Ranni

Ranni
Sepenggal Kisah


__ADS_3


Kelelahan yang berkepanjang membuat bumiku ingin tertidur. Keserakahan manusia yang terus tumbuh membuat semesta membenci dan mengutuk mereka. Dulu sekali pernah hidup bermacam-macam makhluk yang damai. Mereka bersama menjaga bumi untuk tetap menghijau. Tapi di suatu hari, semesta meniup pohon-pohon bambu. Pohon-pohon itu kemudian bernyanyi di siang yang terik. Siapa yang menyangka bahwa nyanyian itu adalah kabar buruk.


Dua makhluk lain muncul entah dari mana. Mereka datang bersama cahaya yang jatuh dari cakrawala yang tinggi. Mereka terus berkembang dengan cepat. Dua makhluk itu kemudian membentuk sekelompok peradaban. Sejauh itu mereka masih hidup bersama alam dan mencintai bumi dalam ketenangannya.


Perlahan benih-benih keserakahan tumbuh dalam hati mereka. Kecerdasan mereka tumbuh seiring keserakahan itu merambat di setiap tubuh yang rapuh. Mereka semakin banyak dan mulai mencabut tanaman tanpa tanda cinta. Anak-anak mereka yang biasanya berlari di ladang menghijau bersama layang-layang di tangannya kini beralih, mereka sudah memasuki hutan yang rimba dan menangkap makhluk-makhluk kecil untuk dimakan.


Perlahan tapi pasti anak-anak yang polos tumbuh menjadi harimau kecil yang menggemaskan. Mereka menyusuri hutan dan belajar menempa diri untuk menjadi raja hutan. Seiring waktu kini mereka telah mencapai impian itu. Mereka menghancurkan hutan tanpa peduli dan menciptakan keramaian disana. Hutan yang tenang telah berubah.


Makhluk-makhluk yang mencintai kedamaian ingin berunding dengan mereka untuk kembali pada tujuan awal mereka ada. Tapi hal itu bukan solusi baik. Semua makhluk yang damai mulai saling membenci satu sama lain. Mereka tidak lagi membaur dan bersatu tapi membentuk kelompok-kelompok yang berperang diam-diam.


Dua makhluk pembawa bencana itu kini tumbuh dengan sebutan manusia....


Makhluk yang membawa bencana. Mereka sejenis tapi tidak ada yang bisa menyatukan mereka. Hal inilah yang menyebabkan mereka hidup dalam bayang-bayang kenistaan yang hampa. Mereka mulai menebang pepohonan, menjelajahi lautan luas, memanjat gunung yang menjulang, dan menyebabkan bumi berdarah.


Makhluk-makhluk lain tidak terima dengan keangkuhan mereka. Mereka tidak bisa diam terlalu lama dan membiarkan bumi yang hijau menjadi bumi lautan nanah. Mereka bersatu dan memerangi manusia. Makhluk kecil serakah seperti mereka akan mencapai kehancuran yang semestinya.


Gunung-gunung membuka mata, lautan mulai berteriak, tanah dan bebatuan membentuk barisan untuk runtuh dalam waktunya, para penjaga hutan muncul dan menampakan dirinya dengan wajah bercahaya, para pemanah gaib siap menembakan hujan panahnya, para penyihir menyiapkan mantranya, makhluk melata dan keseluruhan hewan siap menunggu perintah, Bangsa peri juga tidak tinggal diam, mereka membangunkan amarah roh-roh yang terkubur. Mereka semua bersatu untuk melawan makhluk hina dan serakah.

__ADS_1


Tapi......


Semesta tidak membiarkan bumi yang belum dewasa menangis hari itu. Dia kemudian menurunkan surat perdamaian bersama kalung ajaib tanda perdamaian. Bumi kembali tenang dalam dekapannya. Semua makhluk kembali saling merangkul. Saat itulah mulai bermunculan makhluk-makhluk lain dari hasil persilangan manusia dengan para peri hingga membentuk beberapa peradaban dan kemampuan yang berbeda-beda.


