REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH

REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH
Selyn, Adik Crill


__ADS_3

Sinar matahari pagi menyapu ruangan, membangun kan ku dari tidur yang nyenyak.


Aku membuka mata dengan perlahan, merapikan rambut ku dan mencuci muka lalu turun ke lantai bawah.


Aku menemui bibi yang sedang sibuk di dapur, aku duduk dan mengambil sepotong roti.


"Bibi!" Panggil Ku


Bibi berbalik dengan senyuman lalu mendekati dengan langkah pelan.


"Ada apa Non?" Tanya Bi Asih


"Kok cuman bibi sendiri sih? Yang lain mana?" Ucap Ku


"Oh itu, lagi pada ke pasar Non! Hari ini kan Nona Selyn akan berkunjung kesini, jadi kami harus memberi nya hidangan yang sepesial kan" Ucap Bibi


"Aku bantuin ya Bi!" Tawar Ku


"Eh tidak usah Non! Non duduk saja disini, biar bibi yang urus semua" Tolak Bi Asih


"Gak apa apa,biar aku bantu" Ujar Ku lalu berjalan


Aku membantu Bi Asih dengan menyajikan makanan lezat di meja, aku memastikan semua nya terlihat menarik dan teratur sebelum Selyn datang.


Setelah semua selesai aku pergi untuk membersihkan tubuh ku, aku mengambil handuk lalu menuju kamar mandi.


Aku memilih dengan cermat pakaian yang sesuai dengan suasana, aku memastikan penampilan ku Stylish dan mempesona.


Dan aku bingung hendak memakai yang mana, hingga aku meminta bantuan kepada bibi tapi yang datang bukan Bi Asih.


Aku mencoba beberapa pakaian yang di saran kan oleh nya, hingga akhirnya menemukan yang sesuai selera dan kesan yang ingin aku berikan.


Selesai aku memakai pakaian ku, wanita itu dengan hati hati merapikan rambutku.


Ia menggunakan sentuhan ahli untuk menciptakan gaya yang elegan, dan sesuai dengan penampilan ku yang telah di pilih sebelumnya.


Aku selesai berdandan dengan penampilan yang mempesona, aku berjalan menuju ruang tamu dengan percaya diri.


Aku mendengar beberapa suara mobil memasuki area rumah, aku merasa gugup mendengar mobil mobil itu masuk.


Jantung ku berdegup kencang, aku gugup hendak bertemu Selyn.


Aku dengan hati berdebar perlahan membuka pintu dan tersenyum lebar saat melihat Selyn di balik pintu itu.


Aku terpana melihat kecantikan Selyn, mata coklat, kulit putih, rambut hitam berkilau, dan kaca mata yang di taruh di atas kepalanya membuat nya terlihat sangat menawan.


"Emily?" Tanya Selyn


"Iya, Selyn kan!" Jawab Ku


"You are very beautiful" Ucap Selyn dengan memeluk ku


"Terimakasih! Anda juga begitu cantik!" Kata ku lalu menyuruh nya masuk


Kami duduk di ruang tamu sambil mengobrol dengan santai,hingga kami mulai akrab.

__ADS_1


Bi Asih membawa kan kami minuman dan meletakkan nya di meja.


"Minum nya Non!" Ucap Bi Asih


"Makasih Bi" Kata Kami bersamaan


Entah kenapa aku suka sekali menatap mata Selyn, tetapi lama kelamaan jika aku menatap matanya tatapan mata Vin yang aku lihat di mata Selyn.


"Saya tidak menyangka bahwa anda akan menerima perjodohan itu" Ucap Selyn llau meletakkan kembali gelas minuman nya


"Aku juga tidak tau kenapa bisa menerima perjodohan itu" Ujar Ku


"Saya juga heran dengan Ka Crill, kenapa tiba tiba ia menyetujui perjodohan itu! Padahal biasanya dia akan bersikeras untuk menolak nya." Kata Selyn


"Begitu yah" Kata Ku


"Oh yah, Maaf! Ibu ku tidak bisa menemui Anda karena ia ada pekerjaan di kantor dan tidak bisa di undur" Lanjut Ku


"Tidak apa apa,Emily! Saya mengerti semoga ibu anda punya waktu luang nanti" Tutur nya


"Tapi bisakah kita pergi ke Cafe? Saya sering melihat Cafe daerah sini di internet jadi saya penasaran" Tanya Selyn


"Tentu saja! Ayo kita ke Cafe" Jawab Ku


Kami berjalan keluar rumah dan menuju sebuah Cafe yang di pilih oleh Selyn, kami duduk di kursi bagian sudut yang nyaman sambil menikmati minuman kami.


