
Tapi kalau aku tidak memakan nya pasti Raja akan mencurigai ku,apa aku makan saja yah.
Aku memakan sesuap dengan ragu ragu,tapi tidak terjadi apa apa.
"Boleh gabung?" Ucap seseorang dengan memegang makanan nya di ikuti dua teman nya di belakang nya.
Raja menatap ku seakan akan bertanya kepada ku boleh atau gak nya.
Aku mengangguk kan kepala ku pelan sambil meminum segelas air yang berada di depan ku.
"Iya" Singkat Raja
Mereka bertiga pun duduk di kursi yang ada di sebelah kiri dan kanan ku.
"Oh ya, Mel! ku dengar dari siswa siswa tadi kamu habis memukul Erika yah?" Ucap salah satu dari teman cowo tadi.
"Gak! aku hanya membela diri ku saja" Tutur Ku
Ternyata mereka anggota OSIS yah, pantas saja aku langsung di tanyain gitu dan apa mungkin Erika juga anggota OSIS.
"Tapi,bukan kah kau lebih baik diam saja untuk mencari aman nya! lagian biasa nya kan kau juga tidak berbuat apa apa hanya diam dan menangis" Kata Rizky
Ntah kenapa kata kata itu sangat membuat ku sakit hati,dan seperti nya mereka datang kesini hanya untuk memojokkan ku.
"Kalau kalian datang kesini hanya untuk membahas masalah itu! mending kalian pergi dan jangan muncul lagi di hadapan kami" Tutur Raja yang tengah berdiri dan menatap tajam mereka satu persatu.
"Wah,wah, Bodyguard nya turun tangan" Ledek Rizky dan di sambung ketawa kecil kedua teman teman nya.
Aku hanya menatap mereka yang tengah adu mulut,tidak lama Raja memegang erat baju Rizky dan hendak memukul nya.
"Pukul! kalau kau berani, ku pastikan kalau kau memukul ku kau akan keluar dari sekolah ini" Teriak Rizky
Wah sepertinya nya ia tengah mengancam Raja, apa hanya itu yang bisa ia lakukan.
Saat di tubuh Emily aku bahkan susah untuk menahan emosi ku, apa mungkin dulu juga ia seperti itu tapi kata mereka Emily hanya bisa menangis Aneh.
Aku berjalan ke samping Raja dan menyuruh nya untuk melepaskan Rizky, dan ia pun melepaskan nya.
"Wah ternyata lemah ju"
Belum sempat ia melanjutkan ucapan nya aku memukul nya dengan kepalan tangan ku tepat di pipi nya hingga ia terjatuh.
Semua siswa yang berada di kantin mengerumuni kami dan semua saling berbisik,sedangkan Raja hanya terperangah melihat ku memukul Rizky.
__ADS_1
Aku mengambil Garpu di atas meja dan berjalan lalu berjongkok di samping nya.
"Jangan suka mengancam seseorang,hanya karna kau punya kekuasaan" Ucap ku menyodorkan Garpu yang ku pegang ke lehernya
"Dan jangan mengganggu kami lagi! hanya kau karna kalian anggota OSIS" Sambung ku
Aku berdiri dan menyimpan kembali garpu itu.
"Kalau mau memukul orang jangan ragu ragu, Apalagi orang seperti dia" Ucap ku melirik ke Raja
"Ayo pergi!" Ajak ku
Aku berjalan melewati murid murid yang tengah berkerumun itu, ntah apa yang terjadi lagi di kantin setelah kami pergi.
Kami memasuki kelas yang tadi nya rame akan suara siswa yang berada di kelas ku,sekarang menjadi hening tak ada satu pun yang berbicara.
Aku berjalan menuju bangku ku, dan si Erika sudah ada di kelas rupanya.
"Ja! Tadi makanan nya udah di bayar belom?" Tanya ku sembari duduk di kursi ku
"Sudah,tenang aja" Jawab nya
"Aku kaget banget loh,waktu kamu mukul si Rizky" Ucap nya
"Hemm,dari dulu kan juga begitu tuh anak bahkan dulu lebih parah dari itu" Tutur nya.
Aku mengangguk saja,dan fokus membaca buku novel punya Raja.
Seseorang tengah berdiri di depan meja ku dan menyodorkan sebuah permen di atas meja.
Saat aku mendongak ternyata Erika, gak ada angin gak ada hujan tumben banget ngasih permen.
padahal tadi abis berantem, apa jangan jangan dia amnesia lagi gara gara aku memukul kan kepalanya di meja tadi.
"Terima kasih, udah bawa aku ke UKS tadi" Ucap Erika menyodorkan permen itu semakin dekat ke arah ku.
"Dan Maaf! soal tadi aku cari masalah sama kamu" Lanjut nya
Aku hanya diam, aku tidak tau akan memaafkan nya atau tidak dan apa dia memang benar benar minta maaf atau hanya berpura pura saja.
"Ehem, Emily tidak makan permen jadi bawa kembali permen mu dan pergi ke bangku mu"Usir Raja
Ia menyodorkan kembali permen itu ke arah Erika.
__ADS_1
"Aku tidak bicara sama kamu! aku bicara sama Emily dan yang aku kasih permen kan Emily bukan kamu. Kenapa kamu yang tolak" Kesal Erika
"Kok kalian berdua malah bertengkar sih" Tutur Ku
"Yaudah,aku maafin kamu dan aku terima permen ini" Ucap ku mengambil permen yang hanya di oper kesana kemari dari tadi.
"Bener nih Mel?" Tanya nya memegang tangan ku
"Iya" Singkat Ku
Aku membuka permen itu lalu memakan nya, dan kelihatan nya dia benar benar ingin meminta maaf jadi aku tidak perlu curiga kan.
"Makasih yah Mel!" Ucap nya
Seperti nya dia sangat senang dengan ku terima nya permintaan maaf nya dan permen ini.
"Sudah! duduk sana di bangku mu bentar lagi Guru datang" Perintah ku
Ia mengangguk dan aku pikir dia anggota OSIS ternyata bukan,lalu kenapa si Rizky itu membela nya yah.
"Tuh,kan permen nya di terima Wleeee" Ledek nya ke arah Raja
Ternyata Erika punya sisi yang ke kanak-kanakan juga, aku pikir dia hanya seorang gadis yang suka mengganggu teman teman nya.
Raja hanya menatap Erika dengan tatapan malas.
Beberapa menit kemudian pak Guru memasuki kelas dan duduk di kursi nya.
Lalu kami di suruh maju satu persatu, sesuai nama yang ia sebutkan untuk mengambil buku kami.
Satu persatu siswa maju dan pak Guru menyebutkan nilai yang di dapat setiap murid, rata rata batas 8,5 kebanyakan belum ada yang melewati nilai itu.
Tetapi nilai Raja mengalahkan nilai nilai murid di kelasku.
"Raja! 90" Teriak Pak Guru sambil mengangkat buku
Aku bertepuk tangan mengikuti murid murid yang lain, ternyata Raja sepintar itu yah pantas saja Ayah Emily menyekolahkan nya disini.
Aku sangat deg deg kan menunggu nilai ku di sebut kan,mudah mudahan sih di atas nilai mereka semua masa sih Ria yang dulu nya Ranking satu berturut turut gak bisa dapat nilai 100.
Kalau aku dapat nilai seratus,ku pastikan akan aku ubah nilai jelek di Rapor Emily.
Dan akan ku buat dia menduduki peringkat satu,liat saja nanti hitung hitung aku balas budi karna meminjam tubuhnya.
__ADS_1