REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH

REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH
Kecelakaan


__ADS_3

Kami keluar dari apartemen tersebut dengan hati hati dan waspada dengan area sekitar, kami menuju rumah sakit memastikan Hendy mendapat kan perawatan yang tepat.


Aku segera memarkirkan mobil ku di depan rumah sakit, lalu membantu Hendy keluar dari mobil perlahan lahan.


Hendy sedang di obati oleh dokter dengan cermat, aku dan Eva menunggu di ruangan dengan cemas berharap tidak ada luka yang serius.


Hendy keluar dari ruangan itu dengan bahu yang tegap, menunjukkan kekuatan pasca pemulihan.


"Terimakasih Emily! Kamu sudah sering menolong ku, aku berhutang Budi padamu" Ucap Hendy


"Sama sama, dan jangan berpikir kamu berhutang Budi padaku! Aku hanya membantu mu karna kamu teman ku" Tutur Ku


"Mau sekalian ku antar pulang" Ajak ku


"Tidak perlu! Aku akan pulang sendiri" Tolak Hendy tersenyum


"Oh baiklah,kalau begitu kami pamit duluan" Ujar Ku kemudian berjalan keluar rumah sakit itu


Aku dan Eva pulang bersama membawa pengalaman yang mendebarkan di apartemen tadi,aku melajukan mobil dengan pelan dan hati hati.


Aku melihat mobil mobil sedari tadi mengikuti kami,mata ku mulai memerah dan mengerutkan kening menatap Eva.


"Eva! Ada mobil yang mengikuti kita! Kita harus berhati hati, dan pakai lah sabuk pengaman mu" kata ku dengan serius kepada Eva


Eva bergegas memasang sabuk pengaman nya, memperbaiki posisi duduk nya.


Aku tetap melajukan mobil ku dengan santai, tetapi tetap waspada dengan mobil mobil pengikut tersebut.


Aku berusaha untuk menjaga kecepatan dan Kestabilan mobilku, siap menghadapi apapun yang terjadi.


Mobil itu menyenggol mobil kami, membuat mobil kami oleng sejenak.


Aku dengan cepat memegang setir dan merespon dengan mengendalikan mobilku,berusaha menjaga keseimbangan dan menghindari tabrakan lebih lanjut.


Lalu mobil itu terus meningkat kan kecepatan nya dan berusaha menyalip mobil kami, kami sedang dalam kejar kejaran yang semakin serius di jalan raya yang sepi itu.


Aku tetap fokus pada jalan menggunakan keterampilan mengemudi ku, untuk mempertahankan posisi ku.


Aku mengambil beberapa tikungan dengan cekatan,mencoba semaksimal mungkin untuk menghindari mobil pengikut itu.


Tetapi mobil mobil itu masih mengejar kami, justru sekarang malah lebih antusias membuat aku sedikit kewalahan.


Aku mengambil keputusan tegas aku memperlambat mobil ku dengan mendadak,membuat mobil pengikut itu terkejut dan hilang keseimbangan memberi kesempatan bagiku untuk melarikan diri.


Tanpa ragu aku memutar mobil dengan cepat dan mencoba menghindari mobil mobil pengikut itu.


Aku melanjutkan perjalanan dengan kecepatan penuh, berharap dapat meninggalkan mereka jauh di belakang.


"Non! Awasss!" Teriak Eva

__ADS_1


Aku terkejut dan langsung membelokkan mobilku saat satu mobil berhenti mendadak di depan mobil kami.


Mobilku meluncur di sepanjang jalan hilang kendali, mobil kami terbalik dan mengeluarkan asap setelah menabrak rambu lalu lintas.


Aku melihat ke arah Eva yang pingsan dan berlumuran darah,aku mencoba membangun kan nya tetapi ia tak mendengar ku.


Hingga akhir nya kepalaku juga terasa sakit,dan aku menutup mataku perlahan.


Terdengar samar samar seseorang berbisik di telinga ku tetapi belum terlalu jelas.


"Bangun lah! Tugasmu belum selesai" Bisik Seorang wanita 


Aku sontak membuka mataku dengan nafas terengah-engah, aku melihat sekeliling ku dan aku berada di sebuah ruangan kecil dan sebuah jeruji besi di hadapan ku.


Tetapi aku tidak sendiri di dalam ruangan itu, ada 4 wanita bersama ku di ruangan itu.


Aku berjalan mendekati salah satu dari mereka, aku membangun kan nya yang pingsan itu tak lama kemudian dia membuka mata dan melotot ke arahku.


