
Mata ku memperhatikan area sekitar menyadari banyak terdapat CCTV di setiap sudut ruangan itu.
Aku menyenggol Elena yang berada di sampingku agar ia melihat Cctv itu.
Elena berlari dengan sengaja menabrak slaah satu penjaga yang kami ikuti.
"Maaf aku tidak sengaja" Ucap Elena sembari bangun
Orang itu tidak menjawab melain kan menatap Elena tajam, lalu kembali berjalan.
Elena menyembunyikan sebuah pisau di pinggang nya, lalu berbalik kembali ke arah kami dengan senyuman serta anggukan.
Kami kembali berjalan mengikuti penjaga itu, aku melihat di setiap ruangan itu terdapat jeruji besi dan aku sangat terkejut menemukan banyak wanita lain selain kami di ruangan ini.
Aku meliarkan mata ku ke setiap ruangan itu berharap mendapatkan Eva disana, tetapi Eva tidak ada di tempat ini.
Kami berjalan melewati lorong gelap yang hanya di terangi obor yang di selipkan di dinding.
Lalu kami menaiki anak tangga yang lumayan tinggi, dan ternyata kami di sekap diruangan bawah tanah.
Kami berhenti di sebuah ruangan lalu penjaga itu membukakan pintu dan menyuruh kami masuk.
Kami masuk ke ruangan tersebut dengan waspada,percikan keberanian dan harapan masih terpancar.
Seorang lelaki duduk di sebuah kursi dengan tatapan sumringah, apa mungkin dia yang di sebut penjaga tadi dengan sebutan bos.
Penjaga itu berjalan lalu berbisik kepada lelaki itu, entah apa yang ia bisikan tetapi sesekali memandang kami.
"Tenang saja! Semuanya akan berjalan sesuai rencana kita" Kata Lelaki itu kepada penjaga
Lalu penjaga itu keluar dan mengunci pintu ruangan itu, Fiona mulai gelisah ketakutan.
Sambil berbisik kami berusaha menciptakan rencana yang cerdas dan cepat untuk melawan bos itu.
Lelaki itu berjalan mendekati kami lalu memegang dagu kami satu persatu, tangan ku mulai mengepal aku sudah siap memukul lelaki itu tetapi Elena memegang tangan ku.
Dan akhirnya aku mencoba untuk sabar, dan mengikuti rencana yang mereka buat.
"Gadis gadis yang sangat cantik! Aku akan menikmati saat saat terakhir kalian sebelum aku menjual kalian semua" Ucap lelaki itu
__ADS_1
Bos itu berjalan mendekati Fiona lalu memegang lembut wajah Fiona dengan senyuman miring nya.
"Singkirkan tangan mu! Dasar lelaki penggoda!" Teriak Fiona menghempaskan kasar tangan lelaki itu
Fiona terpental akibat tendangan kuat lelaki itu,Fiona terjatuh kelantai dengan sangat keras seperti nya lelaki itu emosi dengan perkataan Fiona.
Kami berlari ke arah Fiona yang tengah kesakitan, membantu nya berdiri kembali.
"Kamu tidak apa apa?" Tanya Elena memegang tangan Fiona
Fiona menggeleng dan kemudian kembali menatap lelaki itu, lelaki itu kembali duduk di kursi nya mengangkat satu kaki nya.
"Jangan coba coba untuk melarikan diri! Atau membantah ku" Ucap lelaki itu
Aku menatap lelaki itu dengan tekad kuat, siap untuk melawan dan membuktikan kekuatan kami.
"Jadi siapa yang akan duluan melayani ku? Kalian tidak perlu berebut karena semua akan mendapatkan giliran" Kata lelaki itu mematikan rokok nya
"Biar aku saja" Ucap Elena
Ia mendekati lelaki itu dengan anggun, berpura pura ingin melayani sambil mencari kesempatan untuk menyerang begitu lah awal rencana nya.
Tetapi aku tidak yakin akan berhasil, padahal dengan menyerangnya langsung juga gampang kan tidak perlu sampai seperti ini.
Aku melihat Yara mengambil pisau yang ia selipkan di pinggang nya, ia menyembunyikan di belakang nya dengan memegang nya berdiam menyerang.
Elena membuka sepatu nya lalu duduk di pangkuan lelaki itu, Elena menarik dasi lelaki itu ke arah nya.
Aku yang melihat itu merasakan seketika mata ku ternodai oleh penampakan di hadapan ku itu.
Aku mencoba membalikkan wajah ku ketempat lain tak ingin melihat Elena tetapi Yara membalikan ku dengan paksa.
"Tidak akan sampai terjadi, lihat lah kita harus terus melihat nya sampai ia memberi aba aba kepada kita" Bisik Yara lalu mengangguk
Ini namanya paksaan aku harus menonton Elena yang tengah merayu lelaki itu, benar benar gila kalau aku jadi Elena sudah ku cakar cakar muka bajingan itu.
Elena membuka semua kancing baju nya di hadapan lelaki itu membuat kami sangat terkejut, ia sampai melakukan hal itu benar benar gila.
Lelaki itu tersenyum sangat puas melihat apa yang di lakukan Elena, Elena meraba di setiap tubuh lelaki itu sambil mengendus leher lelaki itu.
__ADS_1
Aku merasa emosi kepada Elena, ini sudah di luar rencana kita ini sudah keterlaluan.
Dengan penuh emosi aku hendak mendekati Elena dengan lelaki itu,tetapi lagi lagi tangan ku di tarik dan sekarang yang menarik ku adalah Hazel.
"Sabarlah sebentar lagi! Kamu tidak pernah melihat yang seperti itu yah" Ucapnya lalu melepaskan tangan ku
"Aku hanya geram tau! Ini sudah di luar rencana kita"Tutur Ku
"Aku tau, aku juga terkejut tadi tapi kita liat saja terlebih dulu! Kalau dia sampai melakukan nya bunuh saja mereka berdua di tempat ini" Kata Hazel
Tangan Elena menutup kedua mata lelaki itu, lalu ia membalikkan wajah nya kepada kami sembari menggeleng.
"Lelaki itu tidak membawa pisau atau pistol" Ucap Yara
Elena merayap dengan lembut tangan Kiri Elena mengelus lembut bibir lelaki itu, tetapi tangan kanan nya meraih pisau yang ia selipkan di pinggang belakang nya.
Dengan cepat Elena mengarah kan pisau itu ke leher Lelaki itu, mengancamnya lalu menyuruh nya berdiri ,lelaki itu membuka mata dengan terkejut memandang Elena .
Lelaki itu tak terlihat ketakutan dengan pisau yang mengarah ke leher nya,tetapi ia memberikan penurutan nya dengan santai.
Mungkin ia menyembunyikan ketakutan nya di balik raut wajah nya yang sombong itu, atau ia mempunyai sebuah rencana.
"Rupanya aku salah pilih wanita yah" Ucap lelaki itu dengan senyuman meledek sembari mengangkat kedua tangan nya
Tetapi lelaki itu dengan cepat menangkap tangan Elena yang memegang pisau, lalu membanting tubuh Elena ke lantai.
Elena meringis kesakitan saat ia terbanting ke lantai, ia memegangi pergelangan tangan nya.
Lelaki itu mengambil pisau milik Elena yang terjatuh, ia memegang nya dengan mantap serta senyuman mengejek di wajah nya.
Yara berhasil menggapai pisau buah yang berada di meja,lalu menyerang lelaki itu dengan cepat.
Pisau itu mendarat dengan cepat di lengan lelaki itu, membuat ia meringis sementara.
Setelah Yara menyerang, lelaki itu dengan cepat melumpuhkan nya lalu memukul dengan keras. Yara terjatuh hingga kesadaran nya memudar.
Fiona maju hendak memukul lelaki itu, tetapi lelaki itu dengan mudah menangkis pukulan Fiona.
Lelaki itu memutar tangan Fiona dan menendang perut Fiona dengan sangat keras, lalu lelaki itu menghantam kan sikuk nya ke punggung Fiona hingga ia terjatuh ke lantai.
__ADS_1
Hazel memandang ku dengan tekad yang kuat lalu ia maju menghadapi lelaki itu,dengan pukulan yang cepat dan kuat lelaki itu terhuyung.
Lelaki itu berusaha melawan tetapi Hazel terus menyerang nya tanpa memberikan celah sedikit pun untuk lelaki itu.