Ponsel ku berbunyi seperti nya ada yang menelpon, aku mengambil ponsel ku yang berada di tas dan melihat siapa yang menghubungi ku.


"Maaf! Aku akan mengangkat telpon sebentar!" Ucap Ku


"Silahkan!" Kata Selyn


"Hallo! Nona? Anda lagi dimana?" Tanya Vin di telpon itu


"Aku sedang berada di Cafe dengan seseorang" Jawab Ku


"Bisakah anda kirim lokasi nya!" Ucap Nya


"Baiklah ,akan ku kirim segera" Kata Ku


Aku menutup telpon dari Vin dan segera  mengirim kan lokasi Cafe ini kepada nya, jika aku tidak mengirimkan nya dia pasti akan mengomel terus.


Aku menyimpan kembali ponsel ku ke dalam tas ku, dan melanjutkan meminum minuman ku.


"Saya suka dengan suasana Cafe ini!" Ucap Selyn dengan melirik sekitar


"Sungguh? Saya sangat senang jika anda menyukai nya" Kata ku


Dan aku melihat Vin dan Raja memasuki Cafe itu, mengedarkan pandangannya mencari keberadaan ku.


Mereka berjalan perlahan menuju ke meja kami.


"Anda tidak mengajak ngajak saya Nona!" Kata Vin dan duduk di kursi kosong di samping ku begitu pun dengan Raja


Tetapi kenapa Selyn melotot menatap Vin yang tidak menyadari keberadaan Selyn, dan saat Vin melihat Selyn ia sangat terkejut.

__ADS_1


Mereka saling pandang memandang sejenak.


"Why is this man here?"Teriak Selyn dengan menunjuk Vin


Vin melotot kepada Selyn dan kemudian berbalik menatap ku.


"Kalian saling kenal?" Tanya Ku menaikkan kening


"Ya" Tidak" Ucap mereka bersamaan


Ada apa sebenarnya di antara mereka berdua? Apa mungkin mereka pacaran dan bertemu disini, atau Vin adalah mantan Selyn.


"Bisakah kita bicara berdua Nona?" Tanya Vin Kepada Selyn dengan tatapan tajam


"Ah,Saya?" Ucap Nya dengan menahan ketawa


"Yah" Kata Vin lalu menarik tangan Selyn menjauh dari kami


Aku dan Raja saling menatap bingung dengan tingkah mereka, aku menyodorkan kentang goreng kepada Raja.


"Bagaiman dengan rapat kemarin?" Tanya Raja mengambil kentang goreng itu


"Lancar!"Jawab Ku


"Sungguh?" Ucapnya 


Aku mengangguk pelan sambil meminum minuman ku, aku memesankan minuman untuk nya.


Vin dan Selyn Kembali ke meja kami, setelah sekian lama mereka berbicara tapi entah apa juga yang mereka bicarakan hingga kami tidak boleh mengetahui nya.


"Maaf yah Mell!" Ucap Selyn


"Tidak apa apa, tapi bukan kah ada yang harus kalian jelas kan?" Kata Ku


"Ah itu, begini! Jadi Vin ini pengawal pribadi Kaka saya. Maka dari itu tadi saya terkejut saat melihat nya disini" Ungkap nya


"Oh begitu yah!" Kata Ku


Sorot mata Selyn menandakan dia berbohong, apa sebenarnya yang mereka sembunyikan dari ku.


Dan saat Selyn berbicara Vin Menatap nya dengan tajam, seolah-olah menyuruh nya agar tidak berbicara yang lain.


Aku melihat pantulan cahaya seperti cermin yang mengarah ke kepala Selyn.


"Selyn! Dalam hitungan ke tiga tunduk lah dengan segera" Perintah Ku


"Ada apa Mell?" Tanya Selyn yang mulai panik


Mereka menatap ku heran dan penuh tanya, aku ingin memberi tahu mereka tetapi takutnya tidak keburu.


"Satu"


"Dua"


"Tiga" teriak ku

__ADS_1


Selyn segera menunduk, sebuah peluru melewati atas kepanya dan menembus kursi di sebelah nya.


Mata Selyn melotot ke arah ku, ia terkejut saat melihat peluru itu melewati nya dan aku melihat wajah nya penuh ketakutan.


__ADS_2