REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH

REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH
Tamparan Yang Mengerikan


__ADS_3

"Baiklah kalau begitu, kami pamit! Kami akan datang lagi nanti" Ucap Hendy kepada wanita itu.


Kami keluar dari panti, berdiri di samping mobil, aku memikirkan jalan keluar dari masalah ini.


"Apa kita bantu mereka mencari Ibu Mega?" Tanya Hendy serius


"Bagaimana caranya? Kan kita tidak tau dimana terakhir dia pergi," Ucap Ku bingung.


"Serahkan saja kepadaku, ayo kita kerumah ku!" Tutur Hendy.


Aku mengikuti nya saja, entah apa nantinya yang akan dia lakukan. Aku memasuki mobil dan kami kembali menuju rumah Hendy.


Semoga saja kami berhasil menemukan ibu Mega, aku butuh sekali informasi tentang Kaka Emily.


Berarti malam itu ada yang tengah menguping pembicaraan kami yah, tapi siapa kira kira mereka.


Aku mengingat kembali pertemuan di kafe saat itu bersama Hendy dan paman Hans, tapi tidak ada orang yang mencurigakan sih.


Eh, ada! Orang yang tengah membaca buku menu dengan menempelkan buku menu itu di wajah nya.


Tidak salah lagi orang itu yang mendengar semua pembicaraan kami, tapi sejak kapan ia tau bahwa kami akan bertemu.


"Kita sudah sampai," Ucap Hendy sambil memarkirkan mobil nya.


Aku keluar dari mobil, menatap rumah Hendy yang lumayan besar itu.


"Ayo masuk!" Ajak Hendy berbalik ke arah ku.


Aku mengikuti nya dengan langkah pelan, masuk kedalam rumah yang sepi penghuni itu.


"Hey, Emily!" Sapa Erika yang sedang Berdiri memegang gelas minum.


Aku hanya menaikkan keningku santai, Hendy mengajak ku ke ruangan pribadi nya tapi Erika juga mengekor walaupun sudah di larang oleh Hendy.


Hendy membuka pintu ruangan itu, saat aku melihat kedalam, aku terperangah melihat ruangan itu.


Aku ingin tertawa tapi aku takut nanti dia tersinggung, akhirnya aku simpan tawa ku ini saat melihat setiap warna benda dan juga suasana ruangan itu.


Ruangan itu berwarna merah jambu, beserta barang barang di dalam nya juga, kursi gaming, kasur, meja dan lain lain semua berwarna merah jambu.


"Jangan heran dengan warnanya," Ucap Hendy yang senyum senyum menatap ku.


"Maklum, nuruti kata kata bocil!" Lanjut Hendy menatap Erika yang hanya tertawa kecil.


Aku mengerti sekarang, jadi warna merah jambu itu, ide dari Erika! Hampir saja aku salah paham.


Hendy duduk di kursi depan komputer nya, dan ia mengotak ngatik komputer nya mencari sesuatu.

__ADS_1


Aku dan Erika duduk di kasur, Erika menatap ku dengan senyum senyum terus membuat ku merasa aneh dengan nya.


"Cieee yang abis jalan," Ledek Erika sambil menyenggol ku.


"Erikaaa!" Kata Hendy sambil berbalik menatap Erika dengan tatapan tajam.


"Bercanda doang!" Ketus Erika


Aku berjalan menghampiri Hendy yang tengah sibuk dengan komputer nya, aku meletakkan tangan ku di depan komputer nya sambil membungkuk di samping nya ikut menatap ke arah komputer nya.


"Sudah dapat?" Tanya Ku menatap komputer


"Be-beluuuuum" Jawab Nya dengan mendongak sedikit menatap ku.


Mata nya melotot dan wajah nya berubah jadi merah merona, apa apaan dia itu? Padahal aku hanya mananyai nya.


Dia tersipuh malu? Apa karna aku mendekati nya, tapi dia sangat menggemaskan saat merona begitu seperti aku ingin menelannya langsung.


Aku kembali duduk di samping Erika yang tengah memainkan ponselnya, aku merebahkan tubuhku di kasur itu.


Aku melirik ke arah Erika yang seperti nya ia tengah kesal, ia terus menatap ponselnya sambil menggigit bibir nya.


Ada apa di ponsel nya hingga membuat dia Semarah itu? Membuat ku penasaran saja, aku mencoba melihat apa yang dilihat Erika di ponsel nya tetapi ia telah mengembalikan nya ke layar utama ponsel nya.


