REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH

REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH
Elina


__ADS_3

"Ok, aku akan membuka nya di rumah nanti, Terima kasih!" Ucapku.


"Tapi, bisakah kalian menyingkirkan mobil kalian!" Lanjut ku memperhatikan mobil mereka yang menghalangi jalan itu


"Oh, iya, maaf kan kami telah mengganggu perjalanan Anda!" Tutur Pria itu sembari menundukkan kepalanya


Ia berjalan ke mobil nya lalu memundurkan mobil mereka agar kami bisa lewat.


Kami kembali ke mobil, dan melanjutkan perjalanan pulang.


Apa isi dalam kotak ini, dan bodoh nya aku kenapa tidak bertanya kepada mereka tadi siapa yang menyuruh mereka.


Akhir akhir ini banyak sekali orang orang aneh yang muncul di sekitar ku, bikin aku sedikit khawatir.


Tapi semoga saja isinya kotak ini tidak membahayakan diriku.


Aku turun dari mobil dan segera masuk kedalam rumah.


"Ibu dimana bi?" Tanya Ku kepada bibi yang menghampiri ku dengan wajah khawatir


"Di kamar nya Non! Tadi Nyonya tiba tiba pingsan saat tengah berbicara dengan Tuan Dillon di ruangan Nyonya," Jawab Bi Asih.


"Dillon? Siapa Bi?" Tanya Ku lagi


"Paman Non! Tuan Dillon adalah adik dari Pak Candra, ayah Non!" Jelas Bi Asih.


"Dan seperti nya, Nyonya tidak senang dengan kedatangan Tuan Dillon! Tatapan Tuan Dillon kepada nyonya sungguh tidak baik Non," Sambung Bi Siti yang berada di belakang Bi Asih


"Bi, Tolong simpan kotak ini di kamar ku! Aku mau bertemu dengan ibu" Ucapku memberi kan kotak itu kepada Bi Asih


Aku meninggalkan mereka, dan berlalu ke kamar ibu, aku membuka pintu perlahan dengan sangat hati hati agar ibu tidak merasa terganggu.


Aku duduk di samping ibu yang tertidur itu, aku menyentuh dahinya yang sangat panas.


Aku tidak kuasa melihat ibu yang melemah di kasur nya ini, hatiku terasa hancur melihat pemandangan ini.


Aku duduk dengan mengusap wajah ku, apa yang harus aku lakukan sekarang? Yah,lelaki itu penyebab ibu jatuh sakit.


Ibu langsung demam karna kedatangan lelaki itu? Atau lelaki itu berbuat jahat kepada ibu hingga ibu jatuh sakit begini.


Aku tidak bisa membiarkan lelaki itu menyakiti ibu, apalagi sampai membuat ibu sakit begini.


Aku mencium kening ibu dengan lembut, lalu meninggalkan nya di kamar nya.

__ADS_1


"Bi, dimana lelaki itu?" Tanya ku menghampiri bibi yang tengah sibuk menyiapkan makanan dan obat seperti nya itu untuk ibu


"Katanya tadi sih mau mengecek Kantor, kalau gak salah sih Non! Dia akan kembali lagi sebentar Non" Jawab Bibi sambil berjalan ke kamar Ibu


Baiklah kita tunggu saja sampai lelaki itu datang kembali kesini, aku penasaran sekali dengan orang itu.


Aku pergi ke kamar ku dan segera mengganti pakaian ku, lalu kembali turun.


"Non!" Panggil Raja dengan berjalan terburu-buru


"Iya, ada apa Ja? Kenapa tergesa-gesa begitu?" Tanya ku.


"Seperti nya masalah datang Non! "Jawab Raja


"Masalah apa? Bicara yang jelas dong, supaya aku tidak bingung" Kata Ku dengan menarik nya agar duduk di kursi


"Sepupu Non, yang Non bilang Centil itu loh," Bisik Raja


"Sepupu" Ucapku dengan bingung


"Aduh! Maaf non, aku lupa. Non kan gak ingat tentang dia! Jadi dulu Non sangat membenci sepupu Non itu, yang bernama Elina. Karna Non pernah bilang sama aku bahwa Elina itu sangat centil " Jelas Raja dengan nada yang sangat pelan.


"Terus" Seru ku meminta kelanjutan dari cerita nya itu


"Non harus berhati-hati dengan nya, dari luar dia memang terlihat seperti gadis kecil biasa tetapi! Saat dia berbicara, disitu terlihat sifat ular nya" Tutur Raja


"Yah, aku akan berhati-hati dengan nya. Terimakasih sudah memberi tahu ku" Ucapku


"Kalau begitu aku akan pergi, aku akan menemani anda jika dia sudah datang" Pamit Raja bangkit dari kursinya


Aku mengangguk dengan serius, dan melihat nya pergi keluar rumah.


