
Perasaan ku tidak enak dan juga entah kenapa aku rasanya ingin sekali memeluk nya, apa ini paduan perasaan Emily yah.
Vin memberhentikan mobil nya di sebuah rumah sakit.
"Kita kesini dulu! Untuk mengeluarkan peluru itu dari kaki Nona" Kata Vin
Ia berjalan lalu membukakan pintu mobil untuk ku, ia membantu ku berdiri dan memapah ku sampai kedalam rumah sakit itu.
Selesai mengeluarkan peluru itu dari kaki ku, aku keluar dari ruangan itu.
Tadinya aku mau di rawat inap tapi aku menolak nya, aku tidak bisa berlama lama di rumah sakit membuat ku bosan saja.
Aku menunggu Vin di mobil, ia sedang mengambil obat dari dokter.
Setelah Vin kembali kami pun mulai perjalanan pulang nya, aku duduk di jok depan bersama Vin yang tengah mengemudi.
"Apa Anda punya hubungan sama lelaki yang bernama Hendy?" Tanya Vin
"Yah, aku punya hubungan dengan nya sebagai Teman" Jawab Ku
"Pasal nya, saat kami hendak mencari Anda ia ingin ikut bersama kami tetapi Raja menolak nya." Ucap Vin
"Ohh" Singkat Ku kembali menatap ke depan
Vin memasuki gerbang yang telah di buka lebar oleh security, lalu memarkirkan mobil nya di depan rumah.
Aku berjalan masuk dan di sambut Oleh Bi Siti dan Bi Asih.
"Non! Tidak apa apa kan?" Tanya Bi Asih memegang kedua lengan ku
"Tidak apa apa gimana loh mbok! Lihat tuh kaki Non Emily " Tutur Bi Siti menunjuk kaki ku yang diperban
"Aku gak apa apa kok Bi!" Jawab ku sedikit menurun kan wajah ku
"Beneran gak apa apa Non!" Kata Bi Siti
"Beneran Bi, oh yah Ibu ada di rumah gak?" Tanya Ku
"Ada Non, Di kamar nya tapi Nyonya habis pingsan saat mengetahui Non Emily di culik."Jawab Bi Asih menunjukkan Kepalanya
"Nyonya seperti nya lagi banyak pikiran juga Non! Karena saya pernah melihat Nyonya merenung di kamar nya saat saya hendak mengantar kan Teh untuk Nyonya, Lalu saya bertanya kenapa Nyonya kenapa ia merenung" Ujar Bi Siti
"Nyonya bilang, dia tengah memikirkan seseorang yang tengah Koma di rumah sakit.
__ADS_1
Tapi Nyonya tidak memberi tahu saya siapa orang itu" Lanjut Bi Siti
"Iya Non, Nyonya juga sering sekali pergi kerumah sakit. Katanya hendak menjenguk seseorang" Sambung Bi Asih
"Rumah sakit mana Bi?" Tanya Ku
"Saya tidak tau Non, tapi sepertinya bukan rumah sakit disini karena kata supir yang mengantar Nyonya bilang kalau dia abis mengantar Nyonya ke bandara" Jawab Bi Siti
Aku mendengar penjelasan Bibi dan kemudian berjalan ke kamar ibu, mengetuk pelan pintu nya.
Siapa sebenarnya orang yang ibu sering jenguk ke rumah sakit yah, tapi kenapa ibu harus bilang bahwa dia ada urusan di kantor dan ternyata ia kerumah sakit menjenguk orang itu.
Haruskah aku mencari tahu juga tentang ini? Tapi urusan untuk mencari tahu Vin dan Crill saja belum aku mendapat kan hasil, dan Sekarang mau mencari tau tentang orang itu lagi bisa bisa aku frustasi gara gara itu.
Aku membuka pintu pelan dan masuk perlahan-lahan, melihat ibu Emily berbaring di kasur nya itu.
"Ibu!" Panggil Ku pelan
Ia membuka mata lalu mencoba untuk duduk, aku membantu nya duduk.
