
"Non, bagaimana ini? Orang orang itu tidak mau pergi. Mereka akan tetap disini sesuai perintah Vin," Tanya Raja yang sudah berada di belakang ku.
"Sebenarnya siapa sih Vin itu!" Ucap Raja duduk di depan ku
"Dia Crill," Kata Ku dengan santai.
"Crill? Ah, sungguh!" Tanya Raja dengan mata melotot.
Aduh, kenapa pakai keceplosan sih! Ini mulut gak ada rem nya dah, bagaimana ini? Gak mungkin kan aku bohong lagi! Dia sudah terlanjur dengar juga.
"Hehe, iyaa!" Jawab Ku dengan cengengesan.
Raja menatap ku dengan menggeleng kan kepalanya, entah ia sambil memikirkan apa.
"Jangan bilang sama siapapun! Awas," Ancam ku dengan wajah serius.
"Pfff, aku tidak akan bilang sama siapapun tapi dari mana Anda tau kalau dia Itu Crill?" Tanya Lagi Raja dengan memegang dagu nya.
"Entah lah, aku hanya menebak saja!" Jawab Ku dengan tersenyum tipis
Seketika ia menatap ku dengan ekspresi yang aneh, mata di sipitkan dan sudut bibir nya yang terangkat.
"Aduh, kalau gitu mah belum pasti dia itu Crill!" Ucap Raja memukul kepala nya.
"Hehehe" Tawa Ku
"Dari pada kamu memikirkan Vin, lebih baik kamu bantu aku! Aku mau pergi ke suatu tempat, tapi aku tidak mau di ikuti orang-orang itu." Lanjut Ku
"Itu persoalan mudah, tapi anda akan pergi dengan siapa?" Tanya Nya
"Hendy, dia akan mengantar ku! Jadi tolong halau mereka agar tidak mengikuti ku." Jawab Ku dengan mengangguk kan kepala
"Biarkan aku ikut bersama anda! Aku tidak bisa menjamin keselamatan anda jika hanya bersama Hendy itu," Tawar Raja
"Tidak perlu, aku akan baik baik saja! Jadi kamu tidak usah khawatir begitu." Tolak Ku dengan tegas
Terpancar kekecewaan dari wajah nya, aku ingin mengajak nya tapi aku tidak mau masalah ini banyak yang mengetahui nya.
Karena aku tidak mau ada orang jahat yang mengincar Kaka Emily lagi, sudah cukup Emily saja yang mereka incar.
Aku harus segera mendapatkan keberadaan Kaka Emily itu, mungkin dengan itu aku bisa menyingkirkan paman Dillon yang hendak menguasai harta Emily.
Kalau aku sudah menemukan Kaka Emily, paman Dillon harus menerima kenyataan ini kan.
Dia tidak bisa seenak nya saja, datang datang langsung mengambil hak orang lain.
"Kapan Anda berangkat?" Tanya Raja dengan tatapan serius
"Sekarang!" Jawab Ku
"Baiklah, aku akan mengalihkan perhatian mereka." Ucap Raja sambil berdiri
"Hati hati lah di jalan Non!" Seru Raja berbalik tersenyum ke arah ku
Aku segera menghubungi Hendy, dan meminta tolong agar ia mengantar ku ke tempat tersebut.
Sepertinya di luar sudah sepi, aku membuka pintu depan perlahan sembari mengendap ngendap keluar.
__ADS_1
"Ehem," Ucap seseorang di belakang ku.
Sepertinya aku ketahuan deh, bagaimana ini apa aku langsung kabur saja yah! Dan tidak perlu berbalik kebelakang.
Aku menggunakan jurus seribu langkah, berlari sekencang mungkin menjauhi orang yang tidak tau Siapa itu.
Nafas ku terengah-engah, aku sangat capek melarikan diri dari orang itu! Aku berjalan santai di pinggir jalan sambil menunggu Hendy.
Semoga saja tidak ada yang mengikuti ku, aku seperti seorang tahanan saja. Kemana mana harus di ikuti.
Aku melompat saat sebuah mobil di samping ku membunyikan kelakson nya, aku mengelus dada kaget.
"Hehehe, maaf! Ayo naik," Ucap Hendy dengan suara kecil.
Aku membuka pintu mobil depan, sebelum aku masuk kedalam mobil! Aku melihat sekeliling terlebih dahulu memastikan ada yang mengikuti ku atau tidak.
Kemudian aku masuk dan duduk dengan tenang, walaupun nafas ku masih tidak beraturan.
"Kenapa Anda lari tadi?" Tanya Hendy melirik ku
"Dari mana kamu tau? Kalau aku lari lari," Tanya Ku balik
" Tadi kan aku berdehem di belakang mu! Tapi kamu malah lari dengan cepat meninggalkan aku," Jawab Nya dengan menggaruk kepalanya.
Aku terbungkam sejenak menatap tanpa berkedip, jadi orang yang berdehem tadi itu Hendy bukan orang orang suruhan Vin!.
Kalau aku tau tadi, aku tidak perlu lari lari sampai kecapekan begitu kan! Dasar bodoh bodoh.
"Aku pikir tadi bukan kamu, aku pikir Pengawal yang mau mengikuti ku. Jadi aku kabur deh," Kata ku menghembuskan nafas kasar.
"Maka dari itu di wajibkan berbalik terlebih dahulu sebelum kabur!" Tutur Hendy dengan tertawa Kecil.
