
Raja terpojokkan dengan seorang lelaki yang memegang pistol dan mengarah kan nya ke Raja, Raja terjebak dalam cengkeraman orang itu tetapi masih berusaha tenang.
Aku melihat Raja mengangkat kedua tangan nya, lalu orang itu meraih tangan Raja dan melipat nya ke belakang.
Vin dengan Cekatan memukuli orang orang itu, dia menunjukkan keahliannya dalam bertarung. Tetapi ia berhenti saat melihat Raja tengah di sodorkan pistol di kepalanya
"Hey! Anak Muda! Hentikan! sebelum ku tembak teman mu ini" Ancam Lelaki itu menyodorkan pistol ke kepala Raja
Aku mulai tidak tenang dengan situasi ini, pasti yang mereka ingin kan adalah diriku jadi aku harus membantu mereka atau tidak.
Aku tengah memperhatikan mereka tiba tiba ada seseorang yang mengetuk kaca mobil di samping ku.
Aku sedikit terkejut, ntah dari mana datang nya wanita ini tiba tiba saja muncul. Atau aku yang terlalu serius memperhatikan Vin Dan Raja sampai sampai tak sadar dengan keberadaan wanita ini.
"Keluar! Cepat! Kalau tidak Pengawal mu akan ku tembak mati!" Ancam Wanita Itu
Aku tidak berpikir panjang dan langsung keluar dari mobil, Wanita itu segera mengarahkan pistol nya ke kepalaku.
Raja dan Vin menatap ku penuh kekhawatiran, aku melihat Vin menggeleng pelan ke arahku aku tidak tau apa tujuannya menggeleng kan kepala jadi aku tidak terlalu menghiraukan nya.
"Wah! Anda tengah menyandra kami semua yah" Ucap Ku memiringkan senyuman
Raja melompat dengan cepat ke arah wanita itu, seperti nya ia hendak merebut pistol yang di pegang wanita itu tetapi Raja di tembak oleh anak buah Wanita itu.
Sebuah peluru menembus lengan Raja yang membuat nya mengerang kesakitan, Aku terkejut saat darah dari lengan Raja mengalir dengan deras nya.
"Aku kan sudah bilang jangan coba coba melawan!" Teriak Wanita itu menendang Raja
Aku terdiam sejenak tak bergerak sama sekali memandang Raja, emosi ku mulai tak beraturan.
Dengan sigap aku meraih lengan bawah wanita itu, dan dengan satu gerakan aku menjatuhkan nya ke tanah tidak lupa mengambil pistol yang ia pegang.
Wanita itu sangat terkejut dengan apa yang aku lakukan, ia kesakitan dan memegang lengan nya.
Aku menyodorkan pistolnya tepat di kepalanya, tinggal ku tarik pelatuknya dan Biuss sudah pasti akan menembus kepala wanita ini.
"Di luar dugaan ku!" Ucap Wanita Itu tertawa dengan nyaring nya
"Anda pikir saya akan diam saja!" Teriak Ku menekan pistol itu di kepala nya
Vin dan Raja melotot ke arah ku, dengan tatapan heran saling pandang terkejut dengan tindakan ku.
"Jangan melotot!" Kata ku kepada mereka
"Aku tau kau tidak akan berani menembak ku! Hahaha" Tawa wanita itu
__ADS_1
Itu sama saja mengejek ku dan menantang ku, dia pikir aku bercanda dengan pistol itu. Iyah bercanda dalam keseriusan.
Dengan ekspresi marah, aku menunjuk kan keberanian mengarah kan pistol itu ke kaki wanita itu lalu menembak nya tanpa ragu.
"Sudah saat nya Anda berhenti meremehkan saya, Saya tidak akan ragu menggunakan pistol ini jika di perlukan" Ucap Ku puas ke arah wanita itu
Wanita itu mengerang kesakitan memegangi kaki nya yang mengeluarkan darah segar.
"Bos!" Teriak lelaki yang tengah berdiri di belakang Raja
Ia hendak berlari mendekati Wanita itu, dan seperti nya mereka semua bawahan dari wanita ini.
Dan pasti wanita ini mempunyai bos juga kan, mustahil jika dia menjadi bos dan turun tangan sendiri.
