
"Kamu tau gak mell! di kelas kita ada murid baru loh, sumpah! ganteng banget" Ucap Erika sembari menarik kursi dan duduk
"Teruss! hubungan nya sama aku apa?" Tanya Ku
"hehe, gak ada sih! cuman kasih tau aja" Jawab nya
"Aku tidak peduli, mau ada murid baru atau gak nya" Tutur Ku
"Yah, aku tau karna kamu sudah mempunyai Tuan Muda Crill kan" Kata Erika dengan senyuman
"Dari mana kamu tau?" Tanya ku
" Satu sekolah juga udah tau kali"Jawab Nya
Cepat sekali tersebar yah, padahal aku tidak memberitahu siapa pun dan yang tau itu hanya dua orang di depan ku ini yaitu Vin dan Raja.
Apa mungkin Vin yang memberi tahu satu sekolah? tapi kalau Raja mustahil kan.
"oh" singkat ku
"Eh, kamu sudah pernah bertemu sama si Crill itu gak?" Tanya Erika
"Belum" Jawab Ku
"Aku dengar dengar nih yah, sih Crill itu orang dingin banget ke Es batu! dan kalau menatap orang nih tidak ada senyuman nya. Pokok nya menyeramkan tapi itu lah daya tariknya hahaha" Jelas Erika
"Tapi! sama aku, dia itu full senyum dan juga dia sering merona di depan ku. Iyakan Vin" Kata Ku sambil tersenyum kearah Vin
Seketika mata Vin membulat ke arah ku, aku memamerkan senyum kecil membalas tatapan nya itu.
Tahan lah sebisa mu Vin, aku ingin sekali melihat reaksi mu dengan perkataan ku itu.
"Ah,itu saya juga tidak tahu" Tutur nya dengan mengepal kan tangan dan menempel kan nya di bawah hidung
"Ada apa dengan mu? kenapa kamu menutupi wajahmu?" Tanya Erika
"Ah,tidak apa apa! Saya mau ke toilet" Jawab Vin dan berjalan cepat
Kami saling menatap, tapi aku tidak heran sih dengan kelakuan nya itu karna aku sudah biasa dengan nya.
Seorang siswa cowo mendatangi kami dengan terburu buru, lalu ia berdiri di samping Raja.
"Raja! Aku boleh minta tolong gak?" Tanya Nya
"Minta tolong apa?" Tanya Raja berdiri di depan nya
"Bantuin aku angkat barang barang dari ruang guru ke gudang sekolah" Jawab Nya
Raja Menatap ku sekejap, lalu aku mengangguk kan kepala dengan pelan.
Aku tau apa maksud tatapan Raja itu, ia meminta izin kepadaku walaupun tidak dengan perkataan.
Raja berjalan mengikuti siswa itu dari belakang, aku menatap nya sampai ia keluar dari kantin.
"Ayo ke kelas!" Ajak Ku berdiri dan berjalan
__ADS_1
"Tunggu!"Seru Erika sembari meminum sedikit minumannya sebelum ia berjalan
Aku berjalan dengan santai ke kelas, dari kejauhan aku melihat beberapa siswa cowo menghalangi pintu masuk kelas.
Erika menarik tangan ku pelan, aku memberhentikan langkah ku.
"Mell! hati hati lah, sepertinya itu ketua OSIS yang mencari mu karna kamu abis memukul Rizky" Kata Erika
"Ayo jalan" Ajak Ku
Aku berjalan dengan langkah cepat menuju pintu kelas, dengan memasang wajah datar menatap mereka dengan tajam.
Tatapan mereka tertuju kepadaku yang tengah berjalan mendekati mereka, hingga aku berhenti di depan pintu kelas.
"Minggir! Aku mau lewat" Ucap Ku kepada cowo yang berada di depan ku
seperti nya dia yang menjadi ketua OSIS nya, karena aku baru melihat nya selain si Rizky dan kedua teman nya itu.
"Jadi, Cewe ingusan ini yang memukul mu Risky?" Tanya Gery dengan tatapan tajam ke arah ku
Rizky mendekati Gery dan berbisik di telinganya, pasti dia tengah membicarakan aku.
"Begitu yah!" Kata Gery mendekati wajah ku
"Jauhkan wajahmu! dan minggir, aku mau lewat" Ucap Ku mendorong nya ke samping
Gery mendorong ku dan memepetkan ku di tembok kelas, punggung ku sedikit sakit terkena benturan tembok itu.
Ia meluruskan tangan nya ke tembok samping kepalaku, dan mendekati wajah ku perlahan.
" Kamu sudah cukup berani melawan ku sekarang yah!" Seru Nya dengan tatapan tajam
Aku menginjak kaki nya dengan keras, hingga ia mundur dari hadapan ku dan mengangkat kaki nya yang ku injak itu.
