Ranni

Ranni
Si Pelamun


__ADS_3


Ranni menutup matanya diantara kerumunan orang banyak. Tangannya terus memainkan biola itu dengan lincah. Semua orang mengamatinya dengan takjub juga heran.


"Ranni...."


"Ranni..."


"Ranni...."


Dia membuka matanya perlahan-lahan dan melihat sekelilingnya. Dia seperti berada di suatu ruangan yang keseluruhan sudutnya berwarna putih.


"Ranni!!" Aqyla memegang bahunya.


"Aqyla?" Ranni berlari dan memeluknya.


Dia tersenyum bahagia.


"Kamu??" dia menunjuk orang yang berdiri di samping Aqyla.


"Aqyla" orang itu menjawab sambil tersenyum.


"Kenapa kalian?" dia tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena heran.


"Kami hidup di dunia berbeda dan bertemu satu sama lain" dia memegang pundak Ranni.


"Ranni...., itu tidak penting. Sekarang Afgar dalam bahaya. Raganya sudah diambil alih oleh penyihir kejam dan dia bersama nona percilia sekarang. Mereka pasti sedang mencarimu untuk mengambil kalung itu" dia menatap dalam pada mata Ranni.


"Aku kehilangan kalung itu" dia tertunduk.


"Kalung itu masih bersamamu Ran..., kamu tidak bisa hidup di dunia ini tanpa memiliki kalung itu"


"Tapi...., aku bertemu juga dengan orang yang mirip seperti kalian di dunia ini" dia terlihat khawatir.


"Kami memang selalu ada pada tiap dunia karena tanpa kami maka dunia itu akan senyap dan sunyi. Itulah takdir kami Ran.., tapi kami bisa juga menjadi ancaman untukmu. Kami terlahir dengan tekad yang kuat. Ketika kami menginginkan sesuatu maka jiwa kami tidak akan tenang dan akan menghancurkan apapun yang dapat menghalangi kami"


"Apa yang harus aku lakukan? Di dunia ini aku juga bertemu dengan Afgar" dia bertanya sambil mengamati wajah mereka yang mirip.


"Dialah petunjuknya Ran..., sebelum jiwa Afgar di usir dari raganya dia pernah menceritakan aku tentang sebuah album kecil yang berisi foto-foto dari masa lalu dan masa depan. Hanya saja aku tidak bisa melihat isi dari album itu, Afgarlah satu-satunya orang yang bisa melihat semuanya. Aku pernah mencoba mengamati setiap lembar dalam album itu tapi hanya foto seorang bayi dengan lambang kristal di dahinya yang bisa ku lihat. Kamu harus mencari bayi itu pada dunia ini"


"Tapi...., kenapa raga Afgar bisa di kendalikan oleh seorang penyihir?" dia bertanya dengan ekspresi cemas.


"Ceritanya sangat panjang Ran, hanya saja aku ingin memberitahumu satu hal. Jangan terlalu percaya padaku karena aku tidak seperti Aqyla yang lain termasuk Aqyla yang bersamaku sekarang. Aku punya kelemahan dan keegoisan yang lebih tinggi. Peluang jiwaku menghitam dan melayani para penyihir itu lebih besar" dia berbicara sambil mengingat kejadian saat Afgar berhasil merampas kesuciannya.


"Sudahlah....., kita tidak perlu membahas itu. Kita harus segera menemukan solusi. Ran... Kami akan membantumu untuk mencari kalung lain yang memiliki lambang setengah dari lambang kalungmu itu. Ketika dua kalung itu disatukan maka semua kutukan ini akan hilang. Dunia akan berjalan semestinya" Aqyla yang lain menghentikannya.


"Bagaimana kalian akan membantuku? Aku juga tidak tahu bagaimana bisa bertemu dengan kalian di tempat ini" dia tertunduk kecewa.


"Kita akan bergantian menggunakan ragamu" dia mendekati Ranni.


Ranni mundur dan menghindarinya.


"Bagaimana bisa kita melakukan itu?" dia seperti tidak percaya.


"Kami hanya akan masuk ke ragamu ketika kau mau saja. Pejamkan matamu dan panggil kami ketika kau butuh tapi jika kau mengosongkan pikiranmu maka kami akan mengambil alih tanpa izinmu......" dia menutup mata Ranni menggunakan telapak tangannya.


Seketika hanya kegelapan yang bisa indra penglihatannya rasakan.

__ADS_1


"Ranni....!!" Ella memanggilnya sambil menangis.


Dia membuka matanya dan mengamati sekelilingnya.


Apa yang sudah aku lakukan?


Kenapa aku bisa memegang biola ini?


Kenapa banyak sekali orang disini?


Ranni bergumam dalam hatinya dan mengamati orang yang berkerumun mengelilinginya dengan ekspresi kebingungan.


"Ranni, kamu kenapa?" Ella menghampirinya sambil menghapus air matanya.


"Apa yang baru saja aku lakukan?" dia bertanya sambil menggaruk kepalanya.


"Raaaannnnnniiiiii!!!" Ella memukulnya.


"Apa yang terjadi??" dia terus bertanya dan melihat ke arah orang-orang yang mulai bubar.


"Kamu tadi berteriak histeris lalu mengambil biola dan memainkannya dengan penuh penghayatan" Mulan tiba-tiba muncul.


"Aku memainkan biola? Berteriak?" dia menatap kosong ke lantai.


Secara tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dan menatap Mulan. Matanya perlahan-lahan mulai memerah. Dia kemudian berjalan mendekati Mulan dan langsung mencekik lehernya.


"Jangan coba-coba menyakiti Ranni...., kita ditakdirkan untuk melindunginya bukan menghancurkannya. Keegoisan hanya akan membuat jiwamu tidak akan pernah kembali ke kampung halaman" dia menatap Mulan dengan matanya yang berwarna semakin merah.


"Hahahahhahahahha, Aku tidak punya urusan dengan kalian!! Kampung halaman yang kau ceritakan itu tidak pernah ada...!!" dia membalas mencekik Ranni.


"Kamu akan segera hancur....!!!" Ranni berteriak dan mempererat cekikannya.


Ranni melepaskan cekikannya.


"Kamu......!!!" dia mundur dan menjauhi Mulan.


Mulan mendekatinya sambil mengeluarkan lidahnya. Dia terus berjalan mendekati Ranni. Ella yang melihat itu berusaha mencegahnya.


"Menyingkir kau!!!!" dia menggerakan telunjuknya dan membuat Ella terjatuh tanpa disentuhnya.


"Ranni....!!" Ella berteriak histeris.


Mulan mendekati Ranni dan menggigit lehernya.


Aaaaaaaaaaa.....


Mahasiswa lain yang melihat kejadian itu berteriak ketakutan.


Zyin berlari dan berusaha menerobos kerumunan itu.


Dia menarik Mulan dan menghentikan perbuatannya. Tapi Mulan tidak mau melepaskan Ranni. Dia terus menggigit lehernya dan mengisap darah Ranni.


"Apakah dia vampire?" seorang mahasiswi berkata sambil merekam kejadian itu.


Arsal mendekatinya dan mengambil hp mahasiswi itu lalu membantingnya. Dia kemudian berjalan dan membantu Zyin untuk melepaskan Mulan.


Arsal memegang kepala Mulan lalu mulutnya komat-kamit seperti membaca sesuatu.

__ADS_1


Aaaaaaaaaaaaa.........


Mulan sontak berteriak kesakitan


"Por que você o ajudou? foi ele quem nos fez ser tratados com crueldade (Kenapa kamu membantunya? dialah yang sudah membuat kita diperlakukan dengan kejam)" Mulan berbicara dengan suaranya yang terdengar serak.


"Você causou a destruição. por que culpar alguém? Você começou tudo isso, Barbara ...! (Kau yang menyebabkan kehancuran itu. kenapa menyalahkan orang lain? Kau yang mengawali semua ini Barbara......!)" dia menatap Mulan dengan tajam.


Aaaaaaaaaaaaaaa..............


Muka mulan membiru dan terlihat sangat menyeramkan, dia melepaskan gigitannya dan jatuh tersungkur ke lantai.


"Apa yang kau lakukan?" Dengan cepat Zyin melayangkan tinjunya ke arah Arsal.


Arsal terpental jauh akibat tinjunya.


"Aku hanya ingin membebaskannya" dia bangkit sambil menghapus darah yang keluar dari sudut mulutnya dan hendak membalas perbuatan Zyin padanya.


Zyin sigap dan memasang kuda-kuda untuk segera berkelahi dengan Arsal.


Arsal berlari ke arahnya.


"Jangan menambah kekacauan ini" Ella memeluk Arsal untuk menghentikannya.


Arsal berhenti tidak melanjutkan niatnya dan mengontrol nafasnya yang terengah-engah. Dia merasakan pundaknya yang basah oleh air mata Ella. Tangannya mengepal dan dia menatap tajam pada Zyin.


"Aku merindukanmu" Ranni menarik tangan Zyin dan menatapnya lalu pingsang di pelukannya.


Kepala Zyin langsung terasa sakit dan dia tiba-tiba mengingat sasuatu.


Af... Kamu tahu ini salah kan?


Af... Apa yang kau lakukan?


Hiks.... Hiks... Hiks...


Af.... Jangan dengarkan suara itu.....


Aaaaaaaaaaa......


Ingatan-ingatan itu kemudian hilang dalam sekejap.


Zyin kemudian menahan tubuh Ranni yang hampir terjatuh. Dia membaringkan tubuhnya secara pelan-pelan ke lantai dan menatapnya dengan seksama. Ranni kemudian membuka matanya. Mereka saling menatap untuk beberapa detik. Mata Ranni yang memerah perlahan-lahan kembali normal. Dia kemudian memejamkan matanya sambil tersenyum.


Ella dan Arsal menghampirinya dengan khawatir.


Pepohonan yang kesepian masih terus membujuk angin untuk menghiburnya. Seekor burung terlihat dari jauh dan mendekati pohon yang kesepian.


Beberapa satpam datang menghampiri mereka.


Arsal dan Zyin di tahan oleh satpam itu sementara Mulan dan Ranni dilarikan ke rumah sakit.


Semua kehidupan telah menemui kehancurannya masing-masing. Zyin ternyata hidup dengan jiwa dari Afgar. Sementara Arsal sebenarnya berasal dari bangsa penyihir.


Penyihir yang berhasil mengusir jiwa Afgar dari tubuhnya adalah penyihir yang bernama Barbara. Dia turunan penyihir terkuat pada dunianya. Jiwanya penuh dengan dendam akan manusia. Kini dia sedang berusaha menghancurkan semua harapan dengan datang ke dunia itu melalui keegoisan Mulan.


Kehancuran seperti apa lagi yang akan terjadi?

__ADS_1


Ketika kehidupan disitu terhenti dan hancur seperti dua kehidupan lain maka kehidupan akan benar-benar hilang begitupun dengan manusia. Bumi hanya akan dihuni oleh pepohonan, air, dan beberapa makhluk yang lain. Manusia akan menjadi mitos dalam sejarah perjalan waktu untuk mengontrol semesta.


__ADS_2