"Jangan mendekat! kalau tidak ku bunuh wanita ini!" Ancam Ku kepada lelaki itu
Lelaki itu terdiam dan mematung di tempat nya, lalu menyimpan pistolnya ke tanah dan kemudian kembali berdiri mengangkat kedua tangannya.
Raja memandang ku dengan melontarkan senyumannya, aku segera memalingkan pandanganku takutnya jika aku memandang mereka terus aku jadi tidak fokus lagi.
Vin segera mengumpul kan Pistol pistol itu dari mereka semua, lalu mendekati ku.
"Ayo kita pulang" Ajak Ku berjalan meninggalkan wanita yang tengah terluka itu
Aku keluar dari mobil dan hendak masuk ke dalam rumah tetapi Vin dengan cepat menarik tangan ku.
"Bisa bicara sebentar Nona?" Tanya Vin
"Nona Emily butuh istirahat! Biarkan dia istirahat dulu" Sanggah Raja menatap Vin dengan sinis
"Aku tidak berbicara dengan mu!" Bentak Vin memandang Raja
"Apa yang Kamu mau bicara kan?" Tanya Ku
Vin menarik ku dan membawa ku ke samping rumah, kami duduk di kursi panjang dekat bunga bunga.
"Bagaimana anda bisa melakukan itu?" Tanya Vin menatap ku penasaran
"Maksudmu?" Tanya ku balik
"Aku dengar Nona tidak bisa bela diri, tapi Tadi itu apa!" Tutur Nya mendekati wajah ku
Aku merasakan jantung ku berdegup dengan kencang, seperti hendak loncat dari tempat nya.
"Itu namanya membela diri, hahaha" Canda Ku
__ADS_1
"Saya lagi serius Nona!" Ucap nya mendekat kan lagi wajah nya
Kini tatapan kami saling bertemu, mata nya sangat indah jika si pandang dari dekat.
"Bisakah kamu tidak terlalu dekat begini!" Ucap Ku mendorong wajah nya
"Apa barusan Nona Merona?" Goda Nya
"Eh- tid-dak Kok, Kamu salah liat" Dalih Ku membuang pandangan ku ke tempat lain
"Pfffff Anda tidak bisa berbohong Nona!" Kata Nya Melirik ku kembali
"Wah anda sudah memakai Cincin darinya yah!" Lanjut Nya
"Bagaimana kamu tau cincin ini dari Crill?" Tanya Ku kembali menghadap ke dia
"Saya adalah pengawal suruhan Tuan muda Crill untuk menjaga Anda" Jawab nya
"Apa!" Teriak Ku lalu menutup mulut ku dengan kedua tangan ku
"Anda tidak perlu kaget begitu, tuan muda Crill sangat sayang kepada anda. Buktinya dia menyuruh saya menjaga Anda" Ucap Nya dengan tersenyum
Pantas saja ibu langsung menambah pengawalan ku tanpa memperdulikan persetujuan ku.
Berarti dia akan memata matai ku dong setiap waktu, dan dia pasti akan memberi tahukan kepada Crill! Mampus deh!.
Kenapa tidak bilang sih dari awal kalau dia ini orang yang di suruh Crill untuk menjaga ku, kalau tau gitu tadi aku tidak melawan wanita itu sampai menembak nya.
Bagaimana kalau dia melaporkan kepada Crill tentang itu, lalu Crill memberi tahu kan ayah nya bisa berabe kan.
"Bisa kah kamu tidak memberi tahu kan Crill tentang kejadian tadi?!" Ucap ku penuh harap kepadanya
"Kenapa Non?" Tanya Vin penasaran
"Aku tidak mau itu akan menjadi masalah nanti nya, bagaimana kalau dia membenciku!" Tutur Ku
"Biar aku memberi tahu kan kejadian malam ini kepada Tuan Crill dia tidak mungkin akan membenci anda Nona Emily" Ujar Nya
"Bagaimana kamu tau, kalau dia tidak akan membenci ku" Tanya Ku
"Karena Itu eh Anu Non" Kata nya menepuk dahinya
"Karena Tuan Crill tidak gampang membenci orang" lanjut nya
Kenapa dia tadi terbata bata ngomong nya, aku sedikit curiga dengan anak ini.
__ADS_1