REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH

REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH
Pengawal Baru


__ADS_3

"Pffff kenapa wajah mu memerah begitu? apakah kamu sedang sakit Ja?" Tanya ku mendekati nya


"Ah- Itu- aku tidak apa apa sungguh! " Jawab Nya masih tak mau memandang ku


"Oh begitu, ayo kita berangkat!" Ajak Ku


"Aku berangkat Bi!" Pamit ku ke Bi Asih dan yang lain


"Iya Non, Hati hati!" Ucap Bi Asih melambaikan tangan nya


Aku memasuki mobil dan duduk dengan tenang, hatiku berdebar debar penasaran mengapa Nyonya Gabriella ingin bertemu dengan ku.


Perasaan ku bercampur aduk antara penasaran dan juga senang, apa mungkin ini perpaduan dengan perasaan Emily jika bertemu ibunya.


Kami pun bergegas menuju restoran yang sudah di beri tahu oleh ibu.


Raja memperhatikan jalanan dengan cermat sambil mengemudi kan mobil, tetapi wajah cemas dan bingung terpancar dari wajah nya ntah apa yang sedang ia pikir kan sampai memasang wajah seperti itu.


Aku ingin bertanya tetapi sudah pasti dia tidak akan memberitahu ku, apa kemungkinan ia tau sesuatu mengapa ibu memanggil ke restoran itu.


Mobil yang ia kemudikan berhenti di sebuah parkiran, ternyata kami sudah sampai di restoran itu.


Raja membuka kan pintu mobil dan aku keluar dari mobil lalu berjalan memasuki restoran itu.


Saat aku masuk dan mencari tempat yang sudah di siap kan ibu, aku melihat nya dari kejauhan bersama Seorang wanita yang sangat cantik seperti nya seumuran dengan ibu.


Dan seorang Lelaki yang duduk tegak di samping wanita itu, kemungkinan mereka sepasang suami istri.


Aku mendekati mereka dengan tersenyum agar tidak membuat malu ibu di depan tamu nya.


"Sayang!" Sapa Ibu dan memeluk ku


Aku membalas pelukan ibu, dan kedua pasangan itu berdiri tatapan lelaki itu sangat tajam menatap ku.


"Emily yah?" Tanya Wanita Itu


"Iya Nyonya! Saya Emily" Jawab ku dan mencium tangan nya serta Lelaki yang di samping nya


"Perkenalkan Saya Amber! dan ini suami saya Allard Edbert Edric" Ucap Wanita itu


Setelah berkenalan kami pun duduk dan ibu memesankan kami makanan, aku merasa sedikit canggung pasalnya Nyonya Amber dan Tuan Edric memperhatikan ku terus.


"Ternyata Emily sangat cantik! Nyonya Gabriella!" Puji Amber

__ADS_1


" Ah Anda terlalu berlebihan Nyonya" Ucap Ibu Tersenyum ke arah nya


"Berhenti lah memuji nya terus menerus! Lihat lah wajah nya menjadi merah padam begitu" Tutur Tuan Edric


Ibu dan Nyonya Amber melihat ku bersamaan, sambil tertawa kecil.


Masa sih wajah ku terlihat merah padam, padahal aku sudah menyembunyikan nya dengan baik.


"Baiklah! kalau begitu saya akan mulai pembicaraan pertemuan kita malam ini" Ujar Tuan Edric memperbaiki posisi duduk nya


Ibu dan Nyonya Amber mengangguk kan kepala pelan, sedang aku hanya bengong saja entah sepenting apa kah yang akan Tuan Edric bicarakan.


"Emily! Kami berniat menjodohkan mu dengan anak kami Crill Marvin" Ucap Tuan Edric dengan tatapan serius


Aku terdiam dan tertunduk sejenak memikirkan perkataan Tuan Edric, jadi pertemuan ini membahas tentang perjodohan.


"Tapi! Bukan kah ini terlalu cepat Tuan! saya kan masih sekolah" Tutur Ku


"Hahaha, ternyata kamu lucu juga yah! Saya tidak memaksa untuk kalian menikah dalam waktu dekat. Itu tergantung dari kamu saja mau selesai lulus SMA atau sampai selesai kuliah, Crill siap menunggu mu sampai kamu siap" Kata Tuan Edric sembari meminum kopi nya


Ibu memegang tangan ku dengan lembut, ia pasti berharap aku menerima perjodohan ini.


