REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH

REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH
Terjebak


__ADS_3

Lelaki itu tersenyum menyeringai ke arah Hazel, Hazel mengerutkan kening tidak terpengaruh dnegan senyuman lelaki itu.


Hazel mengambil posisi siap bertarung dan melangkah mendekat dengan penuh percaya diri.


Tetapi lelaki itu mengeluarkan pistol nya siap mengarah kannya ke Hazel, Hazel menyadari situasi yang berbahaya dia diam dan menaikkan kedua tangan nya perlahan.


"Ternyata kamu takut juga yah" Kata lelaki ltu berjalan mendekati Hazel


Lelaki itu mengancam Hazel dengan pistol yang mengarah ke kepala nya, aku tidak tau dari mana ia mendapat kan pistol.


Aku sudah menebak rencana mereka akan gagal, mustahil jika penjahat seperti mereka tidak menggunakan pistol.


Dan aku sungguh penasaran siapa dalang di balik penculikan ku, apa tujuan nya menculik ku berkedok penjualan gadis gadis.


Hazel menunjukkan tanda tanda kepanikan di wajah nya,tetapi ia segera menatap ku yang tengah berdiri memandang nya berkelahi dengan lelaki itu.


Ia terus memandangi ku, aku tidak tau apa maksud dari pandangan nya itu apa mungkin dia meminta solusi atau aku membantu nya langsung.


Aku mengangkat kaki satu, dan dia melihat nya sambil mengerutkan dahi nya.


Selang beberapa menit ia paham dengan apa yang aku beritahu kan.


Hazel menendang pistol yang di arahkan ke arah nya sebelum pelatuk di tarik oleh lelaki itu, ia kemudian melompat mundur untuk menjaga jarak.


Dari wajah lelaki itu terlihat kekesalan, wajah nya merah di selimuti amarah lalu ia menyerang Bazel terlebih dulu.


Hazel menghindari serangan lelaki itu dengan bergerak cepat, mencoba menemukan celah untuk menyerang balik.


Hazel terhuyung oleh serangan lelaki itu, tetapi ia tidak menyerah.


Tetapi  Hazel tumbang di hadapan lelaki itu, ia kehabisan tenaga untuk melawan lelaki itu.


Kini tinggal aku seorang, aku memandangi lelaki itu dengan tatapan tajam Menyiapkan diri untuk melawan dengan segala kekuatan ku yang tersisa.


Aku mengambil pisau di samping Elena dan memegang pisau itu dengan mantap, aku menusukkan pisau itu dengan cepat di tengkuk nya.


Lelaki itu berbalik dan tersenyum meski terluka, lalu tiba tiba menjerit dan mengeluarkan pisau dari belakang nya siap menyerang ku dengan balas dendam.


Aku dengan sigap melompat dan menghindar dari  serangan pisau lelaki itu, aku mengambil sikap bertahan mempersiapkan diri untuk menghadapi serangan ganda dengan penuh konsentrasi.


Dengan gerakan lincah aku melancarkan serangan langsung ke arah lelaki itu, aku menggunakan kecepatan dan keahlian ku untuk menghindari serangan pisau lelaki itu sambil berusaha melumpuhkan nya.

__ADS_1


"Ternyata kamu hebat juga yah, Gadis kecil!" Ucap Lelaki itu sambil menyerang Ku


"Ini baru permulaan" Kata ku sembari menghindari serangan nya


Tetapi aku terkena sayatan di wajah ku, meski terluka aku tidak menyerah.


Luka di pipi ku mulai terasa sangat sakit, namun aku tidak membiarkan luka itu menghalangi tekad ku untuk melawan dan melindungi teman teman ku.


Dengan nyaliku yang tidak goyah aku mengambil kembali kekuatan ku dan melancarkan serangan balik dengan penuh determinasi.


Niat ku adalah untuk menghentikan lelaki itu serta mencari tau siapa dalang dari semua ini.


Dengan keahlian ku berhasil menyayat pergelangan tangan lelaki itu, membuat satu pisau di tangan nya terlepas.


Kini lelaki itu mulai tertekan dan kehilangan keseimbangan nya, dengan kecepatan yang tak terduga aku berlari dan menendang lelaki itu dengan penuh kekuatan menjatuhkan nya ke lantai.


