Ranni

Ranni
Mentari dan Kekejamannya


__ADS_3


Hati yang rapuh tidak bisa mengukur dimensi cinta ketika dia hadir. Dia yang selalu disampingmu dan selalu mencuri perhatianmu tidak mesti selalu mengisi hatimu juga dan kau menyebutnya sebagai cinta sejati. Hargailah siapa yang sedang berdiri untukmu. Kalaupun dia berbohong pasti dia sedang membuat pijakan untuk berpegang pada takdirmu dan menahanmu untuk selalu disampingnya. Jaga dia untukmu...


Afgar mengemudi mobil dengan ugal-ugalan, nyawanya sedang dipertaruhkan untuk itu. Aqyla sedang dalam masalah sekarang akibat ulahnya yang ceroboh.


"Sialan.." dia rem mendadak ketika melihat lampu merah di depannya.


Kondisi jalan terlalu ramai mustahil untuk menerobosnya, dia hanya akan membahayakan nyawa orang lain. Ketika lampu merah sudah berganti dia kembali mengemudi dengan kecepatan tinggi. Yang ada dipikirannya sekarang adalah Aqyla.


Beberapa saat yang lalu dr. John menelponnya dan mengatakan kekecewaannya pada Afgar yang tidak bisa menjaga Aqyla.


"Aku sudah bilang anak itu tidak bisa diandalkan" Ibu Aqyla menangis sambil memegang tangan anaknya itu.


"Kita tidak punya solusi lain!!!" dr. John geram.


"Aku akan mencari cara, adik Afgar sepertinya bisa kita manfaatkan" dia berbicara sambil menyipitkan matanya.


"Kamu sudah gila? Aku tidak mau ikut terjerat lagi dengan masalah itu" dia berbisik pelan sambil mengepalkan tangannya.


"Aku akan lakukan apapun untuk Aqyla!!" dia berteriak sambil mendekati dr. John.


"Kita bisa apa? Afgar satu-satunya solusi untuk menjaga kita semua tetap aman" dia memegang pundak istrinya sambil tertunduk pasrah.


"Aku akan pergi ke dimensi itu dan membunuhnya, dia tidak berhak berbagi hidup dengan Aqyla. Dia harus mengikhlaskan semuanya, Aqyla sudah lama hidup tanpa bisa melihat mentari. Dia bahkan lebih hina dari seorang bayangan. Aku akan membebaskan anakku dari semua beban yang dia pikul" dia menatap dr. John sambil menahan air matanya.


"Tidak semudah itu kita bisa pergi ke dunia itu. Jangan berpikir yang aneh-aneh" dia melepaskan bahu istrinya lalu mendekati Aqyla yang terbaring.


"Pulau kecil itu adalah kuncinya, lautan yang mengelilinya pasti akan memberi kita petunjuk. Kita hanya perlu menyusuri lautan itu dengan mendayung" dia mendekati suaminya dan memegang tangannya.


"Kamu harus tenang, anak kita akan baik-baik saja. Aku akan memberi tahu Afgar tentang penyakitnya, dia pasti akan selalu berada disampingnya jika mengetahui itu" dia berbalik dan memeluk istrinya yang mulai merintih dan menangis.

__ADS_1


Hiks.... Hiks.... Hiks...


Seberapa sering kau menangis untuk menjaga dan melindungi orang yang sangat kau cintai?


Tidak perlu merasa cemas dan khawatir. Semua orang sesungguhnya sedang berlomba mengeringkan kutukan itu bersamaan dengan air mata yang selalu menemaninya.


Bersabarlah...


Sebentari lagi, semua masa lalu yang mengubur luka akan menyesuaikan diri dengan waktu. Saat itulah kita semua berhenti melawan waktu dan membangun persahabatan dengannya.


Afgar tidak melanjutkan langkahnya untuk memasuki ruangan itu. Badai yang sudah berlalu kini datang kembali untuk menelannya. Semua itu salahnya, dialah yang mengukir bianglala di langit siang yang terik sehingga mengundang air mata untuk membentuk biasan warna-warni yang diinginkannya.


Tembok yang berdiri kokoh mampu menopang tubuhnya yang akan ambruk. Dia menyandarkan bahunya yang lelah pada tembok yang putih itu. Langit-langit rumah sakit yang selalu sama dan takdirnya yang selalu sama.


Di rumah sakit itu untuk pertama kalinya dia tahu kalau yang terjadi pada Ranni, Ibunya, dan dewi kecilnya adalah kejadian yang tidak bisa diterima oleh nalar manusia biasa dan faktanya kini Aqyla juga terjerat pada takdir yang aneh itu. Dia hanya memainkan perannya melindungi mereka semua dari jauh atau akan membunuh salah satu dari mereka untuk menyelamatkan yang lain.


Dongeng ini bukanlah dongeng jenaka, kau akan mimpi buruk ketika membacanya di malam hari.


Ssssttt.....


Afgar mengamati diam-diam dr. John dan istrinya yang keluar dari kamar Aqyla. Setelah mereka berlalu dia bergegas menyeret langkahnya untuk segera menemui Aqyla di ruangan itu.


"Apa yang terjadi?" dia menggenggam tangan Aqyla dan mengamati kulitnya yang yang penuh dengan bercak-bercak merah yang aneh.


Setelah mengamati Aqyla cukup lama dia keluar dan segera menuju ke ruangan dr. John untuk mencari tahu penyakit apa yang merusak tubuh cantik Aqyla.


