
"ehh tuan putri apakah ada yang terluka? atau perlu ku panggil kan penyihir penyembuhan terbaik di negara ku?". kata pangeran.
"aku tidak apa apa, terimakasih IRO." kata Veny.
wajah IRO langsung memerah tersipu malu.
"(baru kali ini aku dengar tuan putri berterimakasih)". pikir IRO.
"(sialan, siapa dia ini! berani berani nya merebut putri dari ku.!)" pikir pangeran.
"sudah sudah, karena putri ku tidak apa apa lebih baik kita lanjutkan acara nya." kata raja.
Lalu tiba lah di saat acara utama yaitu tiup lilin dan pemberian kado.
"(Veny meniup lilin) horeee, selamat ulang tahun tuan putri." kata semua orang.
"baiklah tiba saatnya pemberian kado." kata raja.
lalu semua orang memberi kado yang kebanyakan kado biasa.
"putri ku ini adalah kado untuk mu. (memberi item sihir langka tingkat tinggi)." kata raja sambil memberikan kado nya.
"tuan putri, ini adalah kado dari ku, (memberi banyak sekali kado bermacam macam dan juga mahal.)" kata pangeran sambil memberikan kado nya.
"pangeran memang hebat, memberi banyak sekali kado. apalagi harga nya pasti sangat mahal". kata orang-orang.
"hehehe, tidak juga kok. bagiku ini semua hanya hadiah yang kecil. hehehe"kata pangeran.
"lalu dimana kado mu IRO? apakah kau sudah memberikan nya?" kata raja.
"(****** lah kau kali ini. hahaha, kau bukanlah tandingan ku)" pikir pangeran.
"owh sebentar. (memasuk kan tangan ke kantong dan membuat sihir penciptaan).
ini hadiah juga kado dari ku (memberi cincin tingkat harta ilahi, yang dapat memberikan awet muda dan tetap cantik serta menambah kekuatan sihir)." kata IRO sambil tersenyum memberikan nya pada Veny.
"hahahaha hanya sebuah cincin murahan. apa apaan kau ini, apa kau ingin menjatuhkan harga diri tuan putri." kata pangeran.
"kepala pelayan, tolong periksa hadiah yang ku berikan ini dan katakan hasil nya pada semua orang". kata IRO.
lalu kepala pelayan kerajaan memeriksa dengan bola pengukuran.
"ini... ini salah satu dari 5 senjata ilahi yang pernah ada di dunia ini!. padahal senjata ilahi ini sudah lama punah, tapi masih ada yang bisa mendapatkan nya!" kata kepala pelayan.
"apa! bukankah senjata ilahi adalah senjata para dewa! bagaimana bisa kau mendapatkan nya." kata raja.
__ADS_1
sedangkan pangeran shock berat mendengar perkataan pelayan.
"luar biasa. siapa sebenarnya tuan IRO ini. bagaimana mungkin!?" kata orang orang.
"aku tidak ingin menerima hadiah mu ini". kata Veny.
"apa!!" kata raja dan semua orang.
"(hahahaha, tidak peduli seberharga nya hadiah mu. jika putri tidak menerima nya maka sama saja dengan sampah.)" pikir pangeran.
"kecuali, kau yang memasangkannya di jariku." kata Veny.
semua orang shock berat tentu raja dan pangeran juga ikut.
"hahahaha, tentu saja tuan putri (tersenyum sambil memasangkan nya ke jari Veny.) " kata IRO.
"kurang ajar!! siapa kau sebenarnya ini. berani beraninya merebut calon istri ku!!!" kata pangeran.
semua orang heran.
"tunggu dulu, pangeran sabar dan tenang dulu. mari kita bicarakan ini baik baik" kata raja.
"pengawal cepat eksekusi dia disini sekarang juga." kata pangeran.
"ada apa ini. kami semua tidak bisa bergerak." kata para pengawal.
"berani melawan ku sama saja dengan mencari kematian." kata IRO sambil menggenggam tangan Veny.
"kau apa yang kau lakukan." kata pangeran.
"baiklah kita sudahi saja acara bodoh ini! (mata IRO bersinar berwarna merah dan seketika semua pengawal lumpuh)" kata IRO lalu menggendong Veny.
"tuan IRO apa yang mau kau lakukan!" kata raja.
"diamlah! (seketika raja tidak bisa berbicara karena mata IRO) kau ayah yang bodoh, menjual anakmu hanya karena harta tidak pantas di sebut ayah." kata IRO.
"kurang ajar! sini kau, aku akan membunuhmu." kata pangeran.
dan pangeran langsung membeku karena mata IRO.
"dengar lah kalian semua yang ada di sini. jadilah saksi atas kekuatan ku dan sebarkan ini pada seluruh dunia, bahwa aku adalah yang terkuat." kata IRO kemudian terbang lalu menghancurkan atap istana dan pergi membawa Veny.
IRO dan Veny pergi meninggalkan kerajaan wallenblood.
"padahal rencananya sudah berjalan mulus. tapi tak ku sangka kau menghancur kan rencana yang sudah ku buat" kata Veny sambil merangkul IRO.
__ADS_1
"tuan putri, aku punya satu alasan untuk menikmati hidup ini. yaitu tidak ingin kerepotan lebih lama lagi dan menjadi yang terkuat". kata IRO sambil tersipu malu karena di rangkul Veny.
"(ternyata kau masih IRO yang ku kenal, padahal ini sudah ke 15 kali nya). pikir Veny sambil tersenyum.
"(bussseettt, cantik benerrrr tak ku sangka tuan Puteri ini tersenyum akan secantik itu) pikir IRO.
"lalu kita akan ke mana? raja pasti sudah memerintahkan seluruh pasukan untuk mencari ku dan membunuh mu. tapi itu bukan lah tandingan mu kan." kata Veny.
"ya benar, aku hanya tidak ingin di repotkan oleh pertarungan lagi. jadi kita kembali dulu ke desa ku, yaitu desa para elf." kata IRO.
"baiklah" kata Veny.
IRO dan Veny pergi ke desa para elf tanpa tau apa yang menunggu mereka di sana.
sesampainya di sana IRO dan Veny melihat panglima iblis beelzebub sedang berperang dengan seluruh elf.
juga Karin dan Sinta sedang kesulitan dan diambang batas kekalahan.
"hahahaha, akan kuhancurkan kalian semua!" kata panglima iblis beelzebub.
"hadeh, baru saja selesai masalah. datang lagi masalah yang lain". kata IRO menghela nafas.
"sebelum itu apa kau akan terus menggendong ku? kau mulai menyentuh bokong ku." kata Veny.
"heikk, maaf aku tidak sengaja. kalau begitu tunggu di sini sebentar, aku akan menyelesaikan nya dengan cepat." kata IRO.
"baiklah, kalau sudah selesai jemput lagi aku."kata Veny.
"(rasanya aku seperti alat transportasi untuk nya)" pikir IRO.
IRO terbang dengan cepat ke arah panglima iblis beelzebub dan langsung menendang nya hingga terpental kebawah dengan dahsyat yang menimbulkan lubang besar.
"halo semua aku kembali (tersenyum) " kata IRO yang baru saja menendang panglima iblis beelzebub.
"kau! kenapa kau ada di sini. seharusnya kau sedang di akademi!" kata Karin.
"cerita nya sangat panjang, setelah ini semua selesai aku akan menjelaskan apa yang terjadi. lalu siapa lawan kita ini?" kata IRO.
"kau baru saja menendang salah satu panglima iblis yaitu panglima iblis beelzebub, bodoh." kata Karin.
"sesuai dugaan ku. dan kenapa dia keluar dari bawah sana sangat lama? apa kah aku menendang nya terlalu kuat? padahal aku belum serius" kata IRO.
dan tiba tiba keluar suara dari lubang bekas tendangan tadi, seperti suara amarah.
Bersambung
__ADS_1