
Setelah kami tiba di sekolah, aku buru buru masuk dan meninggal kan mereka yang masih berada di mobil.
Aku berjalan melewati beberapa kelas untuk sampai di kelas ku, tiba tiba Seseorang seperti sengaja menabrak ku hingga aku mundur beberapa langkah.
"Jalan pakai mata dong!" Teriak Gery dengan bertolak pinggang di hadapan ku tanpa bersalah sedikitpun
"Jalan itu pakai kaki! Bukan pakai mata! Pantas saja kamu nabrak orang, ternyata kamu jalan pakai mata sih. Mata di jadikan kaki" Kesal Ku kembali berjalan tanpa menghiraukan nya
Aku masuk ke kelas lalu segera duduk di kursi ku, dan mata ku kesana kemari mencari keberadaan Erika.
Tumben sekali dia tidak ada saat aku muncul! Biasanya dia selalu nya mengajak ku ke kantin, ini malah dia gak ada.
"Jangan melamun" Bisik Vin yang sudah berada di samping ku
Vin menyimpan tas nya di kursi kosong di samping ku, seperti nya ia akan duduk di sebelah ku ini.
Tetapi tidak masalah! Selagi ia tidak menggangu ku, aku bisa menerima nya duduk di situ.
Guru masuk kedalam kelas dengan seorang siswa cowo yang mengikuti nya, apa dia murid baru yang di bicarakan Erika waktu itu yah?.
Tapi kan kata Erika, kemarin murid baru itu akan masuk kelas kami! Tapi kenapa kemarin aku tidak melihat orang ini yah.
Ah entahlah, masa bodoh! Toh bukan urusan ku juga.
Guru menggertak tangan nya di meja, mengalihkan perhatian semua siswa agar tertuju ke arah nya.
"Kita kedatangan murid baru, silahkan perkenalkan diri kamu!." Perintah Guru kepada siswa baru itu
"Ehem, Halo teman teman! Nama saya Brayden biasa di panggil Bray. Saya pindahan dari SMA sebelah, hehe!" Salam Nya
Apa sekolah sebelah? Memangnya ada nama sekolah SMA sebelah yah, seperti nya dia tidak berniat memberitahu kan nama sekolah nya yang dulu.
"Memangnya ada nama sekolah SMA sebelah?" Bisikku kepada Vin
"Bukan begitu, Sayang!" Ucap Vin memukul pelan kepalaku dengan pulpen nya
"Apa! Sayang? Ehem, kamu Crill kan?" Tuduh ku dengan menaikkan alis ku satu
Vin tidak menjawab, ia malah memegang kepalaku lalu memutar nya perlahan agar menatap ke arah guru.
Eh, dimana anak baru itu? Aku celingak celinguk mencari keberadaan anak baru itu sejak kapan ia hilang dari depan papan tulis dan sudah duduk di samping Raja.
__ADS_1
Dan kenapa anak baru itu terus menatap ku sih? Apa dia tidak pernah melihat seorang cewe yah.
Aku menggeleng kan Kepala ku pelan dan mulai mendengar kan pembelajaran guru, tentang pelajaran hari ini.
Aku sesekali melirik ke arah bangku Raja, tetapi aku malah melihat Bray tersenyum kepadaku! yah ku akui senyuman nya lumayan manis tapi aku tidak tertarik.
Aku membalas senyuman nya dengan pandangan dingin, dan berfokus kembali kepada pelajaran.
Aku mendengar kan dengan cermat penjelasan guru tentang mata pelajaran hari ini, sambil mencatat poin poin penting nya di buku ku.
"Sebelum bel istirahat berbunyi, ibu akan membagikan kalian tugas kelompok! Dan ibu akan memeriksa nya besok. Kalian akan berkelompok dengan teman sebangku kalian masing masing." Jelas Guru itu
Aku dan Vin otomatis menjadi pasangan kelompok, aku menatap nya sejenak dengan senyuman sinis di bibirku.
