
Setelah giliran kami, kami masuk ke keranjang bianglala dan duduk.
Aku melihat Vin yang seperti ketakutan saat naik ke bianglala ini, apa dia takut ketinggian atau ada trauma di masa lalu nya.
Bianglala mulai bergerak meninggalkan tanah, dan naik ke langit malam.
Aku mengerutkan kening saat melihat Vin menutup matanya, seperti nya ia benar benar takut ketinggian.
"Vin! Apa yang terjadi? Kenapa kamu menutup mata? Coba lah buka dan rasakan sensasi nya" Tutur Ku
"Apa yang harus saya buka? Baju?" Ucap nya dengan tersenyum tetapi masih tetap menutup mata
"Buka saja kalau kamu mau" Kata Ku
"Sungguh? Kalau begitu saya akan membuka nya sekarang!" Jawab nya
"Vinn! Aku tidak sedang ingin bercanda" Teriak Ku
Ia hanya tertawa kecil, Vin membuka mata nya perlahan dan melihat indah nya pemandangan dari atas.
"Bagaimana perasaan mu sekarang? Indah,bukan?" Tanya Ku
"Ini tidak buruk,dan menyenangkan" Jawab Nya
"Terimakasih telah memaksaku menghadapi ketakutan ku, aku merasa lebih baik sekarang" Lanjut Vin
Aku mengangguk pelan dengan tersenyum, aku kembali melihat pemandangan spektakuler dari atas.
Cahaya lampu lampu berwarna warni memenuhi pasar malam, dan suara tawa bergema di sekitar kami.
Aku mengeluarkan ponsel ku dan memotret pemandangan indah di atas bianglala, aku ingin mengabadikan momen ini sebagai kenangan yang tak terlupakan.
"Mari kita berfoto bersama! Ini akan menjadi kenangan yang luar biasa untuk kita" Ajak Ku
"Berfoto yah? Baiklah" Ucap Nya dengan malu malu
Aku dengan lembut mendekati Vin untuk berfoto, Vin tersenyum dan aku mulai memotret dengan beberapa Pose.
Aku mengambil beberapa Potret kami dengan pose yang berbeda, ada potret lucu dengan Vin membuat wajah aneh.
Ada juga potret manis dengan Vin tersenyum lembut, momen ini menjadi kenangan yang tak akan terlupakan bagiku.
Aku mengambil gelang yang aku beli tadi, gelang yang tertulis nama Vin di atas nya.
"Untuk mu!" Ucap ku memberikan gelang itu kepadanya
Vin tersenyum dan menerima gelang itu, memperhatikan gelang itu dan menatap ku.
"Kenapa? Gak suka?" Tanya Ku
__ADS_1
"Suka banget, Tapi! Pakaikan dong" Ucap Nya
"Sini" Kata Ku mengambil gelang itu
Aku memasang kan nya di pergelangan tangan kiri nya, mengikat nya tidak terlalu kencang agar tidak membuat tangan nya lecet.
"Terima Kasih" Ucap nya mengalihkan pandangan nya
"Sama sama! Kenapa dengan wajah mu? Apa kamu merona lagi? Hahaha" Ucap Ku tertawa dengan memukul pelan lengan nya
"Tidak" Jawab nya singkat
Suara ponsel Vin berbunyi, ia segera merogoh saku nya dan mengambil ponsel nya lalu menjawab telpon dari seseorang.
Saat Vin tengah berbicara di telpon, aku diam diam mengambil potret Vin dengan pose keren saat sedang menelepon.
Aku tersenyum saat melihat hasil nya, merasa senang dapat menyimpan momen ini sebagai kenangan yang istimewa.
Dan bianglala nya pun berhenti, seperti nya sudah selesai.
Kami turun dan menjauhi bianglala itu, tapi aku tidak melihat Selyn dan Raja lagi padahal tadi kan mereka menaiki bianglala juga.
"Mereka sudah pulang duluan" Ucap Vin
"Kita pulang naik Taksi saja" Lanjut nya bertolak pinggang
"Oh, oke, tapi aku mau membeli cemilan" Kata Ku berjalan mencari penjual cemilan
Di perjalanan pulang Vin tidak berbicara apa apa, dia diam menatap luar mobil melihat pemandangan lalu lintas yang ramai.