Lelaki itu terlempar dan menabrak meja dengan keras, menyebabkan meja itu pecah menjadi beberapa bagian.


Aku mendekati lelaki itu ,dan dengan penuh kemarahan aku memukul wajah lelaki itu berulang-ulang membalas perlakuan nya terhadap kami.


Aku terus memukul lelaki itu hingga akhirnya ia ke hilangan kesadaran nya.


Aku tersenyum penuh kemenangan, tetapi nafas ku masih terengah-engah.


Aku berjalan mendekati mereka lalu membantu mereka berdiri, bersama sama kami memutus kan untuk keluar dari tempat itu.


Tetapi aku kepikiran kembali dengan wanita yang masih di sekap di ruangan bawah tanah, aku mengambil pistol serta pisau lelaki itu untuk berjaga jaga melawan penjaga di tempat ini.


"Apa kalian masih bisa berjalan?" Tanya ku kepada merek


"Iya, tentu" Ucap Fiona


Dan akhirnya kami berjalan keluar ruangan itu, Hazel mendobrak pintu yang di kunci dari luar.


"Aku berniat membebaskan wanita wanita yang di kurung di bawah sana" Tutur Gara


"Ayok! Bebas kan mereka, tetapi hati hatilah masih ada penjaga yang akan menjadi lawan kita" Ucap Hazel kemudian berjalan di depan


Kami masuk lagi ke ruangan bawah tanah itu, ruangan itu sudah sepi.


Kami menjelajahi semua ruangan tetapi wanita wanita tadi sudah tidak ada di situ, berarti saat kami tengah berkelahi tadi wanita wanita itu telah di aman kan duluan.

__ADS_1


"Sebaiknya kita segera keluar dari sini!" Pinta Ku


"Tapi! Bagaimana dengan wanita wanita itu?" Tanya Yara mendekati ku


"Mereka sudah tak ada disini! Mereka pasti sudah di pindahkan" Jawab Ku 


Kami berjalan hendak menaiki Kembali anak tangga itu untuk keluar dari tempat ini, tetapi pintu untuk naik ke atas telah di tutup.


Hazel mencoba mendobrak nya sama seperti pintu di ruangan tadi, tetapi entah apa yang mereka jadikan pengganjal untuk pintu itu Hazel tak bisa mendobrak nya.


Dan akhirnya kami menyusuri lorong bawah tanah itu untuk mencari jalan keluar.


"Bagaimana kalau kita tidak bisa keluar dari sini?" Tanya Fiona merasa cemas


"Tenang lah, jangan putus asa! Kita akan berusaha keluar dari tempat ini" Jawab Elena mencoba menenangkan Fiona


Kami berhenti saat mendapati lorong yang bercabang tiga.


"Bagaimana ini? Lorong mana akan kita lewati?" Tanya Yara menunjuk lorong itu


"Bagaimana kalau yang kiri" Jawab Fiona


Kami pun segera berjalan ke lorong yang di tunjuk Fiona, kami berharap mendapatkan jalan keluar dari tempat ini.


Tetapi aku menyadari bahwa kami kembali ke tempat awal, aku memberhentikan langkah ku lalu menatap mereka.


"Ada apa?" Tanya Elena


"Seperti nya kita ke tempat semula" Jawab ku menunjuk area sekitar


"Kok bisa sih! "Tutur Yara 


Hazel tanpa ragu kembali berjalan dan kini ia memilih lorong tengah, kami pun mengikuti nya dari belakang dengan berjalan cepat.


Tetapi sama saja kami kembali ke tempat awal lagi, tempat ini mengecoh kan kami membuat kami bingung.


Fiona terduduk sembari memegang kasar wajah nya, ia menatap tempat yang sudah kami lewati ke tiga kalinya ini.


"Aku mau keluar dari tempat ini" Tutur Fiona sembari menangis dengan nyaring


"Ih jangan nangis dong!" Ucap Elena

__ADS_1


Tiba tiba terdengar suara tepukan tangan dari lorong sebelah kanan, sosok lelaki bertubuh tinggi dengan memakai kemeja berdiri di lorong itu dengan senyuman sinis mengarah ke kami.


__ADS_2