"Kami menjodohkan kalian juga demi menyatukan kedua perusahaan, agar menjadi perusahaan yang lebih maju kedepannya" Sambung Nyonya Amber


Aku bingung haruskah aku menerima nya atau tidak, jika aku menolak nya ibu pasti kecewa dan jika aku terima apakah kedepannya akan berjalan mulus tanpa ada halangan.


Aku terdiam mencerna perkataan ibu menatap mata nya yang penuh harap kepadaku.


"Baiklah! Saya menyetujui perjodohan ini" Ujar Ku memberi senyuman kepada mereka


Tuan Edric dan Nyonya Ember tersenyum bahagia mendengar jawaban ku, seperti mereka merasa puas dengan persetujuan ku.


Kemudian Nyonya Amber menyodorkan sebuah kotak kecil berwarna merah ke arah ku.


"Ini Cincin dari Crill! pakailah" Pinta Nyonya Amber


"Crill akan menemui mu jika ia sudah kembali dari New York, dan kami akan meresmikan pertunangan kalian saat ia sudah kembali" Tutur Tuan Edric


Aku mengangguk dan mengambil cincin itu lalu memakai nya di jari manis ku.


Setelah berbincang dan makan malam di restoran itu, Tuan Edric dan Nyonya Amber pun berpamitan kepada Aku dan ibu.


Aku mengucapkan terimakasih kepada mereka atas undangan makan malam nya itu, sambil berharap semuanya berjalan dengan lancar.

__ADS_1


"Duduk lah Ja!" Perintah Ku melihat nya yang tengah berdiri di samping kursi ibu


Raja duduk di kursi hadapan ku menatap ku tanpa senyuman, seperti tatapan mengintrogasi.


"Emily! Ibu akan merekrut tambahan pengawal untuk mu" Ucap Ibu


"Pengawal? Bukan kah sudah ada Raja! mengapa harus menambah lagi?" Tanya Ku kaget


"Tetapi dua lebih baik kan! Ibu akan senang jika kamu tidak menolak" Kata Ibu


"Baiklah Ibu! Jika itu membuat ibu bahagia serta Tenang, Aku akan menerima tambahan pengawal tersebut" Ujar ku melihat ke ibu


"Terimakasih Sayang" Sembari memeluk ku


Aku membalas pelukan ibu, pelukan seorang ibu yang begitu hangat dan nyaman ini aku baru merasakan nya ketika di tubuh Emily.


Seseorang berjalan ke arah kami, seorang lelaki muda dengan gaya rambut Mulet serta memakai anting di telinga kirinya.


Raja berdiri dengan cepat memposisikan dirinya di antara aku dan lelaki itu, mata nya memperhatikan lelaki tersebut dengan tajam.


" Selamat malam! saya Vin pengawal baru Nona Emily" Sapa Vin dengan gagah nya ia berdiri di hadapan Raja


Demi apa! Vin sangat tampan di tambah senyuman nya yang manis terukir di kedua sudut bibir nya membuat ku tak ingin memalingkan pandangan dari nya.


Kenapa orang orang tampan berkeliaran di sekitar Emily, membuat mata ku kotor kalau begini.


Aku melihat Raja menyipitkan mata nya ke arah Vin, sepertinya aku mencium bau bau akan adanya pergelutan.


"Apa yang kamu bisa lakukan untuk melindungi Nona Emily? Saya Ragu dengan Anda" Ucap Raja


" Apakah baru saja anda meremehkan saya!" Tutur Vin mendekati Raja dengan senyuman miring


"Bisakah kalian berhenti! Jangan membuat keributan disini" Pinta Ku melerai mereka berdua


Raja dan Vin saling menatap satu sama lain, memahami perintah ku.


Raja mengangguk dengan enggan, sementara Vin mengibas kan tangannya menunjuk kan sikap patuh kepadaku.


Aku melihat Raja yang terus menatap Vin dengan tatapan tidak suka.


"Emily! Vin, akan ibu sekolahkan bersama sama kalian" Ucap Ibu


"Apa? Dia akan ikut bersekolah dengan ku?" Tanya Ku terkejut mendengar perkataan ibu

__ADS_1


Ibu hanya mengangguk pelan ke arah ku, dan melanjutkan meminum kopi nya.


"Terserah Ibu saja!" Ucap Ku memegang kepala


__ADS_2