
Aku membuka mata perlahan dan melihat langit langit sebuah ruangan,sepertinya aku kenal ruangan seperti ini
Aku pun memondar mandir kan penglihatan ku, ya benar aja ini adalah ruangan rumah sakit, ada seorang wanita yang tengah tertidur di samping ranjang ku sambil memegang tanganku
Dan aku melihat di balik pintu kaca ruangan itu ada dua orang lelaki berjas dan badan mereka besar besar seperti nya itu pengawal atau bodyguard
Tapi siapa wanita ini dan kenapa dia berada disini,aku mengingat ingat kejadian sebelumnya di mana saat aku di bunuh
Sontak aku meraba leherku tapi tak ada bekas luka sedikit pun, sebenarnya apa yang telah terjadi
Tiba tiba saja wanita yang memegang tangan ku itu terbangun dan menatap ku tanpa mengedipkan mata
Aku juga tak tahu kenapa dia menatap ku seperti itu tapi kalau boleh jujur wanita ini cantik sekali dan dia sangat berwibawa
Mungkin usia wanita ini sama dengan ibuku jika ibuku masih hidup
Wanita itu langsung memelukku dengan erat dan terus menangis,ntah apa maksud dari tangisannya itu yang membuat aku semakin bingung
"Emily, akhirnya kamu sadar juga nak" Ujar nya sambil memegang kedua pipiku
Apa maksud wanita ini memanggil ku Emily?
padahal kan aku Ria bukan Emily,apa dia sudah rabun?
"Anda siapa?,Saya tak mengenal anda," Dan siapa yang anda sebut Emily" Tanya ku yang membuat wanita itu terheran heran
"Kamu tidak mengenali ibu nak?" Tanya nya balik
Bagaimana bisa aku mengingat ibu, ibuku kan sudah meninggal lagian aku hanya melihat ibu di foto nya saja,kata nenek itu foto ibu saat masih muda,tapi kalau di lihat sekilas wanita ini sih emang agak mirip ibu ya kemungkinan hanya kebetulan saja.
"Ibu?" Ucap ku
Wanita itu hanya terdiam dan menundukkan kepala nya ntah apa yang ia pikirkan tapi air mata nya tak hentinya menetes
Tiba tiba seorang lelaki muncul dari arah pintu,ia berjalan seperti layaknya bodyguard tetapi pakaian nya berbeda dengan orang yang berada di pintu
Ia berjalan dan terus menatap ku sembari melontar kan senyuman, senyuman nya sangat manis sehingga aku membeku sekejap karena terpesona hanya dengan senyuman nya
Lelaki itu lumayan tampan kalau di nilai dari kaki sampai ujung rambut ya sudah pasti dia dapat nilai seratus
Tetapi aku tak membalas senyuman nya ntah kenapa seperti nya aku malas untuk tersenyum
__ADS_1
"Emily kamu sudah sadar ya,syukurlah" Ucap lelaki itu yang sok akrab padahal aku tidak mengenal nya
Lagi lagi aku hanya diam dengan perkataan yang sama seperti yang di ucapkan wanita ini
Wanita itu berdiri dan mengajak lelaki itu untuk berbicara, aku melihat mereka berbicara di sudut ruangan itu ntah apa yang mereka bicarakan apakah itu tentang ku.
Seorang dokter masuk ke dalam ruangan
dan ikut berbicara ke wanita itu dan dokter itu berjalan lagi ke arah ku seperti nya ia akan memeriksa ku
Seusai di periksa lagi dokter itu berbicara kepada wanita itu dan pria yang tadi
Dokter itu berbicara bahwa aku amnesia,aku tak bisa mengingat apapun,siapa diriku,orang tuaku,dan lain lain
Aku terkejut mendengar perkataan dokter itu padahal aku sama sekali tak lupa ingatan, sebenarnya ada apa ini,apa yang terjadi aku ingin tau sekali
Setelah dokter itu pergi mereka mendekati ku
dan wanita itu menangis lagi sembari memegang tangan ku
"Maaf kan mama Emily," Ucap nya"Mama tidak bisa menjaga mu dengan baik," Maafkan mama.
