
Selesai Paman Hans berbicara, ia segera pamit kepada ku dan tidak lupa ia menyuruh Hendy untuk mengantarku pulang.
"Mau pulang sekarang?" Tanya Hendy menatap ku dengan senyum tipis
"Kamu bisa pulang duluan, tidak perlu mengantar ku! Aku akan menelpon orang rumah untuk menjemput ku," Jawab Ku
"Tapi, ayahku menyuruh ku untuk mengantarkan mu sampai rumah! Kalau dia tau aku tidak mengantar mu pasti dia akan memarahi ku," Ucap Hendy
"Soalnya aku akan singgah ke kantor ibu, barangkali dia sudah ada disana!" Kata ku sambil berdiri.
"Baiklah kalau kamu memaksa, aku akan pulang duluan. Tapi berhati hati lah , Emily!" Tutur Hendy dengan tersenyum.
Kami berjalan keluar Kafe bersamaan, ia berdiri di samping ku dengan menatap ku dengan tatapan misterius.
"Kalau nanti kamu hendak pergi ke panti asuhan itu! Hubungi saja aku, aku akan mengantar mu." Pinta Hendy
"Oke," Singkat Ku
"Kalau begitu aku duluan yah!" Pamit Hendy sambil mengelus kepalaku dengan lembut
Lalu ia berjalan sambil melambaikan tangan nya kepada ku, dengan langkah mundur.
Aku menatap nya sampai mobil yang ia tunggangi tidak kelihatan lagi.
Aku meraih ponsel ku, tadinya aku hendak menghubungi Raja tapi kemungkinan dia tengah sibuk bersama ibu.
Jadi aku menghubungi Vin, untuk meminta tolong menjemput ku di sini.
Berpuluh-puluh kali aku menelepon nya tapi ia tidak menjawab panggilan telpon ku, aku sudah cukup lama berdiri di depan kafe ini.
Dan akhirnya aku memutuskan untuk menelpon bibi, agar ia menyuruh orang untuk menjemput ku.
Setelah aku menunggu begitu lama, akhirnya jemputan ku datang juga. Seorang lelaki berbadan besar, dia lelaki yang sering berjaga di pintu depan rumah.
Lelaki itu dengan cepat turun dari mobil dan membukakan ku pintu mobil, tanpa berbicara satu kata pun.
Aku masuk dan duduk dengan diam di dalam mobil, hingga ia melajukan mobilnya.
"Tolong antar aku ke kantor Ibu!" Perintah Ku kepada lelaki itu.
__ADS_1
"Baik, Non!" Ucap Lelaki itu
Sebenarnya si Vin kemana sih? Tumben banget gak menjawab panggilan telpon ku, apa dia ikut juga bersama ibu yah.
Kami sampai di depan kantor ibu, aku membuka pintu dan segera masuk kedalam mencari keberadaan ibu.
Aku menuju ke ruangan ibu, tetapi dia tidak ada disana. Apa mungkin ia masih bertemu dengan orang yang hendak bekerja sama dengan nya?.
Aku pun menanyakan kepada karyawan yang sedang lembur itu, dan mereka bilang bahwa ibu tengah ada pertemuan di Kafe.
Aku meninggalkan kantor dan segera menuju kafe yang di beritahukan oleh mereka tadi.
Tapi saat sampai di kafe itu, aku keliling di dalam kafe mencari ibu, tapi dia juga tidak ada di sana.
Aku sangat capek sekali mondar mandir begini, tidak menemukan hasil, malah lelah yang aku dapatkan.
Aku berjalan keluar kafe dengan lesu, aku masuk kedalam mobil dan duduk dengan kasar.
"Ada apa Non? Kok muka nya lesu begitu? Sebenarnya Non cari siapa sih? Mondar mandir ke kantor abis itu kesini lagi!" Tanya Lelaki itu.