"Emily, kalau sapi! Makan daging ayam gak sih?" Tanya Hendy memutar bola matanya ke atas.
Pertanyaan macam apa itu? Mana ada sapi makan daging! Apakah otak anak ini tengah bergeser ke Afrika?.
"Gak! Dia makan kambing guling," Jawab Ku dengan menggeleng.
"Ohh" Singkat nya
Eh! Apa perkataan ku itu masuk di otak nya yah? Sih Hendy nih rada rada aneh dan sangat aneh.
Sejak kapan sapi makan daging ayam dan kambing guling? Apa dia tengah berimajinasi sendiri.
"Hendy! Biar kamu kasih seratus kilo daging ayam di hadapan tuh sapi, jangan kan makan melirik pun tidak Sudi" Teriak Ku
"Hehehe, soalnya kemarin, ayahku! Suruh aku ke peternakan sapi sambil bawa makanan. Jadi yah aku bawakan daging ayam mentah," Ungkap Nya Dengan santai.
Seketika aku ingin menenggelamkan nya di kolam, agar semua kebodohan nya hilang semua.
Aku menyandarkan kepalaku di kaca mobil, merasa frustasi dengan pembicaraan Hendy itu yang sangat tidak masuk di akal ku tapi masuk di akalnya.
"Coba cari di internet makanan sapi," Saran Ku dengan menepuk nepuk dahiku.
"Rumput," Jawab Hendy.
" Lalu ngapain kamu bawakan daging!" Teriak Ku stress
__ADS_1
"Yah kan, sesekali ganti menu makanan nya!" Ucap Hendy dengan santai nya.
"Itu sapi Hen! Bukan manusia," Kesal Ku
Seandainya aku tidak lagi memakai kepalaku, sudah ku bentur kan ke kaca mobil ini! Rasanya Hendy menambah kan kekesalan ku.
Ini juga kapan sampainya sih! Keburu si Hendy berbicara aneh lagi, bisa bisa aku langsung masuk RSJ dadakan.
Sedangkan Hendy hanya cengengesan saja, dengan kekesalan ku! Seperti nya dia sengaja membuat ku kesal.
Hendy memarkirkan mobilnya di depan panti, anak kecil berkerumun dan menatap kami.
Walaupun dilihat oleh anak anak kecil tapi aku merasa canggung juga, kami berjalan masuk ke dalam.
Seorang anak kecil menghampiri ku, memegang jari kelingking ku lalu ia menatap ku dengan senyuman manis.
Aku berjongkok di hadapan anak perempuan itu, mengelus lembut rambut nya. Dia sangat cantik dengan lesung pipi yang terukir di sudut bibir nya.
"Kaka Manis sekali," Ucap Anak itu
"Terimakasih atas pujiannya, tapi kamu tidak kalah manis loh!" Sambung Ku mencubit pipi nya yang tembem itu
"Tapi kenapa pacar Kaka itu terlihat sangat menyebalkan!" Kata Anak itu dengan menatap sinis Hendy.
"Tiaraa! Gak boleh bicara begitu," Pinta Seorang wanita yang berjalan menghampiri kami.
Aku pun kembali berdiri, menatap wanita itu dengan tersenyum, mungkin wanita ini ibu panti.
"Maaf kan Tiara yang sudah bicara tidak sopan!" Ucap Wanita itu
"Tidak apa apa, namanya juga anak kecil" Tutur Ku
"Mari masuk," Ajak Wanita tersebut.
Kami berjalan mengikuti nya dari belakang, sambil melihat lihat area panti yang begitu bersih dan sangat indah dengan beberapa bunga bunga yang cantik cantik.
Aku dan Hendy duduk di kursi depan wanita itu, aku merasa deg deg kan untuk membicarakan hal itu.
"Kalian dari mana? Dan ada perlu apa ke panti asuhan ini?" Tanya Wanita itu menatap ku
"Dari rumah," Jawab Ku dengan cepat.
Wanita itu hanya tertawa kecil saat mendengar jawaban ku, sedangkan Hendy hanya senyum senyum menatap ku.
Apa salah ku? Wanita itu kan bertanya dari mana, ya aku kan memang dari rumah langsung menuju kesini.
"Lalu apa perlunya?" Tanya wanita itu lagi dengan wajah yang masih seperti ingin tertawa
"Kami ingin bertemu Ibu Mega! Kami ingin menanyakan sesuatu kepadanya," Jawab Hendy memperbaiki duduk nya.
Wanita itu seketika terlihat cemas, dan memalingkan wajahnya saat mendengar perkataan Hendy.
"Tapi maaf, dari semalam Ibu Mega tidak di temukan! Dia pamit hendak membeli beberapa bahan makanan di minimarket tapi sampai sekarang ia tidak pulang pulang." Jelas Wanita itu
"Kami sudah menyusulnya ke minimarket tapi kata kasirnya, ibu Mega tidak kesana" Lanjut Wanita itu.
Apa yang terjadi? Kenapa tiba tiba begini! Apa jangan jangan ada yang mendengar pembicaraan kami semalam?.
__ADS_1
Tidak mungkin ini hanya kebetulan, semalam kan kami baru membicarakan tentang panti asuhan dan semalam juga Ibu Mega menghilang.
Sudah pasti ini rencana seseorang, firasat ku sangat kuat menuju ke situ! Kenapa mereka selalu menghalangi ku sih?.