"aahhh, Sial!" Ucap Gery kesakitan
Suara tawa siswa siswa di kelas membuat Gery semakin marah, lalu menatap mereka dengan tajam Membuat mereka seketika terdiam.
Aku berjalan menuju kursi ku dan segera duduk, menatap Gery dengan senyuman sinis dan menarik kelompok mata bawah mengejek nya.
Ia berjalan dengan mengepal kan tangan nya, mendekati kearah ku dengan emosi yang menggelegar.
"Berani nya Kamu membuat ku malu!" Kesal Nya dengan memegang erat baju ku
"Gery! Sudah cukup, ayo kita kembali ke kelas nanti keburu guru datang" Tutur Rizky mencoba menenangkan Gery
Aku berdiri di hadapan Gery dengan santai tanpa ketakutan sedikit pun, dengan tangan nya yang masih mencengkeram baju ku.
Aku memegang tangan nya itu, lalu memutar nya menendang kaki nya hingga ia terjatuh.
"Kamu!" Teriak Nya
Ia berdiri dan menendang ku, dengan sigap dan cepat aku menangkis tendangan nya itu.
Aku mengarahkan kepalan tangan ku ke wajah nya, ia berusaha menangkis serangan ku tetapi kurang cepat hingga pukulan ku mengenai wajah nya.
__ADS_1
Ia terhempas ke meja guru, dan kami jadi tontonan satu kelas akibat perkelahian kami itu.
"Bangun!" Pinta Ku menarik dasi nya
"Kamu tidak pantas menjadi ketua OSIS" Sambung Ku melepaskan nya dengan kasar
"Gery! Emily! Apa apaan ini?" Teriak Bu Guru yang berdiri di pintu kelas
Guru mendekati kami perlahan, dengan tatapan tajam menatap kami.
"Gery! Kamu membuat masalah lagi?" Tanya Bu Guru dengan memukul kepala Gery memakai pemukul yang sering ia bawa
Gery hanya diam dan menunduk kan kepala nya, tidak berani menjawab sama sekali.
"Emily! Kamu memukul Gery?" Tanya Bu Guru dengan menaikkan dahinya
"Iya Bu" Jawab Ku
Gery sedikit terkejut dan mengangkat kepalanya menatap ku, dengan mengusap darah di bibir nya.
Lebih baik aku bicara jujur kan, kenapa aku harus berbohong kan memang benar aku memukul nya lagian banyak yang melihat nya juga.
"Kalian berdua berdiri di tengah lapangan sekarang juga!" Perintah Bu Guru
"Sebelum itu, Emily perbaiki kancing baju mu dan dasi mu" Seru Bu Guru
Aku mengancingkan baju ku kembali dan memperbaiki dasi ku, aku tidak sadar kancing baju ku terbuka.
Ini pasti gara gara cengkeraman Gery tadi, aku berjalan pelan keluar kelas sembari memperbaiki rambut ku.
Aku berpapasan dengan Vin, ia menatap ku dengan mengerutkan keningnya.
"Masuk lah duluan" Pinta Ku menepuk lengan nya
Aku berdiri di tengah lapangan yang sudah mulai panas itu, dan Gery berdiri di samping ku.
Aku teringat saat aku di hukum bersama Erika saat itu,apakah aku bisa bertahan lama berdiri disini.
Bu Guru tadi tidak menyebutkan sampai kapan kami harus berdiri disini, aku takutnya sampai jam pulang sekolah.
Aku tidak bisa memastikan ketahanan tubuh Emily, walaupun aku sering berolahraga dan meminum Vitamin tubuh tapi aku tidak bisa menjamin nya.
Matahari sudah berada tepat di atas kepala kami, keringat mengucur membasahi wajah serta punggung ku.
Aku menyadari Gery terus memperhatikan ku sedari tadi, jangan bilang dia merencanakan sesuatu untuk melukai ku disini atau dia tengah mengejek ku dalam batin nya.
Aku tidak tahan lagi, lama kelamaan penglihatan ku mulai gelas dan pudar hingga aku hampir terjatuh.
Gery menahan tubuh ku yang hampir jatuh itu, dan menatap ku.
"Lepas kan Aku!" Kata Ku mencoba kembali berdiri
"Aku tidak berniat juga membantu mu, aku hanya kaget tadi" Tutur nya dan kembali berdiri tegak
Aku mengusap keringat yang berada di dagu ku, aku mencoba bertahan dengan hukuman ini sebisaku.
__ADS_1
Tetapi aku sudah tidak sanggup, hingga aku terjatuh terbaring di depan Gery yang terkejut.
Aku melihat nya dalam samar samar berjongkok di samping ku, aku tidak tau apa yang dia ucapkan dan apa yang ia lakukan kepada ku setelah itu aku tidak sadar kan diri.