"Aku nyari Ibu!" Jawab Ku
"Aduhhh, kenapa paman tidak bilang dari tadi sih! Toh aku tidak perlu sampai bolak balik begini," Kesal Ku
"Hehe, maaf Non! Non juga tidak bertanya kepada saya tadi, jadi saya diam diam saja" Tutur Lelaki itu dengan tertawa kecil
"Yasudah lah, ayo pulang!" Pinta Ku dengan menarik nafas panjang.
Lelaki itu pun melajukan mobil dengan cepat menuju rumah, aku capek banget rasanya pingin rebahan di kamar ku segera.
Ini semua gara gara paman ini nih, dia gak mau bilang kalau ibu sudah ada di rumah. Padahal dia kan tau tadi aku ke kantor ibu yah untuk mencari ibu.
Sesampainya di rumah, aku masuk dan mencari ibu ke kamarnya.
Aku belum pernah melihat ibu bersantai di depan rumah ataupun di ruangan lain, selain di kamar nya itu.
Ibu selalu mengunci diri di kamar, ia akan keluar kamar jika ada hal hal penting saja selebihnya ia akan tetap berada di kamar sepanjang hari.
Tapi saat aku masuk ke kamar nya, ternyata ibu sudah tidur. Aku pun mengurungkan niatku untuk menanyai nya tentang saudara perempuan ku/Emily.
__ADS_1
Aku kembali ke kamar ku untuk beristirahat, aku juga lelah sekali hari ini.
Untung saja besok libur, aku bisa bangun lebih siang.
Aku memutar musik di ponsel ku seperti biasa, pengantar tidur. Agar aku cepat terlelap.
Aku meraih boneka besar yang berada di sudut kasurku, memeluk nya erat dan mulai memejamkan mata ku hingga aku benar benar tertidur.
Aku terbangun karena mendengar suara mobil yang sangat ribut, aku melirik jam yang menunjukkan pukul 08.35.
Aku berjalan sambil mengucek mata ku, aku membuka pintu teras dan melihat mobil siapa yang ribut ribut di depan.
Di depan rumah terdapat empat mobil pribadi, dan beberapa orang di samping mobil itu.
Aku tidak pernah melihat orang orang tersebut, pakaian mereka semua sama dan sangat rapi!.
Dan Raja tengah berbicara kepada mereka, tidak lama Raja menoleh ke atas, ke arahku di ikuti tatapan orang orang itu.
Tatapan mereka membuat ku ingin turun menghampiri nya, aku berjalan masuk, sebelum aku turun ,aku membersihkan tubuhku terlebih dahulu.
Aku menghampiri mereka dengan rambut yang belum aku sisir, pria yang berdiri di hadapan Raja mengerutkan kening ke arah ku.
"Ada apa?" Tanya Ku kepada Raja dengan berjalan ke arah nya
"Inih, katanya mereka suruhan Vin untuk menjaga Anda!" Jawab Raja sambil menunjuk lelaki di depan nya.
"Hah, Vin! Masa sih!" Ucap Ku.
"Semalam Vin pulang ke rumah nya Non, katanya mau bertemu dengan ibunya. Dia hendak berpamitan kepada anda semalam tapi kebetulan Anda tidak ada di rumah, jadi ia berangkat tanpa memberitahu Anda!" Kata Raja
"Begitu yah, pulang lah kalian! Aku tidak butuh pengawalan lagi!" Usir Ku kepada pria di depan Raja
"Dan beritahu Vin, aku bukan anak kecil yang di kawal ketat begini!" Ucapku sambil berjalan kembali ke rumah.
Pantas saja Vin tidak menjawab panggilan ku semalam, ternyata dia sedang menuju pulang ke Rumah nya yah.
Tapi sepertinya orang orang itu tidak pergi juga, aku tidak mendengar suara mobil keluar dari rumah.
Kalau di kawal begini, bagaimana bisa aku pergi ke panti asuhan hari ini, pasti apapun yang aku lakukan dan sedang dimana pun aku,mereka akan memberitahu Vin.
__ADS_1