Aku tidak tau dia sedang memikirkan apa, padahal tadi dia sangat ceria dan sekarang ekspresi wajah nya berbeda.
Aku ingin menanyakan nya tapi aku takut nanti dia merasa aku terlalu ikut campur dengan urusan nya.
"Apa kamu mau cemilan?" Tanya Ku menaruh cemilan yang ku beli ke tengah tengah kami
Aku berusaha membuka topik pembicaraan walaupun hanya sekedar menawarkan nya cemilan ku.
"Terimakasih, tapi saya sudah kenyang" Jawab nya menatap ku
Dan tatapan itu tidak berpindah untuk beberapa menit, aku menyadari ia mulai menatap ku lagi seperti kebiasaan nya.
Aku membalas tatapan nya itu dengan senyuman kecil, membuat ia segera memalingkan wajahnya kembali keluar kaca mobil.
"Ayo turun! Sudah sampai loh! Atau kamu mau ikut kembali sama mas Taksi nya" Ucap Ku
Vin tersadar dan mengedarkan pandangannya, lalu membuka pintu mobil dan berjalan.
Aku membuka pintu rumah dengan senyum di wajahku, aku merasa puas dan bahagia stelah melewati hari yang menyenangkan.
__ADS_1
"Bibi" Sapa Ku
"Eh Non!" Ucap Bi Asih melepaskan pekerjaan nya dan mendekati ku
"Bi! Selyn mana?" Tanya Ku duduk di kursi di dapur
"Non Selyn sudah tidur Non, dan Non Selyn tidur di kamar sebelah Non Emily" Jawab Bi Asih
"Oh iya, Nih Bi,untuk bibi dan yang lain" Kata Ku memberi kan beberapa cemilan untuk bibi
"Wah, Terimakasih banyak Non" Tutur Bibi
"Sama sama, kalau begitu aku mau ke kamar Bi! Mau istirahat"
Aku berlari menuju kamar ku, tetapi sebelum aku memasuki kamar ku.
Aku menuju kamar Selyn dan memastikan nya tidur, lalu aku kembali ke kamar ku.
Aku langsung membersihkan tubuhku dan mengganti baju ku, aku tidak langsung tidur tetapi melihat lihat kembali Foto foto kami tadi.
Aku berencana akan menyimpan foto foto ini di album foto Emily, untuk menambah kenangannya.
Aku duduk di sofa dalam kamar ku sambil memainkan ponsel ku, mendongak ke atas plafon kamar ku.
Aku memejamkan mata ku dan merasa ada bayangan di atas wajah ku, aku segera membuka mata dan terkejut melihat wajah Vin berada di atas wajah ku.
"Vin!" Teriakku
Dia hanya cengengesan saja mendengar teriakanku itu.
"Bisakah kamu mengetuk pintu dulu" Ucap Ku
"Maaf! Tapi tadi saya sudah mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban,jadi saya masuk saja" Kata nya lalu duduk dengan santai di sofa
"Itu namanya tidak sopan!" Tutur ku lalu duduk di sofa yang berada di depan nya
"Saya mau meminta tolong!" Ujar Nya
"Tolong obati Luka saya!" Lanjut Nya sembari memperlihatkan luka di lehernya
Aku terkejut saat melihat luka di lehernya itu, padahal tadi dia baik baik saja saat bersamaku lalu kenapa dia terluka yah.
Aku mengambil obat lalu duduk disampingnya, aku mengoleskan obat itu perlahan di luka nya.
"Kenapa tidak menyuruh pelayan" Tanya Ku
"Saya ingin nya kamu yang mengobati saya! Karna gara gara kamu saya terluka begini" Jawab nya
Dia bilang gara gara aku, memangnya aku habis memukul nya atau bertarung dengan nya apa.
__ADS_1
"Kok aku?" Ucap Ku
"Yah, bukan kah Kamu menyuruh orang untuk mengikuti saya? Menyelidiki saya!" Kata Vin dengan mendekati wajah ku