Merekalah yang mengontrol waktu, suhu, cuaca, angin, bunga, pepohonan, dan lain-lain. Sampai saatnya keserakahan yang membeku mulai mencair dan tumbuh kembali. Manusia yang tidak memiliki kemampuan mulai mempropaganda kedamaian. Di bawah naungan raja yang serakah, mereka menghancurkan manusia yang memiliki kemampuan istimewa. Pertumpahan darah kini membanjiri harapan dari kedamaian. Kali ini tidak ada yang bisa mengalahkan keserakahan manusia. Semua harapan lenyap seketika. Bumi tertidur dan menutup mata sambil menangis. Makhluk-makhluk lain yang menjaga keseimbangan kecewa dan mulai bersembunyi di gua-gua. Mereka memeluk bumi dalam kegelapan dan tanpa harapan. Manusia yang memulai kehancuran maka harus dari kalangan mereka yang menghentikannya.


Kekacauan yang tidak terelakan membuat kalung perdamaian hilang dari tempatnya. Manusia dengan kemampuan khusus mulai berkurang. Keseimbangan perlahan-lahan hancur. Satu-satunya harapan mereka adalah kalung itu. Mereka terus berdoa dan memohon pada semesta untuk mengembalikan kalung itu dan menghukum manusia yang serakah.


Semesta menjawab doa mereka dan menurunkan sebuah buku yang berisi ramalan akan kalung perdamaian.


Ένα παιδί θα γεννηθεί κατά τη διάρκεια μιας ηλιακής έκλειψης, θα πάρει το κολιέ σπίτι στον κόσμο σας με τη μορφή ενός φεγγαριού τυλιγμένου σε γαρίφαλα. θα συνεχίσει να γεννιέται όταν τον κατακλύζει. Θα διεισδύσει στο χρόνο και θα κινηθεί, δεν θα σκοτωθεί. μέχρι να έρθει η ώρα, καταλαβαίνει πραγματικά και φέρνει την ειρήνη πίσω. Είναι το δώρο μου.


Saat ramalan itu ada, semua orang kempali menemukan harapannya. Mereka terus berharap hingga suatu hari harapan itu menjawab mereka.


Saat itu dunia gelap di siang hari, pertanda bahwa gerhana sedang berlangsung.


Lahir dua orang bayi dan salah satu dari mereka di sembunyikan oleh semesta tentang keberadaannya. Semesta ingin menguji manusia dan keserakahannya. Sepasng anak berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu tumbuh dalam lingkungan yang sama. Hanya saja takdir mereka berbeda. Salah satu dari mereka membawa kedamaian dan satunya lagi membawa kehancuran.


Tapi.....

__ADS_1


Kehancuran memiliki jenis yang berbeda-beda, dialah yang menentukan takdirnya.


Kegelapan dan keserakahan tidak bisa menerima dua anak itu. Peperangan terus terjadi. Anak perempuan dengan takdir kehancuran selalu mati dan ditelan kegelapan. Kemudian dia lahir kembali pada massa dan waktu yang berbeda-beda. Dia terus lahir untuk menentukan takdirnya. Sementara anak laki-laki pembawa kedamaian itu terus melindunginya dari jauh.


Semesta telah menutup kebenaran untuk waktu yang lama sampai dua anak ini mengakhiri semua kehancuran.


"Dongeng ini begitu menarik, hanya saja endingnya belum diketahui" Anndin berhenti membaca buku itu dan menutupnya.


Tertulis judul di cover buku itu


Hadiah dari Semesta.


Dia bangkit dari tempat duduknya dan menyimpan buku itu di sebuah lemari kaca.


Disekitarnya terlihat bermacam-macam jam yang melayang di udara dan jarum jam-jam itu berputar dengan cepat.


Anndin melangkah mendekati meja lalu mengambil foto Ranni yang terletak disitu.


"Aku hanya ingin menunjukan padamu seperti apa itu kehancuran dan bagaimana rasanya ketika kita kehilangn orang yang kita cintai pada kehancuran itu. Maaf aku hanya bisa diam dan melihat semua terjadi begitu saja. Kamu harus tahu takdirmu dan bisa menentukan kehancuran seperti apa yang akan kau bawa pada dunia ini" dia mengusap foto Ranni lalu meletakkannya kembali.

__ADS_1


Tak... Tak.... Tak....


__ADS_2