
Aku bangkit dan berjalan di tempat yang tak terlihat berujung itu, langkah kaki ku bergema di tempat itu.
Aku berjalan mencari letak suara wanita yang memanggilku itu, dan aku berhenti saat seseorang gadis tengah duduk di kursi sambil membelakangi ku.
Saat ia berbalik, aku terkejut melihat gadis itu ternyata Emily! Dan aku berada di tubuh asli ku.
Emily menatap ku dengan tersenyum manis, lalu ia mendekati ku perlahan.
"Emily!" Ucap Ku dengan pelan
Ia menggapai tangan ku lalu menyimpan nya di kepalanya, aku mengelus lembut rambutnya.
"Kamu bisa kembali ke tubuh aslimu, tetapi kamu harus menyingkir kan orang yang telah menabrak ku, dan dia tidak bekerja sendiri melainkan dia punya atasan," Tutur Emily lalu ia lenyap dari hadapan ku
Perkataan itu membuat aku terbangun dari tidur ku, keringat membasahi wajah ku hingga kasur ku pun ikut basah.
Aku duduk dan memikirkan mimpi ku tadi, apa semua itu benar? Aku bisa kembali ke tubuh ku semula.
Kalau memang benar, aku akan mencari orang itu! Tapi dimana? Dan Emily tidak memberitahu ku ciri ciri orang itu dan siapa namanya.
Tapi yasudah lah aku akan mencoba mencari tahu, bagaimana pun cara nya aku harus mendapatkan orang itu.
"Kamu abis lari lari di kasur yah?" Bisik Vin yang sudah berada di samping ku.
Seketika aku menampar wajah nya, walaupun tidak terlalu keras tapi sanggup membuat nya meringis kesakitan.
"Siapa suruh ngagetin!" Ucap Ku
"Saya pikir gak akan di pukul gini," Jawab Nya mengelus wajah nya
"Kenapa datang ke kamar ku? Mana gak pakai ketuk pintu dulu, langsung masuk masuk aja!" Gerutu Ku
"Maaf! Hehe, saya mau ngajak kamu kerja kelompok! Raja dan anak baru itu ada di ruang tamu sekarang, mereka tengah mengerjakan tugas kelompok mereka" Ujar Vin duduk di samping ku.
"Hemm, turun lah duluan! Aku akan mencuci muka ku terlebih dahulu" Kata Ku sembari berjalan ke kamar mandi
Selesai mencuci muka, aku keluar dan melihat Vin masih duduk di tempat nya tadi.
"Ayok!" Ajakku sambil meraih tas ku
Aku berjalan keluar kamar, yah aku melihat Raja dan anak baru itu tengah mengerjakan tugas mereka.
Saat aku menuruni tangga, mata Bray tertuju padaku. Kami duduk di tidak jauh dari mereka.
Bray menatap ku, lalu ia mengulurkan tangan nya di sampingku.
"Namaku Bray! Siapa nama mu?" Ucap Bray dengan tersenyum ramah kepada ku
"Emily," Jawab Ku menerima uluran tangan nya
"Ternyata kamu tinggal disini yah, bersama mereka berdua!" Tutur Bray
Aku mengangguk pelan dengan tersenyum, dan tatapan aneh Vin muncul lagi, tatapan yang mengerikan menatap Bray seperti ingin memakannya.
__ADS_1
"Ehemmm, tolong lepaskan tangan mu darinya!" Pinta Vin menatap tangan kami yang masih bersalaman.
Dengan segera, aku melepaskan tangan ku dari Bray sambil menggaruk pelan kepalaku.
"Oh, maaf!" Ucap Bray
Tidak ada perubahan dari tatapan Vin, ia terus menatap Bray dengan tajam dan terlihat Bray tidak nyaman dengan Vin yang menatap nya itu.
"Hey, berhenti menatap nya begitu! Kamu menaruh hati padanya yah, sampai sampai ngeliat nya dalam banget!" Ucapku sambil menempelkan buku di wajah Vin.
"Masih waras! Masa sih saya suka sesama pria, apalagi pria modelan seperti dia," Tutur Vin dengan menaikkan kedua bahunya.
"Modelan begini, tapi aku yang paling keren di antara kalian berdua kan!" Ujar Bray menaikkan keningnya kepada Vin.
Aku menutupi wajah ku dengan buku, mencoba menahan tawa ku di balik buku itu, sedangkan Raja melepas tawanya di hadapan Bray.
"Ngapain tertawa! Memang benar kan, aku yang paling tampan di antara kalian" Kata Bray dengan yakinnya.
"Pfffff, hahaha! Raja, lihat lah dia! Merasa paling tampan di antara kita. Padahal mukanya pasaran, liat nih wajah saya! Tidak ada duanya. Tuh sampai sampai Nona Emily tersipuh karna ketampanan saya," Canda Vin dengan gaya keren di hadapan ku.