"Siapa Kamu!" Tanya Nya mencengkeram tangan ku


"Emily" Jawab Ku menatap nya


Kemudian ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu, lalu berdiri mendekati jeruji besi itu.


Lalu kemudian ia bebalik melihat ku dengan mengerutkan kening, mata melotot.


"Kenapa aku bisa berada disini?" Tanya Nya lagi


"Padahal aku tadi sedang berjalan pulang dari cafe" Tutur nya mendekati ku


Ia membangun kan semua wanita yang ada di ruangan itu, aku hanya duduk memperhatikan nya yang tengah sibuk.


Selang beberapa menit suasana ruangan itu pun menjadi ribut akibat tangisan serta teriakan mereka.


Dan hanya ada satu wanita dengan tatapan dingin yang tidak berbicara atau pun menangis seperti mereka.


Wanita itu menatap ku dengan tatapan dingin nya serta tajam, ntah apa yang ia pikirkan tentang ku.


Aku tidak mau pusing dengan tatapan orang seperti dia, itu sudah biasa dan sering aku lihat dulu jadi aku tidak heran.


"Aku mau keluar dari tempat ini, tolong lepaskan aku!" Teriak Salah satu wanita itu sembari memegang jeruji besi dan menggoyangkan nya


"Eh! Kalau mau joget jangan disitu" Ucap Wanita yang tatapan nya dingin itu


"Apa! Coba ulangi!" Ucap wanita itu mengarahkan kepalan tangan nya ke arah nya


"Sudah sudah, bukanya memikirkan solusi buat keluar dari sini malah pada bertengkar" Tutur Wanita yang ku bangunkan tadi


"Aku Elena! Siapa nama mu?" Tanya salah satu wanita itu dengan sopan mengulur kan tangan nya

__ADS_1


Aku meraih tangan Elena dan bersalaman.


"Aku Emily!" Jawab Ku


"Dan kalian! Siapa nama kalian?" Tanya Elena kepada ke tiga wanita yang tengah berdebat tadi


"Fiona" Jawab Wanita yang mulai emosi tadi


"Aku Yara" Ucap Wanita yang aku bangunkan 


"Dan kau?"Tanya Elena menunjuk wanita yang tatapan nya dingin itu


"Hazel" jawab nya singkat kemudian kembali berbalik ke tempat lain


"Kita harus mencari cara untuk keluar dari tempat ini" Ucap Elena menatap kami satu persatu


"Tempat ini sudah pasti di jaga oleh orang yang pandai bela diri, mustahil kan jika tempat ini tidak ada yang jaga" Tutur Yara


"Bisa saja kita mengalahkan mereka! Tetapi itu tergantung apakah kalian pandai bela diri atau gak" Lanjut Elena


"Aku bisa tapi! Tidak begitu jago" Kata Viona


"Bagaimana dengan mu?" Tanya Elena kepadaku


"Bisa" Singkat Ku


Ia mengangguk dan mulai berpikir sambil berjalan mondar mandir di dalam sel itu.


Dan aku kepikiran Eva, apa kah dia ikut berada di tempat ini atau tidak karna dia pingsan duluan dari pada aku.


Aku memegang kepalaku yang sakit, dan melihat darah kental di tangan ku seperti nya kepalaku terluka saat kecelakaan tadi.


Elena mendekati ku dan ikut memegang kepalaku.


"Kepala mu berdarah! Apa yang terjadi dnegan mu?" Tanya Elena


Ia membuka baju kemeja yang ia pakai lalu menindiskan nya ke kepalaku agar tidak mengeluarkan darah terus menerus.


"Tadi aku sempat kejar kejaran dengan mobil seseorang! Hingga mobil ku terbalik dan di situlah aku hilang kesadaran" Ungkap Ku


Elena hendak berbicara tetapi tidak jadi saat beberapa orang memakai jas dan dasi berdiri di depan jeruji itu.


Orang orang itu bukan hanya satu Melain kan puluhan orang, salah satu dari mereka membuka pintu jeruji itu.


"Kalian semua ikut lah dengan kami" Perintah Lelaki itu


"Kenapa kami harus ikut dengan kalian?" Tanya Elena 


"Bos kami ingin bertemu dengan kalian" Jawab orang itu

__ADS_1


Elena melihat ke arah kami semua dan berhenti di arah ku, aku mengangguk kan kepala ku pelan mengiyakan apa yang orang itu suruh.


Kami ber-5 pun mengikuti lelaki itu, kami di kawal dengan sangat ketat agar kami tidak melarikan diri.


__ADS_2