dari tempat itu" Afgar bertanya lagi.


dr. John tidak menjawab, sepertinya kejadian itu sangat menyakitkan sehingga dia tidak sanggup untuk melanjutkan ceritannya.


Kesunyian kini memenuh mobil itu, hanya bunyi hempasan angin dan rauman mesin yang terdengar. Pikiran mereka sedang melayang-layang pergi seolah tidak ingin kembali.


"Kita sudah sampai" dr. John mengejutkan Afgar yang hampir tertidur.

__ADS_1


"Ini rumah siapa?" tanya Afgar


"Ini rumahku" jawab dr. John singkat.


"Om tinggal di rumah yang besar ini sendirian?" Afgar mengkerutkan keningnya.


"Aku tinggal bersama istri dan anakku" jawab dr. John


Sebelum Afgar bertanya lagi, dr. John mengacak-acak kepala anaknya itu sambil berkata,..


"Om,.... panggilan yang cukup akrab. Kau sudah memutuskannya" dia berkata sambil tersenyum.


Afgar ikut tersenyum, mereka masih layak untuk bahagia.


Ketika memasuki rumah dr. John, Afgar terperangah. Rumah itu sangat mewah dan memiliki nuansa yang berbeda.


Seorang wanita paruh baya muncul dan menyambut mereka, Afgar sangat terkejut. Dia menyipitkan matanya ingin memastikan wajah istri dr. John tersebut. Sinar lampu yang terang memperjelas wajah liciknya, itu perawat yang menghina keluarganya.


Melihat itu dr. John berusaha menenangkannya, dia merangkul Afgar sambil berkata,..


"Dia orang baik nak" nada suranya terdengar sangat lembut.


"Dia sudah menghina dan mencibir adikku yang tidak berdosa!!!" suaranya dipenuhi amarah.


dr. John kemudian mengkode istrinya untuk menjelaskan pada Afgar tentang apa yang sudah dia perbuat.


"Aku minta maaf Af, aku memang sulit mengontrol emosiku" dia melangkah dan memeluk Afgar.


Afgar berusaha melepaskan pelukan istri Ayah biologisnya itu, tapi entah kenapa wanita begitu kuat melampaui kekuatan wanita pada umumnya.


Hatinya benar-benar terbakar amarah, mana mungkin dia akan tinggal dengan wanita yang telah menghina keluarganya. Dia berpaling dan menatap dr. John,...

__ADS_1


"Aku tidak bisa tinggal disini, aku lebih baik pulang" nada suaranya terus meninggi amarahnya tidak bisa dibendung.


"Hari sudah terlalu larut jika kau ingin pulang sekarang, tinggalah semalam saja disini besok pagi pulanglah jika kau ingin. Tapi rumah ini selalu terbuka untukmu Af..." Istri dr. John berusaha menenangkannya.


Entah kenapa meskipun dia berusaha melembutkan pandangannya tapi aura liciknya bisa dirasakan oleh Afgar.


*******


Plaaaakkkk...!!


"Berani sekali kau membuatnya marah!!!" dr. John meneriaki dan menampar perawat yang berdiri di depannya.


"Itu hanya hal sepele tapi kau berani menamparku!!!" perawat itu membalas meneriaki suaminya.


Plaaaakkkk...!!!


"Kau bilang ini hal sepeleh? Kita tidak akan bisa menyembuhkan Aqyla tanpa dia!!!!" dia mulai menurunkan nada suaranya, nama anak itu berhasil mengontrol jiwanya.


Perawat itu terdiam dia menahan pipinya yang membiru sambil menangis....


****


Malam itu memang sudah sangat larut Afgar tidak bisa pulang, terpaksa dia menginap di rumah dr. John.


Seorang pelayan mengantarkannya ke salah satu kamar untuk tempat Afgar tidur malam ini.


Setelah pelayan meninggalkannya sendiri, dia membanting badannya pada kasur kamar dan menatap lekat pada langit-langit kamar itu. tangannya reflek mengambil album kecil di sakunya. Dibukanya album itu kembali, dia memegang wajah wanita cantik yang tersenyum pada foto pertama di album itu.


"Ranni, meski ini bukan kau semoga kelak kau tersenyum seperti ini padaku" Afgar menyimpan album itu di dadanya sambil menutup mata.


Di belahan dunia manapun kau berada, kita berasal dari tragedi yang sama. Kau harus mengingatnya kita akan dipertemukan lagi...

__ADS_1


__ADS_2