
Setelah ia memberi tahu ku, kami kembali ke ruang tamu tetapi suasana ruang tamu sudah sepi.
Sepertinya sudah pada selesai mengerjakan tugas kelompok mereka, tinggal Vin seorang diri di situ tengah menatap kami dengan tajam.
"Dimana Erika?" Tanya Hendy dengan celingak celinguk
"Sudah pulang, di antar Raja!" Jawab Vin dengan ekspresi wajah aneh.
"Ohh, kalau begitu aku juga mau pulang! Jangan lupa besok malam yah," Ucap Hendy berjalan sambil melambaikan tangan.
Aku mengangguk pelan dan menatap nya sampai ia keluar dari rumah, aku kembali duduk di depan Vin.
"Aku benci tatapan itu!" Ucap Ku melirik Vin
"Cepat selesaikan ini! Saya mau istirahat," Pinta Nya
"Enak sekali kamu, aku semua yang mengisi jawabannya, sedangkan kamu tinggal terima beres nya!" Kesal Ku
"Saya sedang malas mengerjakan nya," Tutur Nya sambil mencubit pipi ku.
"Apa kamu sudah membuka kotak itu?" Tanya Vin
"Belum, " Jawab Ku.
Kotak itu! Bahkan aku tidak melihat keberadaan nya di kamarku, entah bibi menaruh nya dimana.
Setelah selesai mengerjakan tugas, aku kembali ke kamar ku. Mencari keberadaan kotak itu.
Tapi aku tidak menemukan nya di dalam kamar ku, semua sudah aku geledah tapi tidak menemukan kotak itu.
Aku berlari menuruni tangga dan mencari Bi Asih...
"Bi! Kotak yang aku suruh simpan dimana ya bi?" Tanya Ku mendekati bibi
"Di atas kasur Non!" Jawab Bibi dengan membalikkan badannya
"Tidak ada Bi, aku sudah mencari nya di setiap sudut kamar ku juga tidak ada" Ucapku sedikit gelisah.
"Mari, Bibi bantu cari!" Ajak Bibi berjalan ke kamar ku
Aku berjalan di belakang bibi, kami masuk ke dalam kamar ku dan bibi mendekati kasur.
"Disini Non, bibi taruh disini tadi!" Kata Bibi menunjuk kasurku
__ADS_1
Siapa yang mengambil kotak itu? Dan untuk apa dia mengambil nya, padahal aku ingin sekali melihat isi kotak itu.
"Maaf kan Bibi Non! Bibi gak berniat menghilangkan Kotak itu," Ucap Bibi dengan wajah bersalah.
"Bi, tidak apa apa! Aku tidak mempermasalahkan kotak yang hilang itu kok. Bibi tidak perlu meminta maaf!" Ujar Ku sambil mendekati Bibi
"Tapi Non, seharusnya tadi bibi menyimpan nya di tempat yang aman" Tutur Bi Asih
"Sudah Bi, tidak apa apa! Itukan hanya sebuah kotak biasa. Tidak perlu di permasalahkan," Kata Ku dengan tersenyum mencoba meyakinkan Bibi.
Bibi mengangguk dan pamit hendak melanjutkan pekerjaannya, aku berjalan menutup pintu dan Kembali membaringkan tubuhku.
Dimana kotak itu sebenarnya? Coba saja di kamarku ada CCTV, pasti aku tidak penasaran siapa yang masuk ke kamarku mengambil kotak itu.
Aku membalikkan badan ku dan menatap boneka yang di berikan Vin pada hari itu, entah kenapa pikiran ku tertuju kepada nya.
Hanya Vin yang sering mengunjungi kamar ku, apa dia yang mengambil kotak itu? Sebaiknya aku mencari tahu nya nanti.
Aku tidak bisa menuduhnya tanpa bukti, tapi jika dia memang mengambil nya untuk apa?.
Entahlah lebih baik aku tidur, tanpa memikirkan kotak yang bahkan tidak ku tahu apa isi nya.
Aku terbangun di pagi yang cerah,matahari kuning memasuki celah di jendela kamarku, suara burung saling bersahutan.
