Reinkarnasi Terakhir

Reinkarnasi Terakhir
malam yang panjang


__ADS_3

"kau, Chiko Satoru kan, hahahhah kukira kau siapa, dan tak ku sangka kita bertemu lagi." kata IRO sambil lega karena yang menjadi teman kamarnya adalah orang yang dia kenal.


"apa kabar? mengapa kau terlihat lelah ada yang membuat mu stres kah?" kata Chiko.


"aku lebih dari stres. hari ini semuanya begitu merepotkan, apa lagi saat uji uji itu. entah kenapa aku benar benar lelah sekali." kata IRO.


"hahahaha itu semua karena kau murid baru. lalu kau berada di kelas mana? aku tidak melihat mu di kelas A dan B apa kau berada di kelas terburuk yaitu C?" kata Chiko.


"tidak diantara ketiganya. aku berada di kelas S, dan itulah mengapa semuanya sangat merepotkan." kata IRO.


"apa? kau berada di kelas S? memangnya kau lulus uji itu?" kata Chiko.


"yah begitulah, aku masih memikirkan kenapa rakyat jelata seperti ku berada di kelas bangsawan sombong." kata IRO.


"hahahaha, padahal baru tadi kita bertemu dan mengobrol sebentar dan kau sudah membuat ku kagum hahahaha." kata Chiko.


"aku juga kepikiran tentang diriku, jadi jangan menambah pikiran ku lagi. dan lagi tuan putri itu" kata IRO.


"ada apa? tuan putri kenapa? owh ya tadi pagi kau melihati nya terus kan, gimana? ada perkembangan?" kata Chiko.


"bertanya satu satu jangan sekali semua.


baiklah biar ku beritahu, tuan Puteri mengundang ku malam ini ke kamarnya." kata IRO.


"yaudah cepat mandi terus gaskeun jangan lupa pakai pengaman." kata Chiko.


"kau pikir aku murahan. aku tidak mengerti tentang begituan. dan lagi kurasa ada sesuatu yang penting ingin diberitahukan nya." kata IRO.


"cih, kukira kau langsung tancap gas.


ya sudahlah, pergi tapi jangan sampai ketahuan oleh pengawas asrama." kata Chiko.


"hmmm, tapi aku tidak tahu kamarnya ada dimana." kata IRO.


"kalau itu tidak perlu khawatir. kamar tuan putri adalah kamar VVIP, jadi kamarnya berada di lantai dua dan paling besar juga mewah."


"kalau begitu aku tidak perlu kebingungan kan. tapi bagaimana dengan pengawas asrama?." kata IRO.


"kalau itu entahlah, aku hanya bisa memberitahu mu kamarnya. kalau soal itu aku sendiri tidak yakin." kata Chiko.


"baiklah, nanti kupikirkan saat di jalan. aku berangkat dulu." kata IRO.


"hati hati di jalan, dan cepat pulang sebelum pagi juga jaga keperjakaan mu baik baik hehehehe". kata Chiko.


lalu IRO pergi dengan santai tanpa tahu bahwa apa yang akan terjadi nanti.

__ADS_1


dan IRO melihat pengawas asrama, sedang berada di pintu depan.


IRO kemudian berpikir:


"kalau dia berada di pintu, maka aku tidak akan bisa lewat dari sana. jadi lebih baik aku lewat jendela saja." pikir IRO.


lalu IRO diam diam keluar lewat jendela.


"ahh ternyata penjagaan pengawas tidak Terlalu ketat. aku harus cepat, mungkin tuan putri akan marah jika aku terlambat" kata IRO.


lalu IRO melihat guru Vie sedang berjalan melewati asrama perempuan.


"gawat, jangan sampai aku ketahuan. lebih baik aku sembunyi dulu." pikir IRO.


lalu guru Vie sudah pergi jauh dan saatnya IRO beraksi lagi.


"aduh, hampir saja. tapi tak ku sangka guru Vie masih bangun jam segini." kata IRO.


lalu IRO berjalan ke depan dan melihat pengawas asrama perempuan sedang berjaga di depan pintu masuk.