"Emily! Apa kamu tidak apa apa nak?" Tanya Nya sambil memeluk ku
"Aku tidak apa-apa ibu" Jawab ku membalas pelukan nya itu
"Ibu sangat khawatir kepada mu Nak" Ucap Nya mengusap air mata ku
"Ibu tidak mau kehilangan anak ibu untuk kedua kalinya" Lanjut Nya
"Kedua kalinya? Apa maksud ibu?" Tanya ku menatap nya heran
"Ti-tidak, it-itu maksud ibu tidak mau melihat mu kenapa kenapa lagi" Jawab nya dengan terbata bata
Apa maksud dari perkataan ibu Emily yah? Apa mungkin ia mempunyai anak selain Emily, atau ia berselingkuh dengan lelaki lain dan mendapatkan seorang anak dari lelaki itu.
Aduh apa apaan pikiranku ini, Ria hilang kan pikiran negatif mu dari kepala Emily maafkan aku yah Emily.
Aku berpikiran begitu kepada ibu mu, tapi tenang saja Emily aku akan membantu mu mencari tau tentang ini tetapi aku harus mencari tau Vin dan Crill terlebih dahulu.
Aku hanya takut mereka membahayakan dirimu, membahayakan keselamatan mu.
Kita tidak bisa percaya seseorang begitu saja, walaupun ia terlihat baik dan manis kepada kita bisa saja itu hanya topeng yang mereka gunakan.
Selesai aku bertemu Ibu Emily, aku kemudian kembali ke kamar ku.
__ADS_1
Aku membiarkan Ibu beristirahat di kamar nya, tak lupa aku menyuruh Bibi untuk membawakan ibu makanan dan obat nya.
Aku berjalan menuju kamar ku, aku membaringkan tubuh ku dengan kasar di kasur itu.
Tubuhku serasa pegal-pegal semua, seperti nya aku harus sering berlatih agar tubuh Emily tidak kaget saat mendapati serangan.
Aku berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku, selesai itu aku mencari pakaian yang hendak aku gunakan di dalam lemari besar itu.
Aku meraih sebuah baju tidur piyama berwarna biru motif Doraemon, aku melihat tas ku berada di meja bersama dengan ponsel ku.
Aku berjalan mengambil ponsel ku lalu membuka pintu teras atas, aku menyandarkan kan kedua siku ku di batasan teras itu sambil melihat lihat ke bawah.
Aku melihat Vin tengah duduk di samping rumah, aku melihat jelas dari atas sini tapi mungkin ia tidak melihat ku.
Ia tengah memainkan ponsel nya dan kemudian menempelkan ponsel nya di telinganya seperti nya ia hendak menelpon seseorang.
Tidak lama ponsel ku bergetar mendapatkan notif panggilan dari nomor tak di kenal, aku menjawab telpon itu.
"Hallo Nona! Apa Anda baik baik saja? Apa Anda telah sampai di rumah?" Tanya seorang lelaki di telpon itu
Aku terdiam sejenak lalu melihat Vin di bawah sana, yang tengah menelpon aku yakin bahwa dia yang sedang menelepon ku ini.
"Yah, aku baik baik saja! Ini siapa ya?" Ucap Ku
"Saya Tunangan Anda! Crill" Tutur nya
"Hah!" Ujar ku terkejut
"Yah, Saya Crill! Kenapa Anda Kaget begitu?" Tanya Nya Lagi
Aku menatap ke arah Vin lagi, tetapi ia sudah tidak menelpon lagi, dan kini tengah membalikkan ponsel nya seperti nya ia tengah bermain game.
"Nona! Nona!" Panggil Crill di telpon itu
"Ah iya, Maaf maaf aku tidak mendengar nya" Kata Ku
"Tidak apa apa, saya akan segera menemui Anda jika pekerjaan saya sudah selesai disini!" Ujar Nya
"Saya penasaran dengan Anda! Dengan apa yang di beritahukan Vin kepada Saya" Lanjut Nya
"Apa yang Vin laporkan kepada Anda?" Tanya ku
"Hahaha Tidak ada, kalau begitu saya akan menutup telpon! Beristirahat" Jawab nya lalu mematikan telponnya
__ADS_1