Reinkarnasi Terakhir

Reinkarnasi Terakhir
Salah paham Ran


__ADS_3

IRO hanya diam karena tidak mungkin baginya memarahi Veny, IRO pasrah tanpa sebab.


"nona es krim coklat, ayo kita pergi. kalau kau terlalu banyak makan es krim, nanti perut mu sakit." kata IRO.


"tapi aku masih mau lagi, aku tidak akan sakit perut hanya karena es krim." kata Veny.


IRO menarik Veny ke parkiran dan naik ke mobil. IRO sudah membayar bahkan lebih kepada pelayan, Veny kesal karena masih mau es krim lagi. IRO membawa Veny ke tempat pembelian rumah. saat sampai semua mata masih tertuju pada mereka, dan IRO masuk lalu melihat lihat gambar beberapa rumah yang di jual.


"Veny kau suka yang mana? disini ada banyak pilihan yang bagus." kata IRO.


"hmm, aku tidak pandai memilih rumah jadi kau saja yang memilih nya aku tidak keberatan." kata Veny.


"kalau begitu yang ini terlihat cocok untukmu, besar dan juga elegan. sangat sempurna untuk penampilan mu ini." kata IRO.


IRO menunjuk rumah yang besar bertingkat 5 dan luas sekitar 700 meter sudah ditambah dengan kolam renangnya. rumah nya di desain seperti sebuah istana negara saja.


"ini adalah rumah edisi spesial kami tuan. harga nya sekitar 1 miliar tuan, sudah di isi perabotan canggih dan mewah di tambah pelayan dan penjaga yang sudah tersedia." kata pegawai yang bekerja di situ.


"bukannya itu terlalu mahal, lagipula kita kan cuma berdua. rumahnya sangat besar, seakan akan rumahnya lebih besar dari istana." kata Veny.

__ADS_1


"tidak apa apa, aku beli yang ini saja. dan kalau bisa aku mau di beri beberapa hadiah karena membeli rumah edisi spesial kalian ini." kata IRO.


"baik tuan saya akan mengurus sertifikat nya. kalau hadiah tuan bisa mendapatkan kartu spesial yang di sebut VIP card member. kartu ini berguna saat tuan makan di restoran terkenal, atau bahkan berbelanja di mana saja, dapat membuat diskon 50 persen serta dilakukan secara khusus." kata pegawai.


"kartu ini cukup berguna ya, kalau begitu aku terima hadiah mu ini." kata IRO.


"lalu apakah tuan mau menyicil nya atau bayar uang muka dulu?" kata pegawai.


"ini aku bayar langsung pakai kredit, isinya ada sekitar 2 miliar lebih. anggap saja tip dariku ya." kata IRO.


"terimakasih tuan saya sangat senang, kalau begitu saya akan segera menghubungi pelayan rumah anda." kata pegawai.


"selamat datang tuan dan nyonya besar, kami di sini bersiap mengikuti perintah segala keperluan rumah ini." kata para pelayan serentak.


"ya mungkin kedepannya kami akan bergantung pada kalian, jadi mohon bantuannya." kata IRO.


lalu semua pelayan kembali bekerja dan IRO pergi beristirahat di kamar barunya. Veny meletakkan belanjaan baju baru mereka di sofa. lalu Veny ikut masuk karena tidak tau kamarnya dimana.


"kenapa kau ikut ke sini? kamar mu ada di lantai 5, Ran bisa salah paham jika melihat kita satu kamar." kata IRO.

__ADS_1


"aku tidak ingin sendiri dulu, temani aku sebentar saja. rumah besar ini membuat ku gugup, aku juga tidak biasa tidur di kamar besar dan baru sendiri. mungkin untuk satu malam aku tidur di sini dulu, itupun jika boleh." kata Veny menunjukkan wajah imutnya.


"baiklah aku akan tidur di sofa seperti biasa, tapi ini masih jam 7 apa kau mau langsung tidur?" kata IRO.


"kalau begitu aku mandi dulu, lalu nanti malam kita makan di luar saja. aku lupa beli bahan makanan tadi saat di mall." kata Veny.


"baik sekalian aku mau mencoba kartu VIP ini, aku juga mau mandi. aku juga mau menghubungi kakak ku yang ku tinggal kan di rumah sendirian." kata IRO.


Catatan penting : kakak IRO bukanlah kakak kandung, sebenarnya kakak IRO juga membantu IRO menyelesaikan misi yang di beri Dewa semesta. kakak IRO sebenarnya adalah Karen, yang kita kenal si buah semesta. Karen juga meminta IRO yaitu tuan nya untuk membeli kebutuhan yang tidak terlalu penting. jadi IRO kerepotan mengurus Karen karena hobi nya mengoleksi pakaian mahal. jadi di sini Karen itu dulu suka baju baju cantik atau keren, yah IRO bisa dibilang maklum aja karena Karen jarang keluar dari pikirannya.


Veny selesai mandi, IRO juga sudah memberitahu semua apa yang terjadi pada Karen. Veny memakai handuk dan menyuruh IRO untuk keluar dari kamar. saat berjalan keluar IRO sedikit malu malu melihat Veny hanya memakai handuk. Veny ingat bahwa dia meletakkan pakaian baru nya di sofa. lalu Veny menarik IRO dan minta untuk di ambilkan pakaian nya. IRO pergi ke sofa dan mengambil pakaian Veny, ada beberapa pakaian dalam wanita di antara nya yang membuat IRO memerah. Veny membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Ran akhirnya sampai di dalam rumah IRO. IRO masuk ke dalam kamar dan memberi Veny pakaian dalam nya. lalu Ran melihat itu semua tanpa mengetahui yang sebenarnya, Ran beranggapan IRO dan Veny baru saja melakukan sesuatu. IRO menyadari keberadaan Ran.


"tunggu Ran, ini bukan seperti yang kau bayangkan. ini hanya salah paham!" kata IRO.


Ran langsung berada di titik terendah dalam hidupnya, tanpa basa basi Ran menghantam IRO ke atas lalu melemparkannya tembus keluar dari kaca jendela.


"dasar pengkhianat!!" teriak Ran mengeluarkan tenaga penuh.


Veny memakai pakaian nya dan langsung menahan Ran. tapi Veny bukanlah tandingan Ran yang Sekarang, Veny tau bahwa kata kata tidak akan dapat membuat Ran percaya. jadi Veny bertarung satu lawan satu dengan Ran, tetapi Ran diluar kendali. Ran menusuk Veny dengan bulu sayapnya. Veny langsung berdarah dan pingsan sekarat. IRO melihat Ran menusuk Veny yang akhirnya IRO juga marah besar. IRO memukul Ran hingga tembus dari atap ke bulan. IRO langsung memukul Ran lagi saat di bulan hingga tembus ke planet mars. pertarungan ini berakibat fatal.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2