"aduh, aku lupa bahwa pengawas selalu di pintu masuk." pikir IRO.


lalu IRO pun tidak punya pilihan lain selain menerobos masuk.


lalu IRO mencoba teleportasi langsung ke kamar Veny dan berhasil.


"tak ku sangka aku berhasil melakukan teleportasi. jadi apakah ini kamar tuan putri".



"kamarnya benar benar wangi dan sangat berbeda dari kamar kami, sepertinya dia juga tinggal sendiri di kamar ini." kata IRO.


"siapa itu!? cepat angkat tangan mu dan jangan bergerak, kalau tidak kuhancurkan kau" kata Veny.


"ehh, ini aku IRO. aku datang kesini sesuai yang kau inginkan, jadi kumohon jangan gunakan sihir mu tuan putri." kata IRO.


"owh, hebat juga kau sampai di sini. ku pikir kau tidak akan datang." kata Veny.


"iya, itu karena kau yang meminta imbalan. jadi apa yang ingin kau katakan dan inginkan?." kata IRO.


"tenanglah dulu dan duduk lah. aku mau pakai baju dulu sebentar." kata Veny.


"gawat! jadi dia baru selesai mandi dan masih memakai handuk rupanya!. tenanglah IRO, tenanglah IRO. Veny itu memiliki sifat dingin jadi tidak mungkin dia begitu." pikir IRO yang sudah di ambang batas.


lalu tak lama kemudian, Veny datang dan membawa teh.

__ADS_1


"jadi, pertama katakan bagaimana kau dapat melewati pengawas asrama?" kata Veny.


"kalau itu aku menggunakan teleportasi (meminum teh nya). " kata IRO.


"owh, jadi begitu ya. lalu tentang yang ingin ku bicarakan adalah tentang sihir mu itu." kata Veny.


"hmmm, memangnya kenapa? aku sendiri juga tidak mengerti tentang diriku ini" kata IRO.


"kau orang yang aneh, tentang dirimu sendiri pun kau tidak mengetahuinya. tapi hal yang ingin ku pastikan adalah apakah kau memiliki hubungan dengan iblis?" kata Veny.


"hah? mana mungkin. aku saja baru tahu tentang iblis ini, jadi aku belum tau pasti tentang hal itu." kata IRO.


"hmmm, kalau begitu bisa kau bersumpah untuk tidak mengkhianati kerajaan ini dan para penduduk nya." kata Veny.


"apa yang tiba tiba kau katakan?. aku tidak pernah berpikir untuk melakukan itu, karena aku juga masih belajar di sini." kata IRO.


"katakan saja sumpah mu maka aku akan percaya." kata Veny.


"hei hei, kenapa kau bersikap serius seperti itu. tapi baiklah aku bersumpah tidak akan mengkhianati kerajaan dan penduduknya". kata IRO.


"baguslah kalau begitu. jadi persiapkan dirimu untuk mengawal ku besok." kata Veny.


"hal aneh apa lagi yang kau katakan. aku tidak mengerti cara berbicara mu." kata IRO.


"daripada itu yang terpenting jangan sampai kau lengah. dan kau juga akan mengetahuinya besok." kata Veny.


"jadi apakah hanya ini yang ingin kau katakan?, padahal aku sampai berjuang keras hanya untuk datang ke sini." kata IRO.


"hmmm, jadi apa yang kau ingin kan setelah kau berjuang? aku akan memenuhi keinginan mu itu." kata Veny.


"hmmm aneh, kenapa aku jadi tegang begini. dan kalau di pikir pikir, aku hanya berdua dengannya di sini." pikir IRO.


"hei apa kau mendengar ku?" kata Veny.


"eh, itu tidak perlu. di berikan teh, sudah dapat dikatakan imbalan hehehe" kata IRO.


"kalau begitu baguslah. jadi kau masih ngapain di sini? aku tidak akan mengizinkan mu tidur di sini." kata Veny.


"ehh iya baiklah, kalau begitu aku pergi dulu.


sampai jumpa besok". kata IRO.


"ya, semoga hari mu besok menyenangkan" kata Veny.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2