
"Kalau begitu, ibu mau kembali ke kantor! pulanglah sebelum larut malam" Ucap Ibu memegang lembut wajah ku
"Hati hati di jalan ibu" Kata ku melihat nya berjalan meninggalkan kami
Aku kembali memakan cemilan ku yang berada di meja sambil memperhatikan mereka berdua, yang tengah saling menatap tajam satu sama lain.
"Apa kalian akan terus saling menatap seperti itu! Aku akan pulang sekarang!" Ujar Ku berdiri lalu berjalan pelan meninggal mereka
Mereka mengikuti ku dari belakang, dan kami pun meninggalkan restoran itu.
"Vin! apa kamu sudah mempersiapkan peralatan sekolah untuk besok?" Tanya Ku meliriknya
"Belum Nona! Saya berencana membelinya esok hari saja" Jawab Nya
"Seharusnya kamu mempersiapkan nya terlebih dahulu" Ucap ku
"Ja singgah di toko buku yah,aku juga mau membeli buku baru" Pinta Ku
"Okey" Jawab nya singkat
Mobil nya melaju dengan kecepatan rendah, ia memarkirkan mobil di depan toko itu.
Aku masuk dan mencari Buku yang menurut ku bagus, Aku mengambil tiga Pack Buku yang tebal tebal dan dua Kardus pulpen.
Aku membawa buku serta pulpen itu ke kasir dan membayar nya, Tetapi mata ku tertuju kepada satu buku diary berwarna putih.
Aku mengambil buku diary itu, aku tertarik untuk membelinya.
"Ini juga mba" Ucap Ku menyodorkan Buku itu
"Wah pas sekali ka! kalau beli buku diary ini dapat pulpen ini" Ujar Kasir itu mengeluarkan sebuah pulpen yang atas pulpen itu berbentuk kepala beruang
"Wahh begitu yah" Tutur Ku mengambil pulpen itu
Aku membayar lalu berjalan keluar toko, Raja dan Vin mereka menunggu ku di luar toko.
"Nih! Untuk mu Vin" Ucap ku memberikan satu pack buku serta pulpen itu
"Yang ini untuk mu Ja" Lanjut Ku memberinya juga buku serta pulpen
"Wah, terimakasih Non! Anda repot repot membeli kan nya untuk saya" Kata Vin
Aku melihat Raja ia terus memandangi buku itu tanpa mengucapkan sesuatu, apa dia tidak menyukai nya yah.
"Kamu kenapa Ja? gak suka yah buku nya?" Tanya Ku
"Eh eng-gak kok, aku suka! suka banget Non, Terimah kasih banyak" Jawab nya gagap dengan senyuman terpaksa
__ADS_1
"Dan untuk kalian berdua! tolong bersikap lah biasa kepadaku terutama saat berbicara dengan ku" Pinta Ku
"Maksud Non?" Tanya Mereka bersamaan
"pertama, Sebut saja nama ku jangan pakai Non! Kedua, pakailah kata Kamu dan jangan pakai Kata Anda! itu membuat ku jadi canggung tahu" Ungkap Ku lalu berjalan menuju mobil
Kami kembali melanjutkan perjalanan pulang, aku berniat memakai buku diary yang ku beli untuk menulis cerita sehari hari ku.
Di perjalanan aku menyadari ada mobil yang mengikuti kami sedari tadi, dua mobil yang berada di belakang mobil kami.
"Raja! Kencang laju mobil nya" Perintah Ku memasang sabuk pengaman
Vin menatap ke belakang dengan heran mengerutkan keningnya.
"Tidak bisa Non! ini menyangkut keselamatan Non, kalau ngebut-ngebut bahaya." Tutur Raja
"Masalah nya, Dua mobil dibelakang sana mengikuti kita terus dari tadi" Sanggah Ku berbalik ke belakang
Mereka melihat Ke kaca spion mobil, dan kembali menatap ku.
"Kenapa menatap ku begitu?" Tanya ku kepada Vin yang memperhatikan ku terus
Ia menggeleng kan kepala kemudian ia memakai sabuk pengaman nya begitu pun dengan Raja.
Ia mulai melaju kan kecepatan mobil nya di atas rata rata, tetapi kedua mobil yang berada di belakang kami menyadari hal itu.
