
"lalu selamat tinggal tuan IRO" kata para pero.
"tidak, aku tidak akan mengucapkan kata kata itu.yang ingin aku ucapkan adalah sampai jumpa lagi (sambil tersenyum)" kata IRO.
lalu IRO dan Sinta pun berangkat pergi ke rumah Karin.
(Dalam perjalanan)
"hei Sinta, apa kau tidak lelah berjalan? ini sudah 1 jam kita berjalan.(yang lelah sebenarnya dia karena barang barang yang diberikan para pero terlalu banyak)" kata IRO.
"hmm tidak terlalu memang nya kenapa, apa kau sudah kelelahan? kalau kau bisa terbang, terbang lah tapi bawa aku juga itupun kalau kau bisa hahaha" kata Sinta.
"kenapa kau tertawa? apa ada yang salah dengan wajah ku atau apa" kata IRO.
"bukan, wajahmu memang aneh.entah kenapa kau bisa setampan itu, ehh bukan bukan! aku hanya salah bilang (panik) aku tidak bermaksud untuk mengatakan itu. ahh, sudahlah (kesal dengan wajah memerah malu)" kata Sinta.
"kenapa kau yang kesal? padahal kau sendiri yang mengatakannya. dan aku hanya bertanya kau kenapa tertawa" kata IRO.
"sebenarnya, aku tertawa karena hanya orang bangsawan yang bisa terbang karena memiliki mana yang besar dan kau bukanlah bangsawan jadi mustahil kau bisa terbang" kata Sinta.
__ADS_1
"hohoho, memang benar aku bukan bangsawan tapi aku bisa membuktikan bahwa perkataanmu itu salah" kata IRO.
"ha? apa maksud dari perkataan mu tadi. kau pikir kau benar-benar bisa terbang, mustahil lah apalagi zaman sekarang semua sudah banyak berubah dan hanya sedikit murid academy para bangsawan yang bisa terbang" kata Sinta.
"lalu, mari kita buktikan (IRO mengangkat Sinta ala tuan putri) baiklah ayo terbang" kata IRO.
"ehh? apa yang kau lakukan (wajah memerah)
cepat turunkan aku. kau mau apa, kalau kau berbuat yang tidak-tidak aku tidak akan pernah memaafkan mu" kata Sinta.
"mana mungkin aku melakukan itu apalagi hari ini aku tidak bernafsu sama sekali.
"eh! kita terbang! bagaimana mungkin? apa sebenarnya yang terjadi?" kata Sinta.
"bagaimana? sekarang aku membuktikan bahwa perkataanmu itu salah. dan juga lihatlah betapa indahnya bawah sana dari atas sini" kata IRO.
"hmm, benar juga aku tidak menyangka betapa indahnya alam ini walaupun banyak monster dibawah sana." kata Sinta.
"kalau begitu kita akan segera sampai dengan kecepatan tinggi. pegangan lah yang erat agar tidak terjatuh" kata IRO.
__ADS_1
"ahh, aku merasa mual" kata Sinta.
lalu IRO dan Sinta pun hampir sampai dan Karin dan para pelayan sudah lama menunggu di depan rumah.
"kita sudah sampai, ahh padahal baru 2 hari tapi rasanya seperti 2 Minggu" kata IRO.
"itu karena banyak hal yang terjadi selama 2 hari ini. dan, juga cepat turunkan aku! tangan mu mulai menyentuh bokongku (wajah kesal)"kata Sinta.
"eh! maaf aku tidak sengaja. itu karena kau sangat ringan, memangnya kau makan apa tiap hari? badan mu sampai sampai seringan itu" kata IRO.
"diamlah, tidak baik menanyakan hal seperti itu pada seorang wanita. terlebih lagi sebaiknya kita masuk karena mereka sudah menunggu kita dari tadi" kata Sinta.
"owh iya, hei semua nya (melambai). apa hari ini ada makanan yang enak"kata IRO.
"bodoh"kata Karin.
"owh Karin, aku pulang (sambil tersenyum)" kata IRO.
Bersambung
__ADS_1