REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH

REINKARNASI KE TUBUH GADIS LEMAH
Putusnya sebuah Hubungan


__ADS_3

"Ada apa sih? Kenapa main tampar tamparan segala!" Tanya Rizky memegang pergelangan tangan Erika


"Kita Putus!" Ucap Erika dengan tegas


Teman teman Rizky yang tengah duduk itu termasuk Gery seketika mereka semua berdiri dan menatap Erika.


Sejak kapan mereka berpacaran? Aku baru tau sekarang di saat mereka akan putus, dan saat di sekolah mereka biasa biasa saja seperti tidak ada hubungan apa apa.


"Kamu pacaran dengan nya Riz?" Tanya Megan yang tengah duduk itu


Rizky tidak menjawab dan tetap menatap Erika yang kesal itu, Erika menatap Rizky seolah olah ingin memakan nya.


"Apa salah ku? Kenapa kamu minta putus sih," Tanya Rizky lagi.


"Pake nanya lagi, kamu selingkuh kan dengan betina gendut itu. Udah bagus bagus dapat yang langsing begini malah cari bentukan kerbau" Jawab Erika dengan penuh amarah.


Kalau boleh sih, aku ingin sekali tertawa mendengar perkataan Erika itu! Bisa bisa nya dia membilangi seseorang dengan sebutan kerbau.


Sedangkan Rizky terdiam menatap Erika, dengan melonggarkan cengkeraman tangan nya.


"Kira kira dong kalau mau selingkuh, nyari selingkuhan itu yang lebih cantik dari pacarmu! Jangan modelan kerbau sawah begitu," Teriak Erika.


"Kenapa diam! Benar kan kamu selingkuh dengan betina gembrot itu, siap siap aja kamu jadi budak makanan nya hahaha" Tawa Erika di hadapan Rizky yang tengah serius menatap nya.


Erika mengibaskan rambutnya ke belakang, merasa keren dengan apa yang ia lakukan.


"Kita putus, Okey! Semoga aja tuh betina gembrot gak nyuruh kamu mencari kan makanan segentong! Bay." Sentak Erika lalu berjalan menghampiri ku


Aku menutup mulutku dengan satu tangan, menahan tawa ku yang sudah memuncak, pertengkaran macam apa tadi itu.


Tapi sepertinya Rizky tidak niat berdebat dengan Erika, dia lebih memilih diam dan tidak menjawab semua perkataan Erika.


Atau memang benar dia berselingkuh dengan perempuan itu, aku mendeluankan Erika berjalan dan menyusul nya dari belakang.


Tatapan Megan dengan senyuman sinis nya, aku paham senyuman itu. Senyuman menantang tapi sayang sekali aku sedang tidak ingin meladeni nya.


Aku mengikuti Erika dari belakang, aku pikir dengan cowo nya selingkuh, dia akan menangis ataw gimana seperti cewe cewe lain yang sering aku lihat.


Di putuskan cowonya nangis! Gak mau makan lah, gak mau mandi lah, malas ini itu lah.


Sedangkan si cowo sedang tertawa bersama si selingkuhan nya, tanpa memperdulikan si cewe yang tengah frustasi! Kebanyakan begitu.


"Kita beli makan dulu yuk! Aku lapar, habis marah marah" Ajak Erika dengan senyuman kecil.


"Sate," Ucap ku menunjuk sebuah warung sate yang tidak jauh dari kami.


"Go!" Teriak Erika dengan mengepalkan tangannya ke depan.

__ADS_1


Erika memesan tiga porsi sate kambing, dan kami menunggu pesanan kami dengan duduk santai di sebuah kursi.


Aku terkejut melihat Hendy yang sudah berdiri di hadapan kami, dengan bertolak pinggang.


"Disini rupanya," Ucap Hendy memegang kepalanya.


"Kami lapar, jadi keluar cari makan!" Jawab Erika.


"Ini pesanan nya Ka!" Kata Seorang lelaki sambil menyimpan tiga bungkus sate di meja.


"Berapa" Tanya Ku sambil merogoh saku ku


"Biar aku yang bayar," Tawar Hendy sambil menahan tangan ku.


"Aku saja!" Ucap Erika menyodorkan uang lelaki itu.


Lelaki itu tampak bengong melihat kami, ia bingung uang siapa yang akan ia terima untuk harga sate nya.


"Ambil aja semuanya!" Pinta Ku dengan mangguk " Dari pada bingung kan."


