REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH

REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH
Pertarungan


__ADS_3

"Tidak, ah ini tadi aku terjatuh dari motor" Jawab nya


Aku melihat sorot mata dan cara dia menjawab pertanyaan ku, seperti nya dia berbohong.


Aku mengangguk hendak kembali berjalan tetapi dengan cepat ia menghalangi langkah ku dengan berdiri di depan ku.


"Apa lagi?" Tanya Ku


"Aku akan menemanimu jalan jalan" Tawar Nya


Aku bingung mengizinkan nya atau tidak, tetapi seperti nya dia tidak akan berniat jahat kepadaku lagian bagus juga kan aku jadi ada teman gak takut nyasar.


"Baiklah, tapi sebelum itu ganti dulu baju mu!" Pinta Ku mengambil kaos yang aku masukan ke tas ku tadi


Ia hanya memandangi baju yang aku berikan kepadanya.


"Pakai saja,itu baju modelan untuk pria tapi aku suka memakainya" Ucap ku menyodorkan nya


"Terima kasih,aku akan mengganti baju ku tunggu lah disini dan jangan kemana mana" Perintah nya


Aku mengiyakan nya, aku menunggu nya di pinggir jalan sampai ia datang kembali.


Aku melihat nya dari kejauhan berlari ke arah ku dengan terburu buru.


"Ayo" Ajak Nya mengulur kan tangan untuk bergandengan


Aku mengangguk tapi tidak menerima uluran tangan nya,ia menarik kembali tangan nya dengan senyuman.


"Kita akan kemana dulu ya?" Tanya Nya membalikkan badannya


"Terserah kamu" Jawab Ku


" Baiklah! Kita ke Kafe Favorit ku," Ujar Nya


Aku mengangguk dan mengikuti nya ke Kafe yang iya sebutkan.


Di perjalanan menuju kafe aku tidak berbicara sedikitpun, tetapi dia selalu bertanya kepadaku walaupun aku tidak menanyainya balik.


Aku masih tetap waspada dengan dia, walaupun dia sangat ramah dan baik tetapi seseorang bisa menutupi niat jahatnya melalui itu semua.


Tidak di rasa kami telah sampai di depan kafe, kami masuk dan mencari tempat.


Ia memanggil wanita yang tengah mengambil pesanan pelanggan lain.


"Kamu mau pesan apa?" Tanya nya menunjukkan ku buku menu


Aku melihat lihat menu yang tertera di buku itu, aku mencari yang aku suka dan ku anggap enak.


"Aku mau ini, Bubble Milk Tea yang rasa coklat" Jawab ku menunjuk ke buku menu itu

__ADS_1


Dan di catat oleh pelayan di Cafe itu.


"Cemilannya?" Tanya Hendy kembali


"Kentang Goreng saja" Jawab ku lagi


"Bubble milk tea satu,kentang goreng satu, sandwich satu sama Thai Tea. itu aja mba" Ucap Hendy ke arah wanita itu


Wanita itu mengangguk lalu berjalan pergi.


"Emily!" Panggil Nya


"Iya,kenapa?" Tanya Ku mengerutkan Dahi


"Tidak apa apa, oh ya kalau aku boleh tau kamu sekolah dimana?" Tanya nya balik


"Aku tidak tahu nama sekolah ku" Jawab Ku


"Pffff bisa bisa nya kau tidak tau nama sekolah mu" Ujar nya


"Iya, aku baru masuk sekolah lagi setelah mengalami kecelakaan dan ingatan ku hilang" Tutur Ku menatap


Dia diam sejenak dan memperhatikan dengan tatapan penuh pertanyaan.


"Sungguh?" Tanya Nya membenarkan posisi nya


"Maafkan aku! aku sungguh tidak tau" Ucap Nya


"Tidak apa apa, santai saja!" Tutur Ku


Pesanan kami pun sudah tiba, kami memakan nya sambil bercerita, tetapi dengan senyumannya itu aku melihat bahwa ada banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan tetapi seperti nya ia menahannya.


Setelah kami dari Cafe, ia mengajak ku berjalan jalan lagi ke pinggir laut.


Kami duduk menyaksikan indah nya Sunset, aku baru pertama kali melihat matahari menghilang dari pandangan langit perlahan lahan.


Saat aku masih bersama nenek, aku tidak bisa meninggalkan nya terlalu lama di rumah sendiri. Bahkan saat kerja kelompok di rumah teman ku, aku harus langsung pulang dan gak bisa singgah singgah kemana mana.


"Kamu menyukai nya?" Tanya Nya menoleh ke arah ku


"Iya, aku sangat menyukai nya, sangat indah" Jawab Ku


"Bisakah kita bertukar Nomor?" Tanya Nya lagi menyodorkan ponsel yang ia pegang


"Aku tidak punya ponsel" Jawab Ku


"Sungguh?" Ucap Nya menarik kembali tangannya yang menggenggam ponsel


"Iya" aku kembali menatap ke arah semua

__ADS_1


"Tunggu lah disini sebentar! ada yang ingin aku berikan kepadamu" Pinta nya


"Oh baiklah" Ujar Ku


Aku menunggu nya kembali di tempat itu sampai keadaan tempat itu mulai gelap, untung saja cahaya rembulan sangat terang malam ini dan lampu lampu di kota itu bisa menyinari perjalanan ku.


Aku sudah terlalu lama menunggu nya dan dia belum kunjung kembali, aku sedikit khawatir tetapi apa mungkin ia sengaja meninggalkan ku di tempat ini.


Aku beranjak dari pinggir laut itu dan berjalan pelan sambil mencari keberadaan nya.


Aku tidak melihat dia di pinggir jalan atau di toko toko, aku singgah ke sebuah toko untuk membeli Salep aku berniat membeli kan nya untuk dia.


Aku mengambil salep itu dan membayar nya lalu pergi.


Aku melihat sekeliling mencari cari dia tetapi tidak ada, dan aku berhenti saat ada suara gaduh di sebuah Gang yang agak sempit.


Aku mendekati gang itu dan ternyata aku melihat Hendy tengah di keroyok anak anak seumurannya.


"Hey, kalian hanya berani main keroyokan yah" Teriakku ke arah mereka


Sontak mereka membalikan badan ke arah ku dengan senyuman menyeringai.


"Wah, liat ini, apa dia Pacar mu Hen?" Tanya lelaki itu kepada Hendy dengan menjambak Rambut Hendy


Ternyata Lelaki itu mengenal Hendy, kemungkinan mereka teman sekolah nya atau musuh nya.


"Jawab!" Bentak Orang itu ke arah Hendy


"Jangan coba coba menyentuh nya" Ancam Hendy dengan suaranya yang serak


Aku melihat Hendy sudah babak belur di hajar oleh mereka, aku tidak tahan melihat itu semua.


Aku menyimpan tas ku di pinggir, lalu membuka jaket yang aku kenakan.


"Satu lawan satu kalau berani, tapi kalau kalian maju semua juga aku tidak gentar" Tantang Ku ke arah lelaki itu


" Mel! apa yang kamu lakukan!" Ucap nya dengan sedikit kegelisahan


"Wah, kau menantang ku gadis kecil! pegang dia biar aku yang mengurus gadis kecil ini" Pinta nya ke teman teman nya


Aku mempersiapkan pertahanan menunggu nya menyerang ku, saat itu ia sudah mengangkat tangan nya dan mengarahkan nya hendak menonjok ku.


Dengan Sigap dan cepat aku menangkis tangan nya, lalu mengepal kan tangan ku dan mengarah kan nya dari bawah hingga mengenai dagu nya.


Ia meringis kesakitan lalu aku menendang nya dengan kuat hingga ia terpental ke arah teman teman nya.


Ke empat teman nya membantu nya berdiri, sedang dia meringis kesakitan memegangi bibir nya yang mengeluarkan darah.


Salah satu teman nya maju hendak melawan ku, dengan wajah yang di penuhi amarah dia mengarah kan tendangan nya dengan kuat ke arah ku.

__ADS_1


__ADS_2