Aku memikirkan ulang perkataan Raja tadi tentang Elina itu, seperti nya akan ada permainan hari ini.


Aku akan menyambut nya dengan senang hati, dan akan ku buat dia menangis seperti yang dia lakukan dulu kepada Emily.


"Ngapain senyum senyum sendiri," Ucap Vin menepuk pundak ku membuyarkan lamunanku


"Vin, bisa gak sih jangan bikin kaget terus! Gimana kalau jantung ku copot! Kamu mau tanggung jawab?" Tutur Ku dengan memukul lengan nya


" Tenang, kalau jantung mu Copot! Nanti saya pasang kembali" Ujar Nya dengan tertawa


"Memangnya lagi mikirin apa sih? Sampai senyum senyum sendiri, apa jangan jangan Non mengingat ciuman itu yah" Goda Vin dengan senyuman lebar

__ADS_1


"Sembarang kalau ngomong yah," Kata ku sambil menarik telinganya dengan sangat kuat.


"Aaa, sakit, lepas lepas Non! Maaf, saya kan hanya menebak" Seru Vin memegang telinga nya.


Aku melepaskan tangan ku dengan senyuman paksaan, ia mengelus telinganya yang memerah itu.


Padahal aku sudah melupakan tentang kejadian itu, dan ia malah membuat ku mengingat nya kembali, dasar Vin.


"Apa butuh bantuan untuk berpikir?" Tanya Vin menyandarkan kepalanya di kursi


"Tidak," Singkat ku.


Mata ku tertuju ke pintu saat suara ribut kelakson mobil terdengar dari luar, seperti nya dia sudah datang.


"Wah, akhirnya aku sampai juga" Ucap seorang gadis kecil dengan gaya berjalan bak model itu mendekati ku dengan dua pengawal di belakang nya


"Selamat sore Ka! Bagaimana kabar mu?" Sapa Elina dengan senyum sinis nya


Elina duduk di samping ku dengan menatap ke arah Vin, sedangkan aku tidak menjawab sapaan nya itu.


"Ka, ayo kita minum teh di taman! Seperti biasa" Ajak Elina memegang lengan ku dengan keras


"Ayok" Ucap ku lalu berjalan menuju taman dengan langkah kecil


Kami duduk di kursi yang berada di taman, dengan segelas teh di hadapan kami masing masing.


Aku menyuruh Vin untuk duduk tapi ia tidak mau, ia lebih memilih berdiri di samping ku.


"Kaka tau, aku sangat merindukan Kaka! Aku belum pernah menjenguk Kaka setelah Kaka kecelakaan. Dan aku sangat terkejut saat mendengar berita bahwa Kaka Amnesia" Ucap Elina dengan senyuman sinis


"Dan satu lagi, bisa bisa nya Kaka bertunangan dengan Tuan Crill yang sangat terkenal dingin itu! Aku dengar dengar sih dia itu sangat galak loh ka, Kaka harus hati hati. Kaka kan lemah, hahaha" Ejek Elina


Aku sengaja membiarkan nya berbicara sepuas hatinya, aku hanya ingin melihat bagaiman cara ia berbicara dengan Emily ini.


Tapi kenapa Emily tidak memperlihatkan ku tentang Elina? Apa karna aku sudah mengetahui tentang Elina dari Raja tadi sehingga aku tidak di beri penglihatan lagi oleh Emily.


"Tapi sepertinya kamu dapat berita yang salah, karna Crill selalu Full senyum kepadaku, dan kalau di depan ku dia akan merona terus tau" Ucap Ku melirik ke Vin yang tengah menatap Elina dengan tajam


"Hahaha, memangnya Kaka sudah pernah bertemu dengan nya? Belum ada yang pernah melihat wajah nya tau, karna di internet mereka memasang wajah palsu dan bilang bahwa itu adalah Crill." Tutur Elina dengan tawa nya yang seperti nenek lampir itu


"Aku setiap hari melihat wajah tampan nya, saat pergi sekolah, pulang sekolah, bahkan sekarang juga" Kata Ku sambil menyeruput teh ku


Dan entah kenapa tiba tiba wajah Elina terlihat seperti sedang emosi, wajah nya memerah seperti kepiting rebus.

__ADS_1


Tatapan nya seolah olah ingin memakan ku, padahal aku hanya bilang begitu kenapa dia semarah itu? Apa dia tidak bisa bercanda yah.


__ADS_2