Mereka tak mau kalah menancap pedal gas, dan disitu lah terjadi kejar-kejaran mobil.
Tidak lama kedua mobil itu menghimpit mobil kami, mencoba menyenggol mobil kami untung saja Raja mengetahui nya.
" Tambah kecepatan Ja!" Tutur Ku
"Udah ini! Tapi mereka masih saja menyenggol mobil kita" Ucap Nya
"Masa sih? Coba injak gas nya lalu rem mendadak!" Perintah Ku
Ia mencoba cara yang aku berikan, ia menginjak gas dengan sangat kencang lalu mengerem nya mendadak membuat kami hampir tersungkur ke depan.
"Sekarang belok Cepat! Putar Arah!" Pinta ku dengan bersemangat
"Arrrggg,Saya Gugup! ini tidak berhasil" Kesal Nya memukul Setir mobil nya
"Pindah kebelakang biar aku yang menyetir" Perintah Ku
"Apa?" Teriak mereka bersamaan membuat ku kaget
"Cepetan! itu mereka sudah mau putar balik loh" Kata Ku
__ADS_1
Dengan ragu ragu Raja pindah kebelakang, dan aku ke depan untuk mengganti kan nya menyetir.
Aku menginjak pedal gas dan memutar setir mobil dengan cepat, lalu melajukan mobil itu.
"Kalian yang jadi peta nya, Soalnya aku belum hafal jalanan disini" Ucap Ku tetap fokus ke depan
Kedua mobil yang mengejar kami telah terlihat di belakang mobil kami, aku berusaha untuk tetap menjaga jarak dengan mobil mereka.
"Belok Kiri Mell!" Pinta Vin
Aku melihat dari kejauhan sebuah pembelokan, aku sudah bersiap siap untuk membelokkan mobil ini ke kiri.
Saat tepat waktu aku segera membelokkan mobil itu dengan cepat ke kiri, kedua mobil yang mengejar kami berjalan melaju lurus.
"Apa kita lolos?" Tanya Raja melihat kebelakang
"Seperti nya begitu" Jawab Vin
"Jangan senang dulu, pasti mereka masih mengejar kita" Ucap Ku tetap melaju kan mobil
Tatapan ku beralih ke spion mobil dan depan kaca mobil, tetap waspada dengan situasi di jalan itu.
Sebuah mobil melaju kencang dan berhenti di depan mobil kami, sontak aku mengerem mendadak mobil hingga kepalaku menghantam setir mobil.
"Apa Anda tidak apa apa Non?" Tanya Vin memegang lengan ku ingin memastikan keadaan ku.
Aku menggeleng kan kepala ku dan memegang dahiku yang terkena Setir mobil.
"Seperti nya kita di kepung" Ucap Raja
"Hah di kepung?" Tanya Ku kaget
Aku melihat keluar ternyata ini perempatan, tak ada tempat meloloskan diri.
Dan sejak kapan ke dua mobil itu bertambah empat, sepertinya tidak ada jalan lain selain melawan mereka.
"Non! Tetap lah di dalam mobil, biar kami yang mengurus mereka" Pinta Vin dan keluar dari mobil
Aku menurut saja dengan apa yang ia ucapkan, padahal aku juga ingin memukul kepala mereka satu persatu.
Tetapi apalah dayaku, jika aku keluar dan membantu mereka takutnya mereka tidak bisa fokus lagi. lebih baik diam dulu di dalam mobil ini dan memperhatikan mereka.
Aku mengunci semua pintu mobil itu dan duduk dengan tenang di dalam mobil sembari melihat mereka.
Aku melihat Vin tengah berbicara dengan orang orang itu, tetapi aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicara kan.
Tiba tiba Vin memegang baju salah satu lelaki itu dengan penuh amarah, aku tidak yakin bahwa mereka bisa menghadapi orang orang itu berdua saja.
__ADS_1
Vin memukul lelaki itu hingga ia tersungkur, salah satu teman nya emosi dan mulai menyerang Vin.
Vin menghindari semua serangan orang itu lalu mengayunkan tinju nya ke perut lelaki itu lalu membanting nya ke tanah.