Tetapi lelaki itu hanya tersenyum, dan ia meraih uang Hendy lalu memberikan kembaliannya.


Hendy tersenyum puas menatap kami berdua, merasa menang karena ia yang membayarkan sate kami.


"Bawa!" Perintah Erika memberikan sate itu kepada Hendy.


"Sini biar aku saja" Tawar Ku


Saat kami sedang asik asik nya berjalan tiba tiba Erika menghentikan langkah nya, membuat ku sedikit terkejut dan hampir menabrak nya.


"Emily, Boba!" Ucap Erika dengan senyum senyum sambil menunjuk ke penjual minuman Boba.


"Ayo Beli," Ajak Ku menarik tangan Erika.


"Ka, pesan tiga minuman nya!" Ujar Erika kepada penjual itu.


"Ini uang nya," Kata Ku menyimpan beberapa lembar uang di atas meja dengan Cepat sebelum keduluan mereka lagi.


Erika melongo menatap ku, ia mengeluarkan tangan nya kembali dari sakunya, pasti dia sedang meraih uang nya tapi sudah aku bayar duluan.


"Cemilan yang itu juga, bungkus!" Pinta Erika sambil menyimpan uang nya di meja.


Ia menatap ku dengan menaikkan kening nya, seperti nya dia menantang ku tapi aku kan sudah membayar minumannya kan jadi impas dong.


Setelah pesanan kami selesai, kami melanjutkan perjalanan pulang dengan langkah cepat.


Erika membuka pintu kasar dan berjalan dengan cepat ke dapur, aku mengikuti nya sambil membawa minumannya.

__ADS_1


Aku membantu nya menyiapkan beberapa piring di atas meja, menyimpan sate nya ke sebuah wadah.


"Ayok,makan, Emily!" Pinta Erika " Kaaaaaa! Ayo makan" teriaknya lagi


Aku duduk di depan Erika, dan aku pikir Hendy akan duduk bersama adiknya atau di tempat lain nyatanya dia duduk di sebelah ku.


Saat aku hendak mengambil nasi, tanganku dan tangan Hendy bertemu, dia juga hendak mengambil Nasi.


"Duluan!" Ucapku menarik tangan ku.


"Kamu aja duluan," Kata Hendy.


"Yasudah, sini piring mu! Aku sendok kan nasi nih" Ucap menatap nya.


Ia sedikit ragu dan kemudian mendekatkan piring nya ke arah tanganku, tetapi wajah nya menatap tempat lain.


Apa dia tidak suka yah kalau aku memuatkannya nasi begini! Tapi kenapa telinga Hendy memerah begitu? Apa dia sakit?.


"Apa kamu sakit? Wajah dan telinga mu memerah!" Tanya ku dengan serius.


"Ah it-u tidak, aku tidak sa-sakit!" Jawab nya dengan menatap ku terkejut.


"Dia tidak sakit, dia itu tersipuh malu!" Sambung Erika sambil memegang setusuk sate.


"Hah!" Kata ku


Aku kembali memakan makanan ku dan tidak menatap nya lagi, aku tidak mau membuat nya tersipuh terus.


Saat kami sedang asik makan, tiba tiba suara bel berbunyi dan terdengar suara ramai ramai dari luar.


Hendy segera berjalan mendekati pintu, untuk membuka nya.


"Pasti teman teman nya Yang brengsek itu," Gumam Erika


Benar saja, Hendy berjalan ke arah kami dengan beberapa anak laki laki mengikuti nya.


"Wah, rupanya kamu menampung cewek-cewek yah Hen!" Ucap salah satu cowo yang berambut mie goreng.


"Dia adikku, dan itu teman ku!" Kata Hendy menunjuk kami.


"Hmm, seperti nya ini enak!" Tutur Cowo itu mengambil sate di depan ku.


Tapi sepertinya ia sengaja menjatuhkan nya ke bajuku, bekas bumbu sate menempel di bajuku.


"Ups, maaf! Biar aku bersihkan" Ucap Cowo itu dengan dengan tersenyum menyeringai.


Ia hendak mengambil tisu dan mengelap bekas bumbu sate itu, tapi sepertinya dia punya niat lain.

__ADS_1


Aku meraih tangan nya dengan cepat, memutar pergelangan tangan nya dan menghantam kan kepalanya ke meja di depan Hendy.


Aku meraih tusuk sate dan siap untuk menusuk cowo kurang ajar ini, wajah ku di atas nya dengan tatapan tajam dan sebuah tusuk sate yang siap meluncur.


__ADS_2