Padahal aku menutupi wajah ku bukan karna tersipuh tetapi sedang menahan tawaku, tapi ya sudahlah yang penting dia merasa bahagia dengan ucapan nya itu, aku tidak masalah.
"Ehem, kalian bertiga sama sama keren kok!" Ucap ku menatap mereka satu persatu
"Tetapi lebih keren dia sih," Gumam Ku menatap Vin dengan memiringkan senyuman ku.
"Siapa?" Tanya Raja menatap ku begitu pun dengan Bray
Yah seperti nya ada seseorang yang tengah merona di hadapan ku, walaupun ia menutupi separuh muka nya tetapi masih terlihat jelas.
Aku menggeleng kan kepalaku, dengan tersenyum sendiri. Aku membuka buku ku mengambil pulpen dan memulai mengerjakan tugas kelompok ku.
Bibi membawa kan kami minuman dan sebuah cemilan, aku mengambil cemilan sambil tetap fokus ke tugas ku.
Hingga ponsel ku berbunyi dari dalam tas ku, aku mengambil dan melihat siapa yang menghubungi ku.
Hendy, tumben sekali dia menghubungi ku! Tapi sudah lama juga aku tidak berkomunikasi dengan nya.
Aku menjawab telpon dari nya itu......
"Hallo, Emily!" Ucap Hendy di panggilan suara itu.
"Iya, ada apa Hen?" Tanya Ku
"Apakah, kamu ada dirumah? Aku ada di depan rumah mu nih, mau bertamu hehehe!" Ujar Hendy.
"Hah, kamu ada di depan? Oh tunggu lah, aku kesitu!" Kata Ku mematikan panggilan telponnya.
Aku berdiri dan berjalan dengan cepat keluar rumah, aku melihat Hendy dari kejauhan dengan seorang wanita di samping nya.
"Hay, Hendy!" Sapa Ku
Tumben sekali tidak ada yang menjaga pintu gerbang ini, biasanya ada pengawal yang berjaga disini! Apa mungkin mereka sedang beristirahat.
__ADS_1
"Emily!" Teriak wanita yang di samping Hendy itu ternyata Erika
Aku menatap Erika yang berlari memeluk ku, seperti sahabat yang sejak lama tidak bertemu.
"Ayok, masuk!" Ajak Ku kepada mereka berdua.
Hendy mengikuti kami dari belakang, sedangkan Erika terus memeluk lengan ku.
Erika sudah seperti tokek yang tidak bisa lepas, terus menempel membuat ku geli saja.
"Kenapa gak masuk sekolah tadi?" Tanya Ku kepada Erika
"Terlambat bangun, gara gara dia nih!" Jawab Erika sambil menunjuk Hendy.
"Dia?" Tanya Ku lagi dengan menaikkan alisku
"Dia ini kakaku, tapi dia menyebalkan tau!" Jawab Erika.
Sedangkan Hendy hanya cengengesan menatap ku, seperti nya dia merasa malu.
"Wah, ternyata kalian sedang ngumpul yah? Eh tunggu! Dia kan anak baru itu kan?" Tanya Erika menunjuk ke Bray
Aku mengangguk pelan, sambil duduk di tempat ku tadi.
Aku melihat Hendy yang memberikan sebuah isyarat dengan menggerakkan matanya kesamping, dia menyuruh ku untuk keluar.
Apa ada yang ingin dia bicarakan kepada ku yah, tapi tentang apa kira kira? Kan aku sudah tidak menyuruhnya untuk menyelidiki seseorang.
Aku berdiri dan berjalan begitu pun dengan Hendy, ia mengikuti ku dari belakang dengan pelan.
"Kalian mau kemana?" Tanya Erika segera berdiri
"Aku ingin bicara berdua dengan nya, jadi tunggu lah di situ!" Jawab Hendy
Aku terus berjalan tanpa menghiraukan tatapan Vin, tatapan yang entah apa artinya aku juga tidak mengerti.
Aku mengajak Hendy ke taman belakang rumah, kami duduk di sebuah kursi.
"Ada yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Ku menatap nya dengan santai
"Bisakah kita bertemu besok malam?" Tanya Hendy balik
"Bisa," Jawab ku.
"Ayahku ingin bertemu secara pribadi dengan mu, ada yang ingin ia katakan padamu" Ucap Hendy
"Aku akan menjemput mu besok malam, bersiap lah" Lanjut Hendy
Aku mengangguk pelan, aku tidak menanyakan apa yang ayah nya ingin bicarakan kepadaku karena sudah pasti dia tidak akan memberitahu ku sedikit pun.
Dan siapa Ayah Hendy itu kenapa dia mengetahui ku dan ia ingin bertemu dengan ku? Apa mungkin dulu Emily mengenal nya.
.
__ADS_1