Aku hanya terdiam ,aku bingung dengan situasi ini,aku harus apa dan bagaimana
"Kapan?kapan Emily bisa pulang?" Tanya nya ke lelaki itu
"Sore ini nyonya" Jawab lelaki itu sambil melirik ke arah ku
Aku hanya membuang muka, bukannya sombong atau bagaimana tetapi aku tak bisa menatap mata laki laki terlalu lama apa lagi jika mata kami saling bertemu
Selang beberapa menit mereka pergi keluar dan wanita itu sempat bilang kalau ia akan membelikan ku makanan saat ia bilang begitu aku hanya mengangguk
sedang kan lelaki itu katanya ia mau mengambil sesuatu di mobil
Saat tak ada orang sama sekali, aku mencoba turun dari ranjang itu
"eehhh,apa apaan ini? kenapa tubuh ku serasa berbeda dari sebelumnya" Gerutu ku
Yang ku rasakan saat melangkah kan kaki adalah urat urat dan syaraf syaraf yang lain sangat nyeri dan sakit sekali
Ada apa ini padahal seingat ku tubuhku tidak pernah ku rasakan seperti ini sebelumnya,apakah mungkin ini efek dari Pisau yang mengenai leherku itu
__ADS_1
Aku terus berjalan langkah demi langkah tetapi aku hampir saja jatuh saat tali infus nya tersangkut di sudut meja,saking jengkel nya aku membuka paksa impus itu
Ternyata Kelakuan ku itu di liat oleh lelaki itu,ia pun segera memegang tangan ku yang mengeluarkan darah sedikit
"Apa yang kau lakukan?" Tanya nya sambil memegang tanganku dan menarikku
"Seperti yang kau lihat, aku sedang apa" ucap ku sedikit kesal
baru datang aja udah bikin kesal,terlalu alay banget,lagian ini kan cuman luka kecil doang gak membuatku mati kan
Lelaki itu mengobati luka di tangan ku itu sembari menyodorkan kan sebuah cermin tak terlalu besar,aku mengambil cermin itu dan melihat wajah ku
"Arrrrrgggggghhhh," Teriakku yang membuat sambil melempar cermin itu di dinding hingga pecah
Lelaki itu kaget bukan main dengan teriakan ku dan cermin yang pecah di samping nya itu,mata nya melotot ke arah ku dan berbalik lagi ke cermin yang pecah itu
"Kau sebenarnya kenapa? Emily?" Tanya nya sambil mengerutkan kedua keningnya
ini bukan wajah ku berarti ini juga bukan tubuh ku,apakah aku berinkarnasi ke tubuh gadis ini? kalau benar begitu berarti permohonan ku di kabulkan
Tetapi aku berpikir lagi tentang tubuh ini terlalu lemah untuk aku membalas kan dendam ku, permohonan ku memang di Kabul kan tetapi aku di masukkan ke tubuh gadis yang sangat lemah
Ha yasudah tidak masalah perlahan lahan akan ku ikuti dulu alur cerita gadis ini
"Maaf,kan aku!aku ti-tidak sengaja,aku sangat kaget" Ucap ku sambil berjalan hendak memunguti pecahan cermin itu
"Tidak usah di bersihkan,biar nanti perawat yang membersihkannya" Kata nya lalu meraih tangan ku
Saat tangan nya menyentuh lengan ku,sebuah cahaya muncul di hadapanku,dan sekejap cahaya itu sudah hilang tetapi aku berada di sebuah ruangan
Aku melihat gadis itu dengan lelaki yang tadi
aku melihat Emily yang tengah duduk di kursi ruang tamu yang sangat megah,disitu aku melihat wanita tadi yang bilang kalau dia ibuku maksudnya ibu nya Emily
Aku mendengar dan melihat sebuah berbicangan mereka ternya Lelaki itu bernama Raja bodyguard pribadi nya Emily dan ia di sekolah kan oleh ibunya Emily di satu sekolah yang sama dengan Emily
Supaya ia bisa terus menjaga Emily
seperti nya umur Emily dan raja tidak jauh berbeda kalau tidak mungkin mereka seumuran tapi kalau di liat liat menurutku mereka mirip
Tiba tiba aku berada lagi di rumah sakit itu,apa gadis ini memperlihatkan ku siapa Raja itu,ternyata bisa begitu ya,tapi kenapa saat wanita tadi gak ya?
__ADS_1
Raja menatap ku bengong ntah apa yang ia pikirkan.