Hingga bel istirahat berbunyi, aku merasa lega dan merentangkan tanganku.
Seketika Vin menundukkan kepala agar tangan ku tidak terkena wajahnya,.
"Ayok, kekantin!" Ajak Ku kepada Vin dan juga Raja
Kami meninggalkan kelas dan menuju ruang kantin, sedangkan murid baru itu mengikuti kami dari belakang lalu ia duduk dengan meja berbeda dengan kami.
Tiba tiba ponsel ku berbunyi, aku melihat ponsel ku dan mengecek motif itu.
Aku meminta izin kepada guru, dan memberi tahukan alasanku pulang lebih awal.
Aku pun mendapat izin untuk pulang, aku keluar dari ruang guru dan berjalan dengan tergesa-gesa hingga berpapasan dengan Vin di ikuti Raja dari belakang nya.
"Ada apa Non? Kenapa terburu buru begitu?" Tanya Raja dengan wajah khawatir
"Bibi mengirimkan pesan padaku, bahwa ibu sakit!." Jawab Ku
"Tunggu kami di gerbang! Kami akan ikut bersama anda" Pinta Vin berjalan ke kelas
Aku segera menuju gerbang sekolah, menunggu mereka.
Setelah mereka mengambil tas nya dari kelas, kami pun bergegas pulang ke rumah.
Dalam perjalanan hatiku sangat gelisah memikirkan ibu, aku memang belum pernah bertemu ibu lagi beberapa hari ini.
Tapi saat aku lihat ibu terakhir kali, ia baik baik saja dan masih sehat bugar.
__ADS_1
"Kita lewat sini saja yang cepat!" Ucap Raja membelokkan mobil nya
"Terserah, yang penting kita sampai dengan cepa-t! Awwww!" Ucap Ku saat terhuyung ke depan karena Raja yang tiba tiba mengerem mendadak
"Ada apa?" Tanya Ku mengelus dahi ku
"Seperti ada sedikit masalah!" Jawab Raja menatap ke depan mobil
Aku melihat ada beberapa mobil yang menghalang-halangi jalan kami, saat Raja ingin mundur ternyata di belakang juga sudah ada mobil yang tersandar.
Seperti nya ini ada orang yang sengaja ingin menghalangi jalan kami, siapa lagi orang orang ini? Mereka selalu menggangguku saja.
"Jangan turun!" Perintah Vin menahan Raja yang sudah mau membuka pintu mobil
"Kenapa? Kalau kita tidak turun, mereka pasti akan memecah kan kaca kaca mobil ini. Dan itu akan membahayakan Nona" Bantah Raja
Raja turun sendirian dan menghampiri orang orang itu, dan seperti nya Raja tengah berbincang dengan salah satu pengendara mobil itu.
Hingga Raja kembali dengan di ikuti orang orang itu, Raja masuk ke dalam mobil dan menatap kami.
"Seperti nya mereka mencari Anda!" Ucap Raja Menatap ku
Mencari ku apanya? Bahkan aku tidak tau siapa mereka, menyusahkan saja.
Aku segera membuka pintu mobil dan menghampiri mereka dengan Vin dan Raja yang mengikuti ku.
"Kenapa kalian mencari ku?" Tanya Ku kepada salah satu pria itu
"Apa anda Nona Emily?" Tanya balik pria itu
"Iya" Jawabku dengan singkat
"Saya hanya ingin memberikan ini kepada anda! Kami di suruh memberi kotak ini kepada Anda." Kata lelaki itu dengan mengeluarkan sebuah kota dari belakang nya
Aku tidak tau apa isi kotak itu, dan aku tidak tau siapa orang yang menyuruh mereka sampai sampai menghalangi jalanku hanya untuk memberiku kotak ini.
Aku menerima kotak itu dari pria tersebut, tetapi saat aku ingin membukanya ia segera menahan ku.
"Anda harus membuka nya di rumah?" Pinta lelaki itu
"Itulah yang di katakan bos kami tadi" Sambung salah satu lelaki itu
__ADS_1
.