Tok...Tok...Tok..


"Masuk...!!" suara dr. John terdengar parau, dia seperti habis menangis diam-diam.


Afgar membuka pintu itu pelan-pelan, tampak dr. John yang tertunduk dan enggan menatapnya.

__ADS_1


"Maafkan aku om..." dia mendekati dr. John dan duduk bersimpuh di depannya


"Kamu tidak salah nak" dia memegang bahu Afgar.


"Aku sudah mencelakai Aqyla" dia tetap tertunduk dan tidak berani menatap dr. John.


"Aqyla mengidap penyakit porfiria (Vampire Disease), aku sudah mencoba beberapa cara untuk menyembuhkannya tapi penyakit itu sangat aneh. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya. Aku sampai tidak tidur untuk beberapa hari yang kulakukan adalah terus mengamati darah Aqyla pada mikroskop. Darahnya akan bereaksi aneh ketika terpapar sinar matahari meski pada intensitas cahaya yang sangat rendah" dia berbicara sambil menuju ke rak buku yang berada di belakang Afgar.


"Kenapa Aqyla baik-baik saja saat bersamaku? Dan ketika aku meninggalkannya sesaat dia langsung sakit seperti itu, pasti ada orang yang mencelakainya" dia berusah memastikan kalau Anndin adalah dalang dibalik semua ini.


"Saat itu aku sangat lelah dan tanpa sadar tertidur dalam lab sendirian. Aku mengalami satu kejadian aneh entah itu mimpi atau nyata. Tapi saat itu yang kulihat adalah seorang anak kecil memberikanku sebuah buku dan ketika aku terbangun buku itu terletak di sampingku" dia tersenyum pahit dan memberikan buku itu pada Afgar tanpa memedulikan argumennya.


"Buku ini......, Lambang ini.....," dia terpaku sambil mengusap lambang disampul buku itu.


"Aku juga baru menyadari itu setelah melihat lambang yang ada di dahi adikmu" dia berbicara sambil tertunduk.


"Tapi apa hubungannya?" tanya Afgar sambil menatap tajam pada dr. John.


"Dalam buku itu terdapat banyak ramuan obat-obatan kuno dan di lembar terakhir buku itu menjelaskan tentang penyakit langka seperti yang diderita Aqyla" dia menjelaskan dengan nada yang sangat lembut.


Afgar dengan cepat membuka buku itu dan melihat ke halaman terkahir buku itu. Terlihat sebuah gambar anatomy tubuh manusia yang seperti ditulis tangan dengan buru-buru. Gambar itu tertulis dengan tinta merah yang menyerupai darah kering. Lalu dibawah gambar itu terdapat tulisan.


Semua saudara adalah keluarga, mereka saling berpegangan pada satu sama lain. Mereka kuat ketika bersama, jangan pisahkan mereka meski mereka berasal dari rahim yang berbeda. Mereka memiliki ikatan darah yang kuat. Mereka adalah kekuatan abadi. Ketika mereka saling berdekatan dan tersenyum bersama, sinar mentari yang kejam itu tidak akan menghanguskannya. Dia akan menari di antara bunga-bunga yang membentuk lautan, saat itulah mentari kembali menyayanginya. Dia akan bersinar mengalahkan sinar mentari dan hidup tanpa penyesalan tapi mereka tidak harus menyuburkan benih-benih cinta pada tatapan mereka. Darah mereka adalah bencana ketika menuruti cinta yang salah. Mereka kurang lebih sama seperti dua insan yang menyuburkan bunga-bunga di lahan yang gersang dan mengakibatkan perpecahan dan kekacauan.


"Ini berarti......" Afgar terpaku membaca kalimat-kalimat itu.


"Kalian harus terus bersama dalam keadaan apapun itulah obat dari penyakit Aqyla tapi kalian hanya sepasang saudara yang saling menyayangi dan mencintai hanya untuk saling melindungi bukan untuk saling memiliki" dia berbicara dengan nada tegas lalu mendekti Afgar.


"Bagaimana mungkin ada penyakit seperti itu?" dia seperti mengalihkan pembicaraan dr. John.


"Kamu mengerti maksud Ayah kan??!" dr. John memegang bahunya dan menatapnya.

__ADS_1


Afgar hanya tertunduk, perasaannya tidak bisa berbohong. Entah sejak kapan dia memendam rasa itu. Rasa untuk memiliki dan sekaligus melindungi. Rasa yang mungkin disebut cinta oleh semua orang...


Info: Porfiria adalah penyakit yang disebabkan oleh kelainan genetik dan dapat menyebabkan seseorang mengalami hal aneh yaitu tidak bisa terpapar oleh sinar matahari dan membuat mereka terus menghindari sinar matahari dan berlaku seperti vampire. Ini yang menyebabkan penyakit ini dikenal juga dengan istilah vampire disease. Porfiria adalah kondisi seseorang yang mengalami kelainan genetik akibat proses pembentukan heme yang tidak sempurna. Heme adalah bagian yang penting dari proses pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Heme dibentuk oleh sejumlah enzim sehingga salah satu enzim di dalamnya tidak boleh kurang atau rusak. Ketika satu enzim rusak atau kurang mengakibatkan proses pembentukan heme tidak sempurna dan meningkatkan risiko penyakit porfiria.


__ADS_2