Aku kembali berbaring, aku merentangkan tanganku di sisi kasur itu. Aku sangat lelah ingin beristirahat walaupun hanya lima menit.


Aku membuka mataku dan menatap jam dinding yang berada di ruangan itu, sudah jam enam! Aku tertidur disini? Aku melihat Erika di samping ku yang tengah tidur juga dengan nyenyak.


"Seperti yang kamu liat," Jawab Ku dengan mata yang separuh masih mengantuk.


"Tidur lah lagi jika masih mengantuk! Seperti nya kamu sangat lelah," Pinta Hendy 


"Lihat," Tutur ku sambil menunjuk jam dinding.


"Memang nya kenapa? Bermalam lah disini! Aku sudah menghubungi ayah ku agar ia memberi tahu ibu mu bahwa kamu ada bersama ku," Kata Hendy sambil memperlihatkan pesan di ponsel nya.


"Kamu tetap harus mengantar ku, masalah nya aku tidak membawa baju ganti juga kan!" Ujar Ku duduk di pinggir kasur.


"Baju Erika, ada! Baju ku juga bisa kamu pakai!" Tawar Hendy.


"Dan tidak ada penolakan, Okey!" Pinta Hendy.


"Ayo mandi Emil-ly," Ajak Erika yang sudah duduk di samping ku dengan mata yang masih memejam.


"Buka dulu mata nya ih, gimana mau jalan kalau gitu!" Seru Ku menepuk pundak nya.


"Kenapa harus orang yang menyebalkan! Yang pertama ku lihat sih," Kata Erika menatap Hendy dengan menaikkan bibir atas nya.

__ADS_1


"Berisik, pergi mandi sana!" Kesal Hendy menatap Erika.


"Ini juga mau pergi, ayo Emily!" Ucap Erika sambil berjalan memukul kepala Hendy lalu kami meninggalkan nya di ruangan itu.


Aku mendengar Hendy yang berteriak memanggil Erika saat ia terkena pukulan dari Nya, Lucu juga mereka!.


"Emily, bisakah kamu menemaniku nanti? Aku ingin menemui seseorang," Tanya Erika


"Bisa," Jawab Ku


"Terimakasih," Ucap nya memeluk ku.


Aku berjalan mengikuti nya naik ke lantai dua, menuju kamar nya.


Ia menyuruh ku mandi di kamar nya saja, dan dia akan menggunakan kamar mandi yang berada di bawah.


Ia mengambil kan ku pakaian nya yang akan aku pakai, dan sekaligus memberikan ku handuk nya.


Aku meraih handuk itu, lalu masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuh ku.


Tidak perlu waktu Berjam jam, aku keluar dan segera memakai pakaian yang di berikan oleh Erika.


"Sudah selesai?" Tanya Erika sembari masuk ke kamar nya 


Dia sudah selesai mandi dan sudah sangat rapi, padahal aku sudah sangat buru buru mandi tapi masih duluan selesai dia.


Aku menyisir rambut ku dengan cepat tetapi memastikan nya rapi, kami berangkat ke tempat yang Erika hendak tuju tanpa pamitan kepada Hendy.


Tadinya aku hendak berpamitan tapi Erika meralarang ku, sudah pasti Hendy tidak akan membiarkan kami keluar.


Kami berjalan kaki, melewati beberapa lorong untuk sampai ke tempat itu.


Aku melihat dari jauh beberapa anak laki-laki yang tengah berdiri dan bersandar di tiang, ada yang duduk sambil merokok.


Dan ada dua orang anak perempuan bersama mereka, tapi saat kami mulai mendekati mereka ternyata orang orang itu adalah Gery dan teman teman nya.


Mata mereka tertuju kepada kami yang tengah berjalan mendekati mereka, hingga aku berdiri bersandar di sebuah tiang sambil melipatkan tangan ku ke depan.


Aku melihat Erika menghampiri Rizky, ia menarik Rizky dengan paksa.


"Ada apa sih Erika?" Tanya Rizky sambil mencubit pipi Erika


Sedangkan teman teman Rizky yang lain hanya tersenyum menatap mereka, tapi tidak dengan Gery.


Aku benci tatapan nya kepada ku, jika aku bisa memilih aku ingin tidak Pernah bertemu lagi dengan nya.


PLAAAKKK

__ADS_1


Erika menampar wajah Rizky dengan sangat keras, membuat wajah Rizky tertoleh ke samping meninggalkan bekas telapak tangan Erika di wajah nya.


Uhh! Dia yang di tampar tapi aku yang merasakan nyerinya di wajah ku.


__ADS_2