Berhubung hari ini ada pelajaran olahraga jadi aku memakai baju olahraga, aku menarik tas ku lalu berjalan keluar kamar ku.
Aku berlari kedapur, mengambil sepotong roti lalu menyambar susu di meja dengan cepat aku meminum nya sampai habis.
"Non, pelan pelan!" Pinta Bi Asih
"Maaf Bi, aku buru buru!" Ucapku Berlari keluar rumah dengan sepotong roti di mulutku.
Aku menghampiri Raja dan Vin yang sudah menunggu ku.
"Kalau makan bagi bagi!" Kata Vin sambil merampas roti yang separuh berada di mulut ku
Ia memakan roti itu tanpa merasa jijik atau bagaimana, padahal kan itu bekas mulutku.
"Bekas ku!" Ujar Ku sambil menutup mulutku dengan wajah terkejut
"Memangnya kenapa?" Tanya Vin dengan mendekat kan wajah nya
"Tidak apa apa," Jawabku berjalan membuka pintu mobil.
__ADS_1
Kami bergegas menuju sekolah dengan mobil yang melaju cukup kencang, mata ku menatap keluar kaca mobil.
Tetapi sekilas aku melihat seseorang yang ku kenal dulu, dimana aku masih berada di tubuhku. Rani! teman baikku dulu, kami sangat dekat sudah seperti saudara.
Kenapa dia berada di sini? Dan kenapa wajah nya terlihat sedang khawatir tadi, aku ingin menyuruh Raja untuk berhenti tetapi mobil melaju dengan sangat kencang.
Aku terus menatap ke belakang mobil, yah memang benar itu Rani! Kami sempat saling menatap dari kejauhan tetapi kemudian ia kembali berjalan hingga aku tidak melihat nya lagi.
"Non, ada apa?" Tanya Raja
"Tidak ada apa apa," Ucapku masih melihat kebelakang.
Aku berniat pulang sekolah nanti akan mencari dia, pasti dia tau keadaan ku saat ini.
Karna hanya dia yang sering main kerumah Nenek saat itu, barangkali dia tau apa yang terjadi setelah penikaman malam itu.
Dan tau bagaimana kabar tubuhku, apakah aku masih hidup atau sudah berada di dalam tanah.
Tapi jika perkataan Emily itu benar! Bahwa aku bisa kembali ke tubuhku, berarti tubuhku baik baik saja Sekarang kan.
Semoga saja, kalau begitu aku akan lebih bersemangat dan mencoba mencari tahu satu persatu tentang kecelakaan Emily.
Tapi sebelum itu, seperti nya aku harus mencari Rani terlebih dahulu untuk menghilangkan perasaan penasaran ku.
Aku berjalan masuk ke kelas, menaruh tas ku dan keluar kembali menuju lapangan dimana teman yang lain sudah berkumpul di sana.
"Berhubung guru olahraga gak ada, jadi aku yang akan menggantikan nya! Tetapi kita akan latihan karate, bukan bola basket. Jadi ganti pakaian kalian, aku sudah menyiapkan pakaian untuk kalian semua!" Ucap Seorang wanita dengan memakai Dogi/baju karate
Kami di bagikan satu persatu baju untuk kami pakai, tatapan wanita itu sangat aneh menatap ku.
Tatapan yang seolah olah meremehkan, wanita itu menatap ku dengan senyuman sinis.
Setelah aku mengganti pakaian ku, aku kembali ke lapangan dan Vin serta Raja sudah berada di sana.
"Berbaris!" Perintah wanita itu
Semua yang berada di lapangan segera berbaris mengikuti perintah wanita itu, Erika berada di samping ku sambil memperhatikan wanita itu.
"Emily, hati hati dengan nya! Dia Kaka kelas, dia anggota OSIS. Namanya Megan, dia jago karate dan dia pernah mewakili sekolah kita dalam perlombaan karate," Ucap Erika sembari melirik ku dengan mengangguk.
Menarik! Tapi aku tidak takut sama sekali dengan nya, mau dia jago apa pun itu! Karna di atas langit masih ada langit.
Mau dia Sejago apa pun masih ada yang lebih jago di atas nya, selagi dia tidak menggangu ku aku juga tidak akan mengganggu nya.
__ADS_1