
Aku Ria gadis yang pemberani,pintar dan juga kuat tak mudah putus asa dan menyerah dalam hal biasa
Aku pernah menang dalam lomba kejuaraan taekwondo antar provinsi tapi saat hendak menginjak kejuaraan dunia Taekwondo aku di diskualifikasi karna melanggar peraturan
Tapi aku sama sekali tidak merasa melanggar peraturan itu disaat aku di diskualifikasi lawan ku tersenyum miring ke arah ku sudah pasti dia sengaja melakukan yang bisa membuat ku di diskualifikasi
Akhirnya aku pulang dengan kekecewaan,aku tak berani memberi tau nenek tentang aku di diskualifikasi aku takut dia akan kecewa
Saat aku pulang nenek tengah duduk di ruang tamu sambil menonton tv,dia menyadari kedatangan ku lalu ia berjalan ke arah ku dan memeluk ku
"Tak apa cucuku,kamu sudah berjuang,ini belum rezeki mu untuk memenangi Kejuaraan ini" ucap nenek sembari mengusap air matanya
Aku heran bagaimana nenek tahu bahwa aku di diskualifikasi atau tak bisa melanjutkan kejuaraan itu,apa mungkin ada yang sudah memberi tahu nya
"Maaf kan aku nekk, aku terlalu ceroboh sehingga tak tau rencana lawanku" kata ku sambil menundukkan kepala
"Tidak usah merasa bersalah begitu,sudah sudah ya tak usah terlalu di pikir kan, lebih baik kita makan malam saja,ayoo"Ajak nenek menarik tangan ku
Orang yang telah merawat ku sedari kecil hingga sekarang hanya lah nenek, Nenek orang yang paling aku sayang tak ada yang lain
Dia yang mendorong ku hingga aku bisa ikut kejuaraan itu tapi aku malah di diskualifikasi
Nenek yang selalu menyemangati ku,nenek adalah orang tua sekaligus teman bagi ku hanya nenek tempat ku sering curhat,dan hanya nenek yang aku punya di dunia ini
Aku di tinggal ayah ibu saat aku masih umur enam bulan,ayah dan ibuku mengalami kecelakaan dan tak bisa di selamatkan,saat itu aku di titipkan ke nenek
Nenek yang membuat ku kuat dan tak mudah menyerah,nenek adalah segalanya bagiku.
Kami pun menuju ke meja makan aku duduk di samping nenek ku dan mengambil piring serta mengambil kannya nasi dan lauk
"Nenek makan yang banyak ya,supaya kuat tenaga nya" ucap ku menyodorkan kan piring yang tlah terisi nasi dan lauk
"Kau pikir nenek ini lemah ha? nenek masih sanggup menggendong mu loh" Canda nenek
__ADS_1
"Waaahhh begitu yaa,,nanti kapan kapan Aku mau minta gendong ah boleh kan nek" Ucap ku sembari cengengesan
"Boleh kalau kamu gak malu udah gede masih di gendong nenek" Sambung nenek tersenyum kepada ku
"hahahha nenek ih" ujar ku
Nenek hanya menggeleng geleng kan kepalanya ,kami pun melanjutkan makan malam kami
Setelah makan malam Aku membereskan sisa sisa makanan dan mencuci piring,aku tak membiarkan nenek membantu ku sebab ia sudah terlalu tua untuk bekerja walaupun hanya kerjaan rumah
selesay membereskan semua aku izin kepada nenek untuk keluar, setelah mendapat izin dari nenek aku pun pergi sambil menggendong tas ku
Tujuan ku saat ini adalah kerumah teman ku yang kemarin habis menawarkan ku kerjaan, aku berjalan kaki untuk menuju kerumahnya
walaupun jalanan yang ku lewati ramai tetapi aku harus berhati-hati kata nenek,biar pun aku jago berkelahi tapi masih ada yang lebih jago dari pada aku
Waktu yang aku butuh kan untuk sampai kerumah teman ku sekitar 15 menit saja jika berjalan kaki, mau naik motor tetapi motor ku masih di bengkel terpaksa aku jalan kaki
Saat aku tiba di rumah nya ternyata gak ada orang dan juga lampu di rumah itu padam akhir nya aku pulang deh
Aku menjawab telpon dari nenek tapi tak ada suara yang ku dengar
"Halloo Nekk?" ucap ku
Tak ada jawaban sama sekali aku pun mengulang terus memanggil nenekku tapi tak ada juga jawabannya
"Ri-ria cucuku lari lah nak,La-ri sejauh mungkin dan jangan pulang nak"Ujar nya dengan suara serak
aku yang mendengar perkataan nenek sangat terkejut dan heran ada apa ini apa yang sebenarnya terjadi sama nenek
"Nek,nenek kenapa?kenapa suara nenek seperti kesakitan?"tanya ku
"Arrrrrrrrgggghhhh"jerit nenek
__ADS_1
yang membuat ku semakin takut terjadi sesuatu kepada-nya saat aku sedang mendengarkan telpon dari nenek ada suara seoarang lelaki yang berbicara di telepon itu
"Berani nya kau menelpon cucumu,dasar nenek nenek sialan ku habisi kau"ucap orang itu
Dan suara nenek menjerit kesakitan ntah apa yang orang itu lakukan kepadanya
Aku segera berlari sekencang mungkin menuju rumah,aku berlari sambil menangis dan terus berdoa semoga nenek baik baik saja
Kini aku masuk dengan membuka pintu rumah dengan kasar saat aku berada di dalam rumah semua sudah berantakan seperti kapal pecah
Aku terus mencari dimana adanya nenek di dapur tak ada,di ruang tengah juga tak ada,aku pun menuju ke kamar nya ternyata nenek ada disana
Tapi betapa terkejutnya aku melihat nenek yang sudah berlumuran darah di samping ranjang nya semua barang barang di kamar nya terhambur seperti habis ada perkelahian
Aku mendekati nenek nan aku meraih tubuhnya yang bersimpah darah,aku tak berhenti menangis,aku membiar kan air mata ku jatuh sebanyak mungkin
orang yang paling aku sayang kini tengah berlumuran darah di dekapanku
"nenek,nenek bangun lah Nekk,jangan tinggalin Ria Nekk"ucap ku dan terus menangis sekencang kencang nya
Denyut Nadi nenek sudah tak ada dan nafas juga begitu pun detak jantungnya
"nenek,ne-nek siapa yang melakukan ini nek"tanya ku sembari mengusap wajah nenek
tiba tiba dari belakang aku mendengar langkah kaki saat aku berbalik
Jleeebbb
sebuah pisau menancap tepat di leherku,rasa sakit dan perih yang ku rasakan mungkin ini lah yang di rasakan nenek tadi
Nafas ku sesak,aku memegang leherku yang memuncratkan darah segar
orang yg berada di hadapan ku tersenyum lebar,aku tau siapa lelaki itu dia adalah lawan ku di pertandingan kejuaraan itu
__ADS_1
"Jika aku Hidup kembali,walau dengan tubuh yang berbeda,aku akan membalas kan dendam ku kepadamu sampai ke keluarga mu semua kemana pun kamu lari aku akan mengejarmu" batin ku
penglihatan ku mulai pudar,aku pun terbaring berlumuran darah di samping nenek ku sambil menggenggam tangan nya.