Reinkarnasi Terakhir

Reinkarnasi Terakhir
Malam yang penuh dongeng


__ADS_3

IRO sudah mengantuk mendengar cerita putri Sofia barusan, putri Sofia tertawa dan mengajak IRO untuk tidur saja. IRO pergi tidur ke kamarnya karena mengantuk diikuti putri Sofia. tanpa sadar IRO dan putri Sofia tidur bersama di ranjang IRO. mereka berdua tidur nyenyak dan tidak memikirkan apapun di sekitarnya. di lain sisi Veny dan Vie membuat tenda dan tidur bersama juga di hutan, saat itu Veny menyadari bahwa IRO sudah kembali tetapi tidak datang menemui mereka pasti ada sesuatu yang terjadi.


"Veny kau tidak bisa tidur ya, apa kau mau dongeng seperti anak kecil lainnya?" kata Vie.


"ya ada sesuatu yang lengket dipikirkan ku, coba ceritakan sebuah dongeng mungkin aku bisa tidur dengan nyenyak." kata Veny.


"baiklah dengarkan baik baik, dan selamat mendengarkan." kata Vie.


Vie bercerita, Suatu hari disebuah dusun yang jauh dari keramaian hiduplah seorang putri. Dia merupakan anak kepala kampung di dusun itu. Putri tersebut memiliki wajah yang cantik nan menawan. Selain itu juga berhati mulia. Dia sangat penyayang kepada manusia maupun makhluk lainnya. Karena kebaikan hati sang putri itulah banyak pemuda yang menaruh hati padanya. Namun keinginan hati mereka hanya dipendam. Tak ada keberanian mengungkapkan perasaannya kepada Sang Putri. Padahal dia sendiri sangat berharap ada diantara pemuda yang mau jadi pendampingnya. Apalagi mengingat usianya sudah cukup dewasa. Tapi harapan itu tak pernah terkabulkan. Namun setiap saat Sang Putri tidak lupa berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar segera dipertemukan dengan jodohnya.


Diwaktu malam yang sangat dingin Sang Putri bermimpi. Dalam mimpinya dia bertemu dengan seorang pemuda tampan di taman dekat hutan halaman rumahnya. Lelaki yang dia lihat dalam mimpinya itu berkulit putih serta memakai pakaian kebesaran ala pangeran kerajaan. Tak ada cacat sedikit pun. Baru saja pemuda itu akan mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Putri tiba-tiba angin bertiup kencang dan menerbangkannya masuk ke dalam hutan. Sang Putri menjerit. Dia kemudian terbangun. Diingatnya kembali mimpinya yang barusan dialaminya.


“Pangeran Tampan!” desisnya dalam hati.


Dia berencana akan mencari Pangeran itu dalam hutan besok pagi. Namun muncul kembali kekuatiran dalam dirinya. Pangeran tampan diserap masuk ke dalam hutan. Sementara hutan itu adalah hutan larangan. Orang dilarang bermain-main disana.


“Jangan coba-coba masuk bermain di hutan sana. Itu berbahaya. Disana banyak malapetaka mengintai setiap ada yang berani menginjaknya.” Begitu kata tetangganya setiap mendekati hutan tersebut.


Pagi-pagi sekali Sang Putri nampak rapi. Dia akan masuk ke hutan tatkala matahari sudah naik setinggi tujuh tombak. Perlahan-lahan dia mendekati hutan larangan dekat taman. Dia melesat masuk ke dalam hutan. Hilang rasa takutnya seketika di hutan larangan. Yang dia harap hanyalah agar bisa bertemu dengan Pangeran Tampan seperti dalam mimpinya.


Nampak olehnya pohon-pohon tumbuh meninggi. Batangnya besar-besar. Kelihatannya memang seram. Tapi dia merasa tidak ada keanehan di hutan ini. Malah suasana sejuk dan nyaman terasa. Dari jauh sayup-sayup kedengaran suara dibalik pohon yang sangat besar. Segera dia mendekati pohon besar itu. Dia melihat sebuah lubang besar dalam batang pohon itu. Sebuah Kelinci putih yang lucu. Sang Putri menjulurkan tangan dan menangkapnya. Kelinci diam dan menurut.


“Kelinci yang manis. Kasihan kau hidup sendiri. Kenapa kau disini? Kok malah aku ketemu denganmu. kenapa bukannya pangeran tampan seperti yang kutemui dalam mimpiku.” Katanya kepada kelinci.


Kelinci hanya geleng-geleng kepala. Sang putri kembali mendengar ada suara mendekat. Bukan suara kelinci itu. Dia melihat jauh ke depan. Seekor Serigala dengan mata menyala dan buas mendekati sang putri. Sang Putri panik. Dipegangnya erat-erat kelinci dan berusaha lari keluar hutan. Tapi Serigala malah mengejar sang putri. Semakin mendekat Serigala itu kepadanya. Dipercepat larinya. Tapi alhasil dia dijerat rumput yang tumbuh menjalar dan terjatuh. Kelinci lepas. Dia berteriak minta tolong.


“Tolong!” Teriaknya.


Tapi sayang teriakannya tak berarti. Tak satupun mendengarnya. Dia seakan sudah tercabik-cabik oleh gigitan serigala. Pikirannya gelap. Seperti kiamat terjadi padanya. Tapi kenyataan malah berkata lain. Dirinya masih dalam posisi tertelungkup. Dia merasa baik-baik saja. Tak ada rasa sakit ataupun rasa digigit oleh serigala. Segera dia balik badannya. Terlihat disebelahnya Serigala mati dan berlumuran darah. Sang Putri kaget. Diperhatikan sekelilingnya, mencari Kelinci yang lepas darinya. Namun malah dia melihat seseorang berdiri tak jauh darinya. Dia sedang memegang parang panjang. Dialah yang memenggal leher serigala itu sehingga tidak jadi mengoyak tubuh Sang Putri. Seorang pemuda seperti yang dia lihat dalam mimpinya. Sangat tampan dan rapi. Dikucek-kuceknya matanya. Barangkali dia bermimpi kembali. Namun jelas bahwa ini bukan mimpi. Dicubit lengannya, masih terasa sakit. Pemuda tampan itu mendekati dan mengulurkan tangannya membantu Sang Putri bangkit.

__ADS_1


“Terima kasih sudah menolongku. Kamu siapa?” Tanya sang Putri.


“Hehe, kau pasti tidak percaya kalau kukatakan bahwa akulah yang barusan kau tolong di dalam lubang pohon kayu itu.” Kata pemuda tampan sambil menunjuk pohon tempat kelinci tadi.


“Hah, jadi kaulah Kelinci Putih itu?” jawab Sang Putri.


“Iyya, akulah kelinci itu. Aku telah dikutuk oleh Ayahku yang juga raja di negeri ini. Dia mengutukku jadi kelinci ketika masih umur tujuh tahun karena melakukan sebuah pelanggaran besar. Tapi kutukan akan lepas pada umur dewasa jika seorang perempuan sebaya denganku datang menolong keluar dari lubang besar. Dan sekarang kaulah perempuan penolongku. Maka sebagai balasannya akan kupersunting kau jadi istriku.” Kata Pemuda tampan itu.


Sang putri terdiam mendengar kata-kata pemuda itu. Ternyata dialah Pangeran tampan seperti dalam mimpinya.


“Mari kita ke istana kerajaan. Ayahku pasti sudah menunggu kita.” Ajak Pangeran Tampan.


Akhirnya, Sang Putri pun hidup bahagia di istana kerajaan bersama Ayahnya yang hanya kepala kampung. Itu semua berkat kebaikan Sang Putri yang suka menolong. Tamat.


"begitu lah dongeng sang putri dan pangeran nya, dongeng ini pernah diceritakan ibuku jadi aku selalu mengingatnya. apa pendapatmu tentang dongeng ku barusan?" kata Vie yang sudah mulai mengantuk.


"dongeng nya bagus tetapi dongeng ini cocok nya untuk anak anak bukan seperti ku, aku tidak terlalu menghayati karena membosankan." kata Veny.


"tentu dongeng ku lebih baik darimu, diam dan dengarkan saja." kata Veny.


Veny bercerita, Dikisahkan di sebuah kerajaan ada seorang pangeran yang sedang jatuh cinta kepada seorang putri dari kerajan lain, sang pangeran tersebut sedang memperjuangkan cintanya dengan tulus dan sabar menunggu memperjuangkan cintanya kepada sang putri.


Hari demi hari, bulan demi bulan terlewati pangeran tersebut dengan sabarnya tetap bertahan dan bersabar dalam memperjuangkan cintanya. meski harus melewati berbagai cobaan dan rintangan, menahan rasa sakit melihat sang putri sedang bermesraan dengan prajurit kerajaan nya tetapi pangeran tetap saja kuat memperjuangkan cintanya.


sangpangeran tersebut yakin dengan sepenuh hati akan cintanya bahwa sang putri lah yang menjadi jodoh nya kelak nanti. bahkan sampai beberapa wanita yang suka terhadap pangeran tersebut datang menghampiri pangeran pun masih tetap saja memperjuangkan cinta nya kepada sang putri .


1tahun terlewati pangeran mencoba datang ke kerajaan sang putri dan memberanikan diri untuk mengajak sang putri untuk bertemu dengan nya di suatu tempat tak jauh dari kerajaan sang putri, merak pertama terlihat canggung dan pangeran tersebut mencoba berbicara dan becanda kepada sang putri , hari itu sangat mengesan kan bagi sang pangeran karena dapat langsung berhadapan dengan sang putri dan bercanda gurau bersama sang putri. sesambil sangpangeran menunjukan rasa perhatiannya, tetapi sang putri masih tetap saja tidak menyadari bahwa sang pangeran memberikan perhatiaannya karena begitu cinta nya kepada sang putri,


sang pangeran berkata dalam hati "mengapa sang putri tidak merasakan dan tidak menyadari kalau aku sungguh mencintainya ?"

__ADS_1


sang pangeran pun merasa kebingungan dan merasa heran.


Beberapa hari kemudian pangeran mengajak sang putri kesebuah tempat yang sengaja sudah di persiap kan oleh sang pangeran, sang putri pun merasa heran dan kebingungan .


sang putri pun berkata dalam hati "mau di bawa kemana aku ini pangeran ?" sengaja mata sang putri pun ditutup sementara oleh sehela kain hitam yang di bawa oleh pangeran ,


kemudian sang putri pun bertanya kepada pangeran "mau dibawa kemana aku ini pangeran sampai mataku di tutup dengan kain ini gelap !".


pangeran pun tidak menjawab pertanyaan sang putri dan terus saja berjalan sambil mengarahkan sang putri, kemudian sang putri di persilahkan duduk di sebuah kursi dan pangeran pun membuka kain penutup mata yang di pakai oleh sang putri ,


sang putri pun membuka mata nya, setealah membuka mata sang putri pun merasa terkejut dengan semuanya tempat ini sangat lah indah dan di suguhi dengan alunan musik romantis ,


sang putri pun bertanya kepada pangeran "pangeran, sungguh tempat ini sangat indah , tapi kenapa di tempat ini cuma ada kita berdua ?"


sang putri pun masih saja bingung dengan semua ini , dan pangeran pun tersenyum sambil mengeluarkan kotak kecil dan menjawab "aku sengaja memesan tempat ini dari jauh - jauh hari dan sengaja aku memesan tempat ini khusus untuk kita berdua " sang pangeran pun memegang tangan sangputri sambil berkata "wahai putri mau kah kau menjadi pendamping hidupku ? aku begitu sangat mencintaimu kalau putri menerima cinta ku maka terimalah cincin berlian ini , dan apabila putri menolak cinta ku buanglah cincin berlian ini."


sang putri hanya bisa tersenyum dan begitu terharu meliahat pengorbanan cintanya dan begitu romantisnya kejutan yang di berikan sang putri , lalu sang putri pun menjawab "apakah kau sungguh - sungguh mencintai aku wahai pangeran ?"


pangeran pun menjawab "aku sangat sungguh-sungguh mencintai mu putri aku rela mengorbankan nyawaku demi kamu putri, apakah kamu mau menjadi pendamping hidupku ?"


lalu sang putri pun tersenyum dan menerima cincin berlian tersebut, dan pangeran pun memakai kan cincin berlian tersebut kepada jari lentik sang putri. begitu sangat romantis nya malam itu bagi sang pangeran dan sang putri dengan disuguhi tempat yang sangat indah dan alunan musik yang begitu sangat romantis .


Beberapa tahun kemudian sang pangeran mengajak sang putri melangkah ke jenjang yang serius yaitu melangkah kepada pernikahan sang putri pun menerima pernikahan tersebut dan menggelar acara pesta yang sangat mewah dan romantis .


beberapa tahun kemudian mereka di karuniai seorang anak yang begitu lucu nya , dan kemudian mereka hidup di sebuah kerajaan cinta sejati yang membutuh kan begitu banyak pengorbanan dan kesabaran Tamat.


"begitu lah kisah dari putri dan sang pangeran, jadi dongeng ku lebih menarik dibanding dongeng mu barusan." kata Veny.


"terserah padamu aku sudah sangat mengantuk ayo tidur saja, aku sudah tidak tahan lagi." kata Vie.

__ADS_1


Veny langsung tertidur setelah bercerita, sedangkan Vie sudah tidur sangat lelap dan tidak akan ada yang bisa membangunkan nya.


BERSAMBUNG


__ADS_2