REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH

REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH
Penyelidikan


__ADS_3

Kami berempat pergi menuju Cafe itu, kami duduk di sebuah meja di cafe lalu Hendy memanggil pelayan untuk memesan.


Suasana tenang dan penuh keceriaan di antara kami, tetapi tidak dengan Vin dan Raja mereka menatap Hendy dengan tatapan sinis.


Ketika momen tepat tiba, aku mengajak Hendy untuk berbicara berdua kami beranjak dari meja dan mencari tempat yang lebih tenang untuk berbicara.


Vin dan Raja menatap Hendy dengan tatapan tajam,memberi kesan bahwa mereka memperhatikan setiap langkah nya.


Sambil berjalan kami mencoba mencoba menjaga jarak dari Vin dan Raja, menuju ke meja yang lebih jauh begitu sampai kami duduk dan siap berbicara.


"Apa yang kamu ingin bicarakan?" Tanya Hendy pelan 


"Apakah kamu pintar menyelidiki seseorang?" Tanya Ku balik dan melirik ke arah meja Vin


"Bisa, memangnya siapa yang ingin kamu selidiki?" Ucap Hendy


"Orang ini" Jawab Ku sambil memberinya sebuah foto


"Bukan kah ini orang yang berada di meja sana"Kata Hendy melirik ke meja dimana Vin dan Raja berada


"Iya,aku sedikit curiga kepada dia, Nama nya Vin" Tutur Ku berbisik kepada Hendy


"Oh oke nanti akan ku selidiki orang ini, jika aku mendapat kabar apapun akan ku hubungi kamu secepatnya" Ujar Hendy


"Okey, Terimah kasih" Ucap ku tersenyum


"Sama-sama" Jawab Hendy lalu menyimpan foto itu ke saku nya


Kami kembali ke tempat awal seusai membicara kan itu, kami bergabung kembali dengan Vin dan Raja.


Aku melihat Hendy gugup dengan tatapan Vin dan juga Raja yang menatap nya tajam, suasana seketika menjadi canggung dan Hendy pasti merasakan terintimidasi oleh tatapan mereka.


Aku menyadari ketegangan tersebut dan mengakhiri perkumpulan kami, untuk meredakan situasi yang tidak nyaman ini.


"Sebaik nya kita pulang! Ini sudah sore" Ajak Ku


"Oh oke, Ayok aku juga akan langsung pulang" Ucap nya


"Ayo,ikut lah dengan ku, aku antarkan kamu sampai rumah" Ajak ku kepada Hendy


"Tidak perlu repot-repot, aku bisa pulang sendiri kok" Tolak Hendy


"Aku tidak terima penolakan! Jadi ikutlah!" Ucap Ku memaksa Hendy


"Baiklah" Jawab Nya

__ADS_1


Aku berjalan duluan dan di susul Hendy, Vin membukakan ku pintu mobil segera aku masuk dan duduk.


Hendy masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah ku, Raja memulai perjalanan kami.


"Kamu suka memakai gelang yah mell?" Tanya Hendy melirik gelang yang ku pakai


"Iya," Jawab ku sambil mengangguk kecil


"Kalau begitu aku ada sesuatu untuk mu" Ujar nya sambil merogoh tas nya


Aku menatap nya yang tengah mencari sesuatu di dalam tas nya, tidak lama kemudian ia mendapat kan nya.


"Ini untuk mu, maaf ini hanya barang murahan sebenarnya aku sedikit ragu untuk memberikan nya kepadamu. Takut nya kamu tidak akan menerima nya" Kata Hendy memberikan ku gelang itu


Gelang berwarna hitam dengan sebuah nama yang terukir di gelang itu,  tulisan kecil di gelang itu bertuliskan.


Friend


           " H & E "


Aku memperhatikan terlebih dahulu gelang itu, dia membeli gelang dan mengukir nama inisial nama kami disitu.


"Apa kamu tidak menyukai nya?" Tanya Hendy


"Aku sangat menyukai nya" Jawab ku lalu segera memakai gelang itu


"Cincin?" Tanya Nya lalu melihat ku 


"Ya seperti yang kamu lihat" Jawab ku mengangguk


"Tidak! Maksud ku apa itu cincin pertunangan" Tanya nya lagi masih memegang tanganku


Aku mengangguk pelan menatap nya, yang tengah penasaran.


"Lepaskan tangan mu dari Nona Emily" Perintah Vin dengan suara yang nyaring


Aku dan Hendy sedikit terkejut, lalu ia melepaskan tanganku perlahan.


"Aku hanya memegang tangan nya dan tidak menyakiti nya! Kenapa kamu emosi" Kesal Hendy


Vin tidak menjawab apa apa dan kembali dengan posisi duduk nya, pasti dia sedang naik darah seperti orang lagi pms saja sedikit marah.


Ku biarkan mereka berdebat sesuka hati mereka, aku tidak akan ikut campur terserah mereka saja.


Aku memasang earphone di telingaku lalu memutar lagu, agar tidak mendengar perdebatan mereka bisa bisa aku gila sendiri jika mendengar nya terus menerus.

__ADS_1


Aku bersandar dan memejamkan mata ku perlahan, lama lama aku terlelap mendengar lagu yang ku putar.


Aku terbangun saat mendengar suara seseorang memanggil manggil ku, ku buka mata ku perlahan dan menyadari yang memanggil ku adalah Vin.


"Kita sudah sampai Nona" Ucap Vin menengok ke arah ku


"Dimana Hendy?" Tanya Ku melirik ke kursi di sebelah ku yang sudah kosong


"Sudah kami antar kan pulang" Jawab Raja


Entah benar atau tidak bahwa mereka sudah mengantar kan Hendy pulang, jangan jangan mereka menurun kan Hendy di pinggir jalan lagi.


Aku memasuki rumah perlahan dan menundukkan kepala ku, padahal tadi aku ingin bicara lagi sebentar dengan Hendy jika sudah berada di depan rumah nya tetapi malah aku ketiduran.


Apa aku telpon saja yah, tapi takut ada yang menguping.


"Nona!" Teriak seorang wanita lalu memeluk ku dengan erat


Ku pandangi dia dengan seksama, saat aku melihat wajah nya, senyumku terukir di sudut bibirku.


"Eva!" Ucap Ku


"Non! Saya kangen sekali dengan Non Emily, saya sangat bosan saat di rumah sakit" Ungkap Eva  mengendorkan pelukan nya


"Aku juga sangat kangen dengan mu Va! Maaf aku tidak sempat menjenguk mu, tadi nya aku berencana pagi ini menjenguk mu tetapi aku langsung menuju sekolah." Tutur Ku


"Tidak apa apa Non! Yang terpenting saya sudah sehat dan kembali kesini lagi" Ujar nya mengambil tas ku


Kami berjalan menuju kamar ku, lalu aku mengganti seragam sekolah ku dengan kaos putih.


Aku duduk di sofa yang berada di kamar ku, membuka laptop ku dan sesekali melihat ponsel ku barang kali ada notif dari Hendy.


"Non! Apa anda baik baik saja? Wajah Non seperti gelisah begitu?" Tanya Eva lalu duduk di lantai di bawah sofa


"Aku baik baik saja, aku lagi menunggu pesan dari seseorang" Jawab ku lalu turun dari sofa dan duduk di lantai bersama nya


"Non! Kenapa duduk di lantai? Nanti Non masuk angin lagi" Ucap Eva


"Aku mau suruh kamu duduk di sofa bersamaku tetapi sudah pasti kamu akan menolak nya! Jadi ya aku ikut saja duduk di sini" Tutur Ku 


"Saya hanya berusaha menghargai Non!" Ujar Nya menundukkan kepala nya


"Tidak perlu sampai begitu juga, aku bukan anak raja yang akan kamu prilakukan seperti itu." Kata Ku mengelus kepala nya


Eva hanya diam mendengar perkataan, mata nya berkaca kaca memandangi ku.

__ADS_1


Aku berhenti melirik nya saat sebuah notif di ponsel ku, Notif dari Hendy terlihat dari layar ponselku.


__ADS_2