
"kenapa mereka pakai datang segala sih!" Gumam Aynat
Ia kembali berjalan dan duduk di tempat nya tadi, dengan wajah kesal menatap pintu.
Sedari tadi aku hanya terdiam, dan mengapa senyuman lelaki tadi terbayang bayang di benakku.
Aku akan mengingat wajah dan nama lelaki itu, untuk berjaga jaga.
Dan barang apa yang Aynat kirim ke suatu tempat itu? Aku penasaran tetapi aku tidak mau bertanya atau mencari tahu.
Aku tidak mau membuat masalah baru lagi, aku tidak mau orang orang terdekat ku dalam bahaya.
Aynat menarik nafas dalam-dalam, lalu membenarkan posisi nya.
"Aku tertarik saat pertama melihat mu! Dan aku tidak menyangka ternyata lawan ku saat itu adalah Emily! Anak dari Pak Candra" Ucap Aynat
"Apa! Kamu tertarik padaku?" Teriak Ku terkejut menatap nya
"Eh! Bukan bukan begitu maksudku, seperti nya otak mu itu sangat kotor yah. Maksudku itu bukan tertarik mencintai mu, aku masih waras loh" Kesal Aynat
Aku tertawa kecil melihat nya kesal, aku memang tau maksudnya bukan seperti itu.
Aku hanya ingin membuat suasana yang tidak serius terus, sangat membosankan.
"Seperti nya kamu tidak tau sesuatu yah Emily?" Tanya Aynat
"Apa?" Tanya ku balik penasaran
"Tidak! Aku tidak akan memberitahu mu, biarkan kamu tau sendiri nanti" Jawab Aynat
Apa maksudnya? Dia yang bertanya tetapi giliran aku balik menanyainya dia tidak mau memberitahu ku.
"Jadi kamu tidak berniat memberitahu ku?" Tanya ku mengambil gelas yang berisi jus itu
Aynat menggeleng pelan, ia sungguh mempermainkan ku padahal ia tau sesuatu dan tidak mau memberi tahu ku dan hanya membuat ku penasaran saja.
"Nona!" Teriak Seseorang dari arah pintu
Seketika aku berbalik dan menatap lelaki itu, Raja berdiri dengan terengah-engah di depan pintu.
Ia berjalan mendekati ku bersama kedua pengawal Aynat yang babak belur, seperti nya Raja memukul mereka.
"Maaf! Bos, orang ini memaksa masuk dan menghajar kami" Ucap lelaki itu
"Wah, berani sekali kamu memukul anak buah ku!" Kata Aynat berdiri di hadapan Raja
"Anak buah Anda yang terlalu lemah! Walaupun anda memperketat penjagaan disini jika anak anak buah Anda selemah ini, itu semua sia sia" Jawab Raja
"Aku kesini, mau menjemput Nona Emily!" Lanjut Raja
"Menjemput yah! Dari mana kamu tau tempat ini?" Tanya Aynat
"Bukan urusan Anda!" Jawab Raja
__ADS_1
"Mari Nona! Kita pulang!" Ajak Raja
"Aku pulang Aynat! Sampai jumpa lagi" Pamit Ku berjalan mengikuti Raja
Aynat tidak menjawab pamit ku itu, ia diam dan terus diam sampai aku melewati pintu keluar.
Aku mengikuti Raja menuju mobil, hingga kami pun bergegas pulang.
Untuk saja ada Raja, aku sudah merasa gelisah bersama si Aynat itu.
Tapi ini kok cuman Raja sendiri yah? Si Vin kemana? Tumben sekali dia tidak ada padahal biasa nya dia yang lebih awal mencariku.
"Vin dimana?" Tanya Ku
"Tadi kami berpencar seperti biasa! Tapi sepertinya dia mabuk berat" jawab Raja
"Apa! Vin mabuk?" Tanya ku lagi
" Iya,Non! Tadi saat Non pamit ke toilet! Vin sudah mulai minum karena ia sangat kesal kepada ku yang telah mengambil dansa pertama anda" Jawab Raja
"Hanya gara gara itu, dia sampai mabuk" Ucapku
"Tapi saat itu dia belum mabuk Non! Setelah ia mengetahui Non tidak ada di ruang pesta, disitulah dia minum banyak sekali" Kata Raja
"Tingkat kan laju mobil nya" Pinta Ku
Raja melajukan mobilnya dengan cepat sesuai permintaan ku, aku memakai sabuk pengaman dan menaikkan kaca jendela nya.
Raja memakirkan mobil nya di depan rumah, aku segera turun dan berlari masuk kedalam rumah.
"Iya, Non! " Jawab Bi Siti
"Apa Vin sudah pulang bi?" Tanya Ku
"Seperti nya belum Non! Bibi belum pernah melihat Vin kembali setelah pergi bersama Non" Jawab Bi Siti
Aku segera berjalan kembali menemui Raja yang mungkin masih berada di luar, aku mendekati Raja yang berdiri di samping mobil.
"Kata Bibi, Vin belum pernah kembali" Ucap Ku
"Anda tunggu saja di kamar anda sambil istirahat! Biar aku dan yang lain mencari nya" Pinta Raja
Aku mengangguk pelan dan mundur beberapa langkah, agar ia bisa membelokkan mobil nya.
Aku berjalan masuk kerumah setelah melihat Raja pergi untuk mencari Vin, semoga saja Vin tidak kenapa kenapa.
Aku masuk ke kamar mandi, mencuci muka hingga bersih menghilangkan bekas makeup tadi dan mengganti pakaian ku.
Aku duduk di tepi ranjang, menunggu kabar dari Raja yang tak kunjung datang.
Aku sangat khawatir kepada Vin, bisa bisa nya dia minum sebanyak itu dan membawa mobil sendiri.
Hingga terdengar ketukan pintu, itu pasti Raja aku harus segera membukakannya pintu barangkali dia menemukan keberadaan Vin.
__ADS_1
Aku membuka pintu perlahan, dan ternyata orang di balik pintu itu adalah Vin.
Vin berjalan dengan oleng ke arah ku, meletakkan kepalanya di punggung ku.
Aku sedikit terkejut tetapi menyadari bahwa Vin tengah mabuk.
"Aku akan tidur di sini!" Ucap Vin dengan pelan
Kemudian ia menerobos masuk begitu saja ke kamar ku, padahal aku belum mengiyakan perkataan nya itu.
Aku masuk dan menutup pintu, aku melihat nya yang sudah baring di kasur ku dengan santai nya itu.
"Apa kamu tidak mau tidur bersama ku Emily?" Tanya Vin menepuk nepuk kasur di sebelah nya yang kosong
Aku tidak menghiraukan ucapan nya yang tengah mabuk itu, aku melepaskan sepatu nya dan memakaikannya selimut ku.
Vin menarikku hingga aku hampir menubruk nya, untung saja aku cepat menahan tubuh ku agar tidak merapat dengan nya.
"Tidur lah bersamaku malam ini" Pinta Vin mengelus lembut wajah ku
Aku meraih tangan nya dan menaruh nya di atas dadanya.
"Tidurlah Vin! Aku tidak bisa mengikuti permintaan mu itu" Ucapku mengelus kepala nya
Hingga ia terlelap dengan memegang tanganku di dada nya, aku merasa kan detak jantung nya itu.
Aku menarik tangan ku pelan agar ia tidak terbangun, aku berjalan keluar kamar dan menutup pintu dengan pelan.
Tepat sekali,Raja tengah menaiki tangga menuju ke arah ku.
"Aku tidak menemukan Vin" Ucap Raja
"Dia ada di kamarku!" Ujar Ku menunjuk ke pintu kamar ku
"Oh di kamar anda, eh Apaaa!" Teriak Raja
Aku segera menutup mulutnya, tetapi ia masih melotot ke arah ku.
"Jangan berpikir aneh aneh, aku tidak melakukan apa apa dengan nya" Kata ku menaikan dua jari ku tanda suer
"Dan boleh kah aku minta tolong?" Lanjut ku
"Apa Non?" Tanya nya
"Tolong ganti kan baju Vin, baju nya bau minuman" Jawab Ku
"Dan kalau kamu mau menemani nya, silahkan tidur di kamar ku" Sambung Ku
"Oh okey, Aku akan mengganti bajunya! Tapi aku tidak mau tidur bersama nya. Soalnya dia kuat memeluk sangat menjengkelkan" Tutur Raja dengan merinding
"Hahaha, Yasudah! Tolong gantikan pakaian nya yah. Aku mau tidur di kamar sebelah" Seru ku berjalan ke kamar yang berada di samping kamar ku
Aku membuka pintu dan masuk tak lupa mengunci nya, aku merebahkan tubuhku di kasur dengan kasar.
__ADS_1
Aku harus bangun lebih